
Karina dan Chinsun baru saja selesai memeriksakan kandungan Chinsun, kini mereka sedang berada di salah satu restoran di dekat rumah sakit. Kabar bahagia baru saja mereka dapati, Chinsun positif hamil dan usia kandungannya memasuki minggu ke empat, dan untuk merayakannya Chinsun mengajak Karina untuk makan siang bersama
"Eonni aku benar-benar bahagia, apa Eonni sudah memberitahukan kabar gembira ini pada Baekhoo Oppa?" Tanya Karina
"Aku belum memberitahukannya pada Baekhoo, aku akan menyampaikan berita bahagia ini nanti saat ulang tahun pernikahan kami, aku akan menjadikannya kejutan. Aku juga akan meminta Daejung untuk pulang" jelas Chinsun
Karina memunduk mendengar nama Daejung, Chinsun yang menyadari perubahan pada Karina. Wanita itu lalu mengenggam tangan Karina, dan hal itu berhasil membuat Karina menoleh padanya, gadis itu mencoba untuk tersenyum pada Chinsun
"Jangan tersenyum kalau kau tidak ingin melakukannya, jangan pernah memaksakan sebuah senyuman untuk terlihat baik-baik saja Karina-ya. Menangislah kalau kau ingin menangis" ujar Chinsun
"In-ini sakit Eonni" ujar Karina dengan mata yang mulai berembun
"Gwaenchana, menangislah Karina-ya. Kau boleh menangis, jangan menahannya lagi" ujar Chinsun, wanita itu menarik Karina kedalam dekapannya, ia usap punggung Karina. Dan tak butuh waktu lama terdengar isak tangis dari Karina
"Yeogi Apayo" ujar Karina dengan memukul dadanya
Chinsun semakin mengeratkan peluakannya pada Karina, kakak Daejung itu paham apa yang Karina rasakan. Dia tau selama ini Karina sebenarnya juga mempunyai rasa lebih dari sekedar sahabat pada adiknya, tapi Chinsun tau gadis itu masih bingung dengan perasaannya sendiri, dan kini dia akan pastikan rasa itu pada Karina
"Eonni paham apa yang kau rasakan Karina-ya, kau bisa berbagi cerita pada Eonni kalau kau merasa sudah tidak sanggup lagi, jangan pendam sendiri Karina. Eonni disini untukmu, jadi ceritakan semua yang kau rasakan pada Eonni Karina-ya" ujar Karina
"Ak-aku merindukan Daejung Eonni, aku sangat merindukannya. Ak-aku tidak bisa jauh darinya Eonni" ujar Karina disela tangisannya
Chinsun tidak bisa lagi menahan airmatanya, wanita itu ikut menangis. Beruntung restoran yang mereka kunjungi sepi pengunjung, karena jam makan siang sudah selesai sepuluh menit lalu, dan beruntungnya lagi mereka memilih tempat duduk yang berada diujung jadi tidak akan ada yang curiga
"Aku tidak tau apa yang aku rasakan Eonni, aku sangat menyayangi Daejung, aku merasa sudut hatiku terasa kosong ketika tidak bersamanya, setiap bangun tidur hanya pesan dari Daejung lah yang selalu aku tunggu, aku merasa hampa setelah Daejung pergi, ak-aku membutuhkan Daejung Eonni. Tapi rasa takut ini menyiksaku, katakan apa yang harus aku lakukan sekarang Eonni" Akhirnya Karina meluapkan semua perasaan yang selama ini dia pendam
Chinsun terkekeh mendengar penuturan Karina, benar saja dugaannya kalau selama ini Karina memang sudah menyimpan rasa pada Daejung, hanya saja gadis itu belum menyadarinya
"Karina-ya, apa kau pernah merasakan seperti apa itu jatuh cinta?" Tanya Chinsun pada Karina
Karina menyeka airmatanya, gadis itu menegakkan punggungnya lalu dia menatap Chinsun. Gadis itu menggeleng polos sebagai jawaban atas pertanyaan Chinsun
"Kau tau apa yang kau katakan tadi adalah sebuah perasaan cinta. Atau dengan kata lain, kau sebenarnya sudah menyimpan rasa lebih pada Daejung" jelas Chinsun
"Tapi aku tidak merasakan debaran pada hatiku ketika aku bersama Daejung, aku juga tidak merasakan kupu-kupu berterbangan diperutku Eonni" jelas Karina dengan polosnya
Lagi-lagi Chinsun dibaut terkekeh dengan jawaban polos Karina, wanita itu lalu mengusap kepala Karina
"Daejung" jawab Karina
"Lalu siapa orang pertama yang kau datangi ketika kau sedang merasa bahagia?" Tanya Chinsun sekali lagi
"Daejung" jawab Karina tanpa ragu
"Dan terakhir, siapa orang yang ingin selalu lau pastikan kebahagiaannya?" Tanya Chinsun untuk meyakinkan Karina
"Daejung" dan lagi-lagi Karina menyebutkan nama Daejung
"Jadi apakah kau sudah paham sekarang Karina? Perasaan cinta itu tidak selalu diawali dengan perasaan seperti debaran pada dada atau lain sebagainya. Karena tindakan saja sudah cukup menunjukkan kalau rasa cinta itu sudah tumbuh dihati kita. Karina-ya aku paham betul dengan ketakutanmu, tapi akan sampai kapan kau terus merasa takut seperti ini? Tanpa kau sadari justru ketakutanmu lah yang memisahkan dirimu dengan Daejung Karina" jelas Chinsun
Karina menunduk, lalu ingatan kembali berputar ketika Daejung memintanya untuk datang ke Caffe langganan mereka sebelum Daejung berangkat, tapi gadis itu tidak datang menemui Daejung. Padahal saat itu Daejung sudah menunggunya sampai laki-laki itu hampir tertinggal pesawat karena terlalu lama menunggu Karina. Rasa bersalah di hati Karina semakin membesar, lalu airmata kembali membasahi pipinya
"Karina-ya kau bisa memperbaiki semuanya. Belum terlambat untukmu kembali menjalin hubungan dengan Daejung. Kalau kau bingung memulainya dari mana, alangkah lebih baik kalau kau mulai dari membalas pesan yang Daejung kirimkan padamu?" Ujar Chinsun berusaha untuk membesarkan hati Karina
Karina menatap Chinsun dengan mata basahnya. Benar juga apa yang dikatakan Chinsun, selama ini mungkin dia sudah mencintai Daejung hanya saja dia terlalu acuh dan berusaha untuk menghiraukan perasaannya. Dia balas genggaman tangan Chinsun, gadis itu lalu mengangguk dan memeluk Chinsun
"Kau benar Eonni, selama ini aku sudah mencintai Daejung meski aku ragu akan hal itu. Mungkin aku yang terlalu abai dengan perasaanku dan aku yang terlalu awam akan perasaan ini. Ak-aku akan mencoba memperbaiki semuanya Eonni, aku akan melakukan apa yang Eonni sarankan. Gomawo Eonni aku menyayangimu" ujar Karina
"Sama-sama sayang, sudah tugasku untuk meluruskan semuanya. Sekarang tersenyumlah dan balaslah pesa Daejung, aku yakin laki-laki itu pasti sudah menunggu balasanmu" ujar Chinsun
Karina pun mengangguk antusias, gadis itu bertekat untuk memperbaiki hubungan dengan Daejung. Dia harus memulainya terlebih dulu. Ah tiba-tiba saja wajah Daejung terlintas dalam pikirannya, dan hal itu membuat Karina semakin merindukan Daejung
.
.
.
TBC
See you next chapture....😊