
Pagi ini Karina datang lebih awal, gadis itu berangkat bersama Chunghee karena sore nanti mereka berencana untuk pergi mengunjungi Eomma Karina.
Dahi Karina mengerut ketika mendapati seseorang sudah berada di Caffe, dapat ia lihat seseorang tersebut sedang menurunkan kursi dari meja. Jika melihat dari perawakannya ia yakin bahwa itu adalah Kwon Sun
"Kwon Sun-ah" panggil Karina
Dan benar saja laki-laki itu adalah Kwon Sun "eoh Nunna kau sudah datang"
"Ne aku berangkat bersama.... omo, yak Kwon Sun apa yang terjadi dengan wajahmu?" Ujar Karina terkejut begitu mendapati lebam di sudut bibir karyawan barunya itu
"Eoh ini aku..." ucapan Kwon Sun terpotong
"Apa kau berkelahi? Dengan siapa kau berkelahi? Dan yak kenapa kau berkelahi eoh" Karina memberondong Kwon Sun dengan pertanyaan
Kwon Sun tersenyum, laki-laki itu merasakan sudut hatinya menghangat mendapati kekhawatiran dari Karina
"Gweanchana Nunna ini hanya hal sepele, bukankah sudah biasa seorang laki-laki mendapat lebam seperti ini" ujar Kwon Sun
"Sepele kau bilang, kau tahu kalau sampai lukamu itu infeksi, itu akan sangat berbahaya. Ck kau ini, apa kau sudah mengobatinya?" Tanta Karina lagi
"Aku belum sempat mengobatinya, tapi sungguh ini bukan apa-apa Nunna" sanggah Kwon Sun
"Ck dasar kau ini, duduk aku akan mengobati lukamu" perintah Karina
"Tidak perlu Nunna sungguh aku..."
"Duduk. Atau kau akan aku pecat" potong Karina
Menghela nafas, akhirnya Kwon Sun mengalah dan mengikuti kata-kata Karina. Sementara gadis cantik pemilik Caffe itu pergi untuk mengambil kotak obat, setelah mendapatkannya, ia duduk tepat di depan Kwon Sun. Dengan telaten Karina mengobati luka Kwon Sun
"Apa sakit?" Tanya Karina disela kegiatannya mengobati Kwon Sun
"Aniyo" jawab Kwon Sun, sedari tadi laki-laki itu hanya terdiam dan menatap Karina dengan begitu intens, ia mengamati bagaimana cantiknya paras kekasih dari Hyung nya itu
Merasa diperhatikan Karina melirik Kwon Sun "wae?" Tanya nya
"Any, aku hanya sedang mengagumimu. Bagaimana bisa Tuhan menciptakanmu dengan begitu sempurna? Kau cantik, tapi bukan hanya wajahmu, hatimu pun juga cantik" ujar Kwon Sun
Karina menatap Kwon Sun, gadis itu tersenyum, tangannya sibuk membereskan kotak obat yang tadi ia gunakan
"Ck dari mana kau belajar merayu eoh? Kau tahu aku sudah punya kekasih jadi jangan sekali-kali mencoba merayuku. Dan kau tahu di dunia ini tidak ada yang sempurna Kwon Sun-ah, aku memiliki banyak kekurangan, kau hanya belum tahu saja" ujar Karina dengan tawa kecil diakhir kalimatnya. Gadis itu berdiri untuk kemudian berjalan mengembalikan kotak obat
"Nunna, kalau suatu saat nanti kekasihmu pergi meninggalkanmu dan memilih untuk pergi dengan wanita lain. Datanglah padaku, aku akan menerimamu dengan tangan terbuka" ucapan Kwon Sun menghentikan langkah Karina
Karina berbalik dan menatap laki-laki yang kini sedang menatapnya dengan lekat "Gomawo Kwon Sun-ah aku rasa hal itu tidak akan pernah terjadi, aku tahu bagaimana sifat kekasihku, aku mengenalnya dengan baik dan kami sudah mengalami begitu banyak cobaan yang luar biasa dalam hubungan kami, jadi aku rasa hal itu tidak akan terjadi" jawab Karina dengan mantap
"Tapi Kwon Sun-ah kalau suatu saat nanti Tuhan berkehendak lain, maka akan aku pikirkan tawaranmu" lanjut Karina dengan senyuman di akhir kalimatnya. Setelahnya gadis itu pergi untuk mengembalikan kotak obat
"Mianhae Nunna, tapi sepertinya hubungan kalian akan kembali mendapat cobaan" gumam Kwin Sun. Laki-laki itu beranjak untuk melanjutkan kembali aktifitasnya yang sempat terganggu tadi.
Siang ini Caffe begitu ramai oleh pengunjung, pengunjung yang datang didominasi oleh wanita, baik itu pelajar ataupun pekerja kantoran. Dari isu yang beredar, Caffe Karina mendapat julukan taman bunga karena visual dari karyawannya dan pemilik Caffe tersebut begitu luar biasa cantik dan tampan, tapi selain itu desain Caffe serta cita rasa dari menu di Caffe tersebut juga sangat memuaskan serta memanjakan mata dan lidah mereka. Jadi tidak heran jika banyak pengunjung yang datang.
Bunyi bel terdengar menandakan pengunjung baru saja datang, Karina menoleh pada pintu, gadis itu menyapa pengunjung tersebut
"Selamat datang ada yang bisa kami bantu" sapanya
"Apa kau melupakanku Karina-ya?" Tanya pengunjung wanita tersebut begitu sudah berada di depan meja kasir
"Nuguya?" Tanya Karina
Wanita itu membuka kacamatanya
"Eoh Eunso-ya, mianhe aku sempat tidak mengenalimu tadi. Kau kemana saja kenapa tidak pernah menghubungiku lagi?" Tanya Karina begitu mengetahui siapa wanita tersebut
Eunso tersenyum "Aku ikut Aboji pergi ke jepang, terjadi sedikit masalah dengan cabang perusahaan disana. Tapi syukurlah semuanya sudah kembali seperti sedia kala"
"Gwenchana Karina-ya, aku sudah memaafkannya. Aku paham mungkin saat itu dia sedang dalam suasana hati yang tidak baik. Sudahlah lupakan saja eoh" jawab Eunso
Karina tersenyum "gomawo Eunso-ya, sekali lagi aku minta maaf. Ah sebagai ganti aku akan mentraktirmu makan gratis di Caffeku, jadi silahkan pilih kau ingin makan apa"
"Aish tidak usah Karina-ya, aku sudah memaafkannya sungguh. Tapi karena kau menawariku baiklah aku akan memesan. Tolong buatkan aku satu hot cappucino dan satu potong tiramisu" ujar Eunso
"Call, kalau begitu duduklah, akan aku siapkan" ujar Karina
"Gomawo Karina-ya" ujar Eunso, wanita itu berjalan untuk menuju salah satu bangku
Beberapa menit dia menunggu hingga akhirnya Karina datang dengan menu yang ia pesan tadi. Karina meyajikannya di depan Eunso, setelahnya gadis cantik itu duduk di depan meja Eunso
"Wah cake ini benar-benar enak, begitu juga dengan Cappucinonya. Kau pandai membuatnya ternyata Karina" puji Eunso setelah ia mencicipi makanan tersebut
"Gomawo Eunso atas pujiannya" ujar Karina dengan senyuman
Mereka kemudian berbincang ringan, tanpa Karina sadari tangan Eunso bergerak untuk menjatuhkan kunci mobilnya
"Eoh kuncimu terjatuh, biar aku ambilkan Eunso" ujar Karina. Gadis itu sedikit membungkuk, saat tangannya berhasil meraih kunci tersebut, tiba-tiba saja minuman Eunso tumpah dan mengenai tangan Karina
"Aaaaahhhh..." pekik Karina saat merasakan panas pada tangannya
Sontak saja hal terebut menarik perhatian orang-orang sekitar, termasuk Kwon Sun yang sedang berada tak jauh dari sana. Dengan segera laki-laki itu menghampiri Karina
"Nunna gweancahana?" Tanya Kwon Sun khawatir, laki-laki itu memegang tangan Karina, ia mendapati bekas merah cukup lebar disana,
"Omo, minhae Karina aku tidak sengaja menumpahkan minumanku. Aish bagaimana bisa aku seceroboh itu. Dasar Eunso pabbo, bagiamana ini Karina, kajja kita ke rumah sakit sekarang aku akan mengantarkanmu" ujar Eunso, denga mimik wajah yang ia buat semenyesal mungkin
Kwon Sun menatap Eunso, laki-laki itu tahu siapa Eunso karena beberapa kali ia mendapati wanita tersebut berkunjung ke rumahnya. Manik sehitam jelaga itu menatap marah pada Eunso, sebelum kembali menatap Karina
"Gweancana Eunso-ya, tidak perlu ke rumah sakit. Aku bisa mengobatinya sendiri. Aku akan meminta Jobin untuk mengganti minumanmu. Kwon Sun-ah kajja bantu aku mengobati luka ini" ujar Karina
Kwon Sun mengangguk, sebelum pergi laki-laki itu melirik Eunso yang kini tanpa Karina sadari sedang bersmirk dengan wajah yang begitu menjengkelkan menurut Kwon Sun
"Wanita ular" batin Kwon Sun
Karina dan Kwon Sun kini berada di ruangan gadis cantik itu, Kwon Sun dengan telaten mengoleskan salep pada tangan atasannya itu, setelah itu dia membalut luka tersebut dengan perban
"Nunna apa dia temanmu?" Kwon Sun mencoba bertanya
"Em, lebih tepatnya teman baru karena kami baru kenal kurang lebih satu bulan ini. Wae?" Tanya Karina
"Sepertinya dia bukan orang baik Nunna, menurutku kau jangan terlalu dekat dengannya" ujar Kwon Sun
Karina terdiam, gadis itu memikirkan apa yang Kwon Sun katakan, ia kembali teringat apa yang Chunghee katakan, kekasihnya itu juga mengatakan hal yang sama dengan laki-laki yang kini ada di depannya itu
"Nunna... Karina Nunna" panggil Kwon Sun saat mendapati Karina melamun
"Eoh, ne terima kasih atas kekhawatiranmu Kwon Sun-ah" jawab Karina dengan senyum yang begitu manis
"Nunna aku harap kau mau mengikuti saranku" ujar Kwon Sun
"Ne Kwon Sun gomawo" ujar Karina
.
.
.
TBC
See you next chapture😊