Just Us

Just Us
Chap 21



Semilir angin musim semi mulai menyapa warga Seoul, bunga-bunga mulai bermekaran dengan begitu cantik. Siang ini disalah satu taman Karina duduk termenung memandang bagaimana cantiknya bunga-bunga itu bermekaran, gadis itu memejamkan matanya, meresapi hembusan angin yang menerpa kulitnya. Pikirannya jauh melalang buana, lalu sekelebat ingatan tentang kebersamaannya dengan Daejung terlintas, rasa sesak kembali menjalari hatinya, lalu setitik air mata jatuh dipipinya


"Daejung-ah" gumamnya lirih


Tidak terasa satu tahun sudah Daejung menetap di Jepang, selama itu pula Karina harus menahan rindunya hanya demi keegoisnya yang setinggi menara eiffel dan sekokoh tembok cina, dia harus menanggung sesak didadanya selama satu tahun belakangan ini. Bahkan dia selalu mengabaikan segala pesan atau pun panggilan yang Daejung lakukan padanya, sungguh Karina begitu memiliki keegoisan yang begitu tinggi


Ddrrttt


Karina merogoh sakunya, lalu dia ambil ponselnya segera ia angkat begitu nama Chinsun tertera disana


"Yeobseyo Eonni"


"Karina-ya...eoddiga?"


"Aku sedang di taman, ada apa Eonni?"


"Apa kau sibuk hari ini?"


"Aniyo hari ini aku libur, Wae?


"Ah syukurlah, apa kau keberatan kalau untuk satu minggu ini Eonni menginap di tempatmu?"


"Benarkah? tentu saja aku tidak keberatan Eonni, aku justru sangat bahagia. Jadi kapan Eonni akan datang ke tempatku?"


"Sore ini Eonni akan pergi ke tempatmu"


"Oke, apa Eonni ingin memakan sesuatu? aku akan dengan senang hati membuatkannya untuk Eonni"


"Jinjja? em..bisakah kau membuatkanku ayam katsu?" tanya Chinsun ragu-ragu


"Tentu saja, Eonni tau aku sudah terbiasa dengan alat dapur jadi Eonni tenang saja aku pasti akan membuatnya untukmu"


"Wah...itu sebuah kemajuan yang bagus Karina-ya. Baiklah kita akhiri obrolan ini sampai disini dulu, aku harus bersiap dulu"


"Geurae, sampai bertemu nanti Eonni.. aku menyayangimu"


"Nado uri Karina-ya"


Setelahnya panggilan tertutup, Karina bergegas pergi meninggalkan taman, gadis itu menaiki subway untuk menuju supermarket dia akan berbelanja untuk membuatkan masakan untuk Chinsun. Selesai berbelanja Karina segera kembali, ia tidak ingin ketika Chinsun datang dia belum sampai dirumah.


Ponsel Karina berdering menandakan sebuah pesan masuk, tanpa ia melihat pun Karina sudah tau kalau itu Daejung, Karena gadis itu memang memberikan nada yang berbeda untuk Daejung. Gadis itu membuka pesan tersebut


"Karina-ya.... aku baru saja selesai dengan meetingku. Kau tau aku benar-benar bahagia karena perusahaan yang kemarin aku ceritakan padamu, mereka menyetujuinya dan dalam waktu dekat ini cabang hotel baru akan kami bangun. Karina-ya apa kau baik-baik saja disana? Apa kau makan dengan baik hari ini? Apa Chunghee menjagamu dengan baik? Karina-ya aku merindukanmu, setiap hari selama aku berada disini hanya pesan yang kau kirim yang aku tunggu, aku sangat berharap agar kau mau membalas pesanku, tapi kalau kau benar-benar sibuk tak apa kau bisa membalas pesanku dilain waktu ketika kau punya waktu sengang tapi Jangan terlalu terbenai dengan itu oke. Karina-ya jaga selalu kesehatanmu, kau tau kan aku sangat menyayangimu, dulu, sekarang, esok dan selamanya..."


Hati Karina seperti diremat membaca pesan yang Daejung kirim untuknya, ia sangat ingin membalas pesan yang Daejung kirim, tapi dia juga masih merasa takut entah untuk alasan yang ia sendiri tidak tau. Gadis itu mematikan ponselnya lalu dia segera turun dari dari bus ketika dia sudah sampai ditujuannya


Karina memasuki apartemennya, dia meletakkan belanjaannya pada meja pantry, lalu gadis itu pergi menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah selesai gadis itu kembali ke dapur untuk membuat masakan yang Chinsun pesan, gadis itu menggulung rambutnya dan hanya beberapa helai saja yang menjuntai karena terlepas dari ikatannya, dan beberapa menit kemudian karina sudah larut dalam kegiatan memasaknya


.


.


Kegiatan memasak Karina selesai beberapa menit lalu, kini gadis itu sedang terduduk di ruang televisi menunggu Chinsun datang. Dan beberapa menit kemudian bell pintu apartemen berbunyi, Karina bergegas membuka pintu apartemennya, begitu pintu terbuka senyuman Karina merekah mendapati Chinsun dan Baekhoo berdiri disana


"Annyeong Karina-ya" sapa Chinsun begitu dia lihat Karina membukakan pintu


"Eonni.... boghosipho" ujar Karina dengan memeluk tubuh Chinsun


"Nado... Eonni juga sangat merindukanmu Karina-ya" ujar Chinsun membalas pelukan Karina


"Ekhem, Yeobo sepertinya aku tidak terlihat disini" ujar Baekhoo


Kedua wanita itu tertawa bersama, lalu mereka bertiga memasuki apartemen Karina


"Eonni lihat aku sudah memasak apa yang Eonni pesan, jadi sekarang ayo kita makan bersama" ajak Karina


"Tentu saja, bukankah aku sudah bilang kalau sekarang aku sudah handal dengan bahan masakan" ujar Karina membanggakan dirinya


"Daebak Daejung pasti akan terkejut ketika tau kalau kau sudah bisa memasak Karina-ya" ujar Chinsun dengan antusias, tapi beberapa detik setelahnya dia menyesali apa yang ia ucapkan, karena hal itu membuat raut wajah Karina langsung berubah ketika dia menyebut nama Daejung.


Suasana masih hening setelah apa yang Chinsun katakan. Mendengar nama Daejung disebut, tiba-tiba saja Karina rindu pada sosok laki-laki tinggi tersebut, ekspresi wajahnya berubah sendu dan hal itu tidak luput dari pandangan Chinsun dan Baekhoo, sungguh Chinsun menyesal karena membawa-bawa nama adiknya itu. Melihat suasana yang menjadi canggung, Baekhoo berusaha mencairkan suasana


"Ekhem, jadi apakah kita hanya akan berdiri disini dan hanya mentapa masak-masakan ini? kalian tau cacing-cacing diperutku sudah tidak sabar untuk mencicipi masakan yang Karina buat" ujar Baekhoo memecahkan keheningan


Dan hal itu berhasil menarik perhatian dari Chinsun dan Karina, dua wanita itu tertawa mendengar penuturan Baekhoo


"Ah tentu saja tidak Oppa, mian aku melamun tadi. Sekarang Kajja kita makan sebelun cacing-cacingmu itu semakin melayangkan protes" ujar Karina


Dan setelahnya suasana mencair dan mereka bertiga pun mulai menikamti masakan Karina, sesekali terdengar obrolan disela acara makan mereka


.


.


.


Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam dan kini Chinsun dan Karina sedang duduk diruang tengah apartemen Karina, kedua wanita itu sedang menikmati drama yang ditayangkan disalah satu stasiun televisi


"Karina-ya apa besok kau berangkat pagi?" tanya Chinsun


"Em, ada apa Eonni?" tanya Karina


"Aniyo, aku hanya bertanya. Rencananya besok aku juga akan pergi ke rumah sakit" ujar Chinsun


Karina memutar duduknya menghadap Chinsun, gadis itu penasaran untuk apa Chinsun pergi ke rumah sakit


"Apa Eonni sakit?" tanya Karina penasaran


"Aniyo aku hanya ingin memastikan saja apa dia benar-benar sudah hadir disini atau belum" ujar Chinsun dengan mengusap perutnya yang masih rata


Karina mengerjapkan matanya beberapa kali, gadis itu masih mencerna apa maksud Chinsun. Setelah beberapa menit mata gadis itu membola lalu menatap Chinsun dengan penuh tanda tanya


"Mak-maksud Eonni, apa Eonni hamil?" tanya Karina


"Em, aku sudah mengeceknya dengan alat tes kehamilan dan hasilnya positif, jadi aku berinisiatif untuk memastikannya besok" jelas Chinsun


Mendengar jawaban Chinsun, Karina memeluk tubuh wanita itu dari samping


"Chukae Eonni, akhirnya dia hadir juga diantara kalian. Ah... aku sangat bahagia Eonni, Sekali lagi selamat Eonni" ujar Karina


Mereka pun saling berpelukan, sungguh Karina sangat bahagia mendengar berita kehamilan Chinsun


"Eonni besok aku akan mengantar Eonni memeriksakan aegi, aku ingin melihatnya bolehkan Eonni" pinta Karina


"Tentu saja boleh Karina-ya, besok aku akan menghubungimu kalau aku sudah sampai disana" balas Chinsun


Karina mengangguk antusias, sungguh gadis itu tidak sabar untuk melihat bayi yang ada diperut Chinsun


.


.


.


TBC


See you next chapture....😊