
Daejung mengerjapkan matanya sebentar, laki-laki itu membiasakan sinar matahari yang merambat masuk melalui celah tirai jendela yang sedikit terbuka. Laki-laki itu memang selalu bangun dipagi hari, hal itu sudah biasa dia lakukan karena dia harus membuatkan sarapan untuk Karina dan tentu saja dia juga harus membangunkan putri tidurnya itu.
Ah ngomong-ngomong tentang putri tidur Karina, gadis itu masih berada dalam buaian mimpinya. Daejung menoleh kesamping, lalu pandangannya jatuh pada Karina dan Chunghee. Sudut bibir laki-laki itu terangkat dan membentuk sebuah senyuman penuh arti, ia tersenyum ketika mendapati posisi tidur kedua sahabatnya itu, dimana Karina yang tidur menyamping dengan tangan memeluk tubuh Chunghee layaknya sebuah bantal guling. Sedang sahabatnya yang lain tidur dengan posisi terlentang dengan satu tangan yang dijadikan bantalan oleh Karina dan satu tangan lagi dia gunakan untuk menutup setengah wajahnya. Tak ingin menganggu dua orang yang berarti dalam hidupnya itu, Daejung kemudian turun dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia yakin pasti nanti ketika kedua sahabatnya itu terbangun akan terdengar suara gaduh dari mereka berdua.
"AAAAAAA" pekik Chunghee
Benar bukan apa yang Daejung katakan tadi, pasti Chunghee akan berteriak. Daejung terkekeh dalam kamar mandi, dia yakin pasti setelah ini akan ada adu argumen antara kedua sahabatnya.
Sedangkan diatas ranjang Chunghee terduduk dan menatap tajam pada Karina yang masih mengeliat dia atas ranjang
"Wae?" Tanya Karina dengan polosnya
"Kau... apa yang kau lakukan padaku eoh" tanya Chunghee dengan bersungut emosi
Karina menguap, gadis itu lalu mengerjapkan matanya beberapa kali, setelahnya dia tatap Chunghee yang sedang bersungut marah, gadis itu lalu tersenyum begitu manis di pagi ini
"Bantu aku bangun Chunghee -ah" pinta Karina dengan tangan yang terulur, dengan maksud meminta Chunghee untuk meraihnya
Chunghee mendengus kesal, tapi meski begitu laki-laki itu tetap menarik Karina dan membantunya bangun
"Wae? Kenapa kau marah-marah di pagi yang cerah ini eoh?" Tanya Karina
"Apa yang kau lakukan semalam eoh?" Kenapa pagi ini kau bisa memeluk tubuhku?" Tanya Chunghee
"Nugu? Aku? Tidak mungkin aku memelukmu, kalau aku memang mau memeluk salah satu diantara kalian, tentu saja aku akan memeluk Daejung dari pada harus memeluk laki-laki menyebalkan sepertimu" ujar Karina
"Tapi kenyataannya kau memang memelukku tadi" kekeh Chunghee
"Aku tidak memelukmu, dan aku tidak merasa memelukmu" ujar Karina
"Tapi kenyataannya kau iya" ujar Chunghee
"Aku tidak"
"Kau iya"
"Aku tidak"
Kedua orang itu masih saling beradu argumen, Chunghee masih dengan keyakinannya begit pun dengan Karina.
KKLLEEKK
Pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan sosok Daejung disana yang baru saja selesai dengan acara mandinya
"Yak!" Pekik Chunghee, laki-laki itu lalu menutup mata Karina
"Wae?" Tanya Karina yang terkejut karena tindakan tiba-tiba dari Chunghee
"Yak apa kau gila eoh? Bisa-bisanya kau keluar dengan keadaan telanjang seperti itu" ujar Chunghee pada Daejung
"Perlu aku luruskan Chunghee-ah, aku tidak telanjang, aku melilitkan handuk pada pinggangku" balas Daejung dengan santainya, laki-laki itu masih mengusap rambut basahnya dengan haduk kecil
"Tetap saja, bagaimana kau bisa keluar dari kamar mandi dengan keadaan seperti itu. Kau memang melilitkan handuk pada pinggangmu, tapi kalau boleh aku ingatkan lagi, kau tidak memakai baju" ujar Chunghee dengan penekanan diakhiri kalimatnya
"Hah, lalu aku harus bagaimana lagi eoh? Pakaianku ada di walk in closet. Lagi pula aku sudah biasa seperti ini" balas Daejung
"Tak masalah kalau di kamar ini hanya ada kita berdua, tapi ini ada Karina" sungut Karina
"Ya,ya,ya tetserah kau sajalah. Aku akan ganti baju" ujar Daejung
"Tunggu" pekik Karina, gadis itu lalu menarik tangan Chunghee dari matanya, dia kemudian turun dan berlari keluar dari kamar tersebut
"Molla" jawab Daejung
Tak berapa lama, gadis itu kembali masuk ke kamar tersebut dengan menenteng dua buah papaerbag di tangannya, gadis itu lalu memberikannya pada kedua laki-laki disana. Gadis itu kemudian duduk di ujung ranjang
"Apa ini?" Tanya Chunghee dan Daejung bersamaan setelah mereka menerima paperbag tersebut
"Itu pakaian yang harus kalian pakai hari ini. Kalian ingatkan kalau hari ini kita akan melakukan rencana yang semalam aku jelaskan" jawab Karina
"Darimana kau mendapatkannya?" Tanya Chunghee yang merasa penasaran
"Ck kau tidak perlu tau, pakai saja itu dan jangan banyak bertanya" jawab Karina
"Yak! Tentu saja aku harus bertanya darimana kau mendapatkannya, seingatku sedari pulang dari rumah sakit kita selalu bersama. Jangan katakan kalau kau mencurinya dari tetangga apartemenmu" ujar Chunghee
"Yak! Mana mungkin aku memberikan barang pada sahabatku dari hasil curian. Aku meminta Ahn Ahjussi untuk membelikannya semalam, dan semalam saat kalian sibuk sendiri-sendiri, Ahn Ahjussi mengantarnya" jelas Karina tak terima dengan tuduhan yang Chunghee berikan padanya
Chunghee merasa bersalah dengan apa yang dia katakan pada Karina, laki-laki itu lalu mendekat pada Karina lalu meraih tangan gadis itu
"Mianhe" ujarnya penuh sesal
Karina menatap Chunghee, gadis itu lalu tersenyum dan mengangguk. Pandangan mereka bertemu dan saling terkunci. Cukup lama pandangan mata itu saling terkunci, kalau saja Daejung tidak berdeham maka pandangan mata itu pasti masih akan terjalin lebih lama
"Apa kalian masih akan terus saling menatap seperti itu?" Tanya Daejung memecah keheningan
Kedua orang itu saling memalingkan pandangan, Chunghee menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Laki-laki itu lalu berdeham. Setelahnya dia kembali menatap Karina
"Yak kau masih belum menjawab pertanyaanku gadis kecil" ujar Chunghee
Karina menoleh pada Chunghee begitu pun dengan Daejung
"Pertanyaan apa?" Tanya Karina penasaran, seingatnya tadi Chunghee tidak bertanya padanya
"Tentang kenapa tadi saat aku terbangun kau memelukku" jawab Chunghee
Daejung memutar malas bola matanya, laki-laki itu kemudian melenggang memasuki walk in closet untuk memakai pakaian yang Karina berikan. Telinganya sudah kebal mendengar pedebatan kedua sahabatnya itu. Mereka akan berdebat, saling memekik kesal kemudian berakhir dengan Chunghee yang mengalah dan meminta maaf pada Karina. Hal itu sudah seperti aktivitas rutin yang harus ada di setiap harinya.
Daejung dan Chunghee sedang menunggu Karina keluar dari kamarnya. Mereka sudah mengenakan pakaian yang Karina berikan. Pakain itu cukup simpel, hanya kaos pendek berwarna hitam polos, celana jeans hitam dengan kemeja bermotif kotak-kotak yang dipadukan dengan sepatu sneakers dan dilengkapi dengan topi baseball. Hanya dengan penampilan simpel seperti ini, mereka berdua benar-benar terlihat begitu tampan.
sembari menunggu mereka membicarakan tentang banyak hal, termasuk membicarakan tentang tingkah ajaib Karina.
"Ck berapa lama lagi kita harus menunggu gadis itu. Aku penasaran apa yang sedang dia lakukan didalam sampai kita harus menunggunya hampir setengah jam, padahal kita hanya akan pergi ke taman hiburan bukan menghadiri sebuah pesta" ujar Chunghee
"Bersabarlah sebentar lagi, kau tau bukan kalau seorang wanita itu harus selalu terlihat sempurna dimana pun, kapan pun dan bagaimana pun keadaannya" jawan Daejung, laki-laki itu lalu menyesap kembali kopinya
Merasa bosan dan habis kesabaran, Chunghee pun beranjak dari kursinya dan berjalan menuju Kamar Karina. Laki-laki itu mengetuk pintu berwarna coklat tersebut. Dan tak berapa lama, Karina pun membuka pintu kamar tersebut. Dan betapa terkejutnya Chunghee melihat penampilan Karina
"Yak!" Pekik Chunghee
.
.
.
TBC
See you next chapture...😊