Just Us

Just Us
Chap 24



Karina memasuki lobi rumah sakit dengan senyuman tak pernah luntur dari wajah cantik gadis itu, sepanjang jalan menuju ruangannya Karina  menyapa beberapa perawat atau pun dokter yang berpapasan dengannya, tak hanya pada dokter dan perawat saja yang dia sapa, beberapa pasien pun tak luput dari sapaannya


Karina bersenandung ringan menuju ruangannya, dan lagi-lagi dia menyapa orang-orang yang berpapasan dengannya


"Annyeoung Chunghee-ah" sapa Karina begitu gadis itu memasuki ruangannya


Chunghee mengernyitkan keningnya mendengar sapaan Karina, laki-laki itu lalu menatap Karina dari atas sampai bawah


"Wae?" Tanya Karina heran


"Kau.... baik-baik saja?" Tanya Chunghee


"Aku baik, memangnya kenapa?" Kali ini tanya Karina heran


"Kau terlihat berbeda dari biasanya, apa aku melewatkan sesuatu?" Tanya Chunghee heran


"Aniyo tidak terjadi sesuatu, memangnya ada apa? Apa penampilanku aneh?" Tanya Karina, gadis itu lalu memegang wajahnya


"Aniyo,hanya saja kau terlihat lebih segar dan lebih bersemangat dari biasanya. Aku seperti melihat Karina yang dulu, Karina yang masih bersama Daejung" jelas Chunghee


Karina terkekeh, gadis itu meletakkan tasnya lalu duduk di sebelah Chunghee


"Kau tau, aku sudah berbaikan dengan Daejung" ujar Karina


"Jinjja?" Tanya Chunghee


"Em... kau benar mencintai itu tidak salah. Dan sebuah hal wajar kalau sampai rasa cinta itu tumbuh diantara kami, karena memang cinta itu datang dan tumbuh karena terbiasa bersama. Jadi aku sudah berbaikan dengan Daejung dan kami kembali berkomunikasi seperti dulu" jelas Karina


Chunghee tersenyum mendengar penuturan Karina


"Baguslah kalau kau sudah menyadarinya. Apa kau juga punya perasaan sama seperti Daejung? Kau mencintainya?" Tanya Chunghee penasaran


"Molla, aku masih ragu dengan perasaanku. Aku tidak tau apakah aku mencintainya atau aku hanya menyayanginya. Entahlah aku akan memastikannya nanti" jawab Karina


"Em kau benar, kau harus memastikannya, aku yakin suatu saat nanti kau akan paham dan akan mengerti dengan perasaanmu sendiri. Yang harus kau lakukan adalah, teruslah berkomunikasi dengan Daejung, dan jangan pernah menyangkal apapun yang kau rasakan pada hatimu, kalau hatimu mengatakan kau mencintainya maka percayalah padahal itu dan jangan pernah menyangkalnya, karena hati tidak akan ada pernah berbohong tentang perasaan" jelas Chunghee


Karina membenarkan apa yang Chunghee katakan padanya, hati memang tidak akan pernah berbohong tentang sebuah rasa


"Gomawo Chunghee-ah, kau selalu mendukungku. Aku akan mentraktirmu makan siang nanti" ujar Karina


"Sama-sama, bukankah tugas seorang sahabat adalah untuk saling mendukung dan menguatkan" ujar Chunghee dengan penuh ketulusan


Karina mengangguk dan tersenyum pada Chunghee, dia tersenyum menginat hubungannya dan Cunghee. Mereka memang sering bertengkar, tapi mereka juga saling menguatkan dan mendukung satu sama lain


Beberapa menit kemudian mereka sudah larut dalam kesibukannya masing-masing. Chunghee sibuk dengan beberapa rekam medis pasien yang ada ditangannya, sedangkan Karina sibuk dengan ponselnya, gadis itu sedang bertukar pesan dengan Daejung


From : My Beloved Daejung


Kau sudah sampai?


To : My Beloved Daejung


Aku baru saja sampai, dan sekarang masih menunggu Mina Eonni. Kau sendiri apa sudah sampai


From : My Beloved Daejung


Aku sudah sampai, apa kau sudah sarapan?


To : My Beloved Daejung


Sudah tadi di rumah bersama Chinsun Eonni


From : My Beloved Daejung


Nunna masih menginap ditempatmu?


To : My Beloved Daejung


Masih, Eonni bilang nanti sore dia akan pulang


From : My Beloved Daejung


Oh. Karina-ya aku sudahi dulu, nanti akan aku menghubungimu lagi, Sekretaris Im sudah menungguku. Kau bekerjalah dengan semangat dan jangan lupa makan siang, dan ingat kalau ada waktu beristirahatlah. Aku menyayangimu Karina-ya


To : My Beloved Daejung


Eoh, akan selalu aku ingat. Juga semangatlah bekerja dan jangan lupa makan siangmu


Setelah selesai berkirim pesan dengan Daejung, Karina memasukkan ponselnya pada saku Snelli nya, gadis itu lalu mendekati Chunghee


"Apa ini rekam medis pasien yang kemarin kita tangani?" Tanya Karina


"Em" jawab Chunghee


"Apa terjadi sesuatu padanya?" Tanya Karina lagi


"Aniyo, aku hany sedang membaca rekam medisnya saja" jawab Chunghee


Karina pun hanya menganggukkan kepalanya. Dan setelahnya terjadilah obrolan ringan antara mereka, mereka menoleh ketika mendapati Mina memasuki ruangan


"Kami hanya sedang membaca beberapa rekam medis pasien saja" jawab Chunghee


"Oh... bersiaplah ada konferensi setelah ini" ujar Mina


"Apa ada pasien darurat Eonni?" Tanya Karina


"Ada pasien dengan kasus kerusakan liver dan jantung bocor" kelas Mina


Chunghee dan Karina menganggukkan kepala mereka lalu membantu Mina menyiapkan bahan untuk Konferensi.


"Oh ya sebelum ke ruangan konferensi, kalian datanglah ke ruang rawat inap, periksa pasien, beri resep dan suntikan berdasarkan ini" ujar Mina


"Nde" jawab Chunghee dan Karina secara bersamaan


Setelahnya mereka keluar dari ruangan, dan melakukan tugas masing-masing


.


.


.


Mereka baru saja keluar dari ruangan konferensi, Karina dan Chunghee sibuk dengan ponsel masing-masing. Karina lebih dulu memasukkan ponselnya, sedangkan Chunghee masih sibuk dengan ponselnya.


Karina menatap Chunghee dengan kernyitan didahinya, ada apa dengan laki-laki itu, dari ekspresinya dapat Karina lihat kalau Chunghee sedang menahan marahnya


"Gweanchana?" Tanya Karina


"Em" jawab Chunghee


Setelahnya tidak ada pembicaraan antara mereka


"Karina-ya, aku akan pergi ke smoking area dulu" ujar Chunghee


Karina hanya mengangguk sebagai jawaban. Setelahnya mereka berpisah, Karina berjalan menuju ke bagaimananya, sedangkan Chunghee pergi menuju smoking area. Karina memasuki ruangannya


"Eoh Eonni" sapa karina ketika mendapati Mina sudah berada disana


"Karina-ya, kau sendiri? dimana Chunghee?" tanya Mina


"Dia pergi ke smoking area" jawab Karina sambil duduk di hadapan Mina


"Apa terjadi sesuatu dengannya? tidak biasanya dia pergi kesana" tanya Mina


"Molla, tadi setelah dari ruangan konferensi dia bertukar pesan dengan entah siapa, tapi sepertinya terjadi sesuatu, dari yang aku lihat dia seperti sedang menahan marah" jelas Karina


"Apa mungkin terjadi sesuatu pada hubungannya dengan Mijin" tebak Mina


"Molla" jawab Karina, dengan mengedikkan kedua bahunya


"Ah, bagaimana hubunganmu dengan Daejung? apakah masih sama?" tanya Mina mengalihkan obrolan


"Hubunganku sudah membaik Eonni, kami sudah kembali berkomunikasi seperti dulu" ujar Karina dengan penuh antusias


"Jinjja? wah chukae Karina-ya, aku ikut bahagia mendengarnya" ujar Mina


"Em gomawo Eonni" balas Karina


"Ah... ngomong-ngomong kapan Daejung pulang?" tanya Mina


"Lusa mungkin dia pulang, dia bilang ingin ikut merayakan ulang tahun pernikahan Chinsun Eonni" jelas Karina


Mina menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, mereka lalu membahas tentang beberapa hal yang akan mereka lakukan untuk operasinya esok hari


"Ah Karina-ya, kau tidak pulang?" tanya Mina


"Aku akan pulang sebentar lagi" jawan Karina dengan tangan yang mulai membereskan barang-barangnya


"Kau pulang sendiri?" tanya Mina


"Em, aku pulang naik Subway Eonni. Geura, aku sudah selesai. Kalau begitu aku pulang dulu Eonni" ujar Karina sambil bersidiri dari duduknya


"Eoh, hati-hati dijalan Karina-ya" jawab Mina


"Oke, bye-bye Eonni. Hwaithing untuk jaga malamnya" ujar Karina


Mina mengangguk sambil tersenyum,dan setelahnya Karina keluar dari ruangan tersebut


.


.


.


TBC


See you next chapture...😊