
Siang ini Daejung meminta Hye in untuk bertemu di salah satu Restoran yang biasa mereka datangi, dan dengan senang hati tentu saja Hye in datang, gadis itu berpikir bahwa Daejung memintanya untuk bertemu karena laki-laki itu ingin memeinta maaf padanya, jadilah dia datang lebih awal ke Restoran tersebut.
Setelah hampir lima belas menunggu akhirnya Daejung datang juga, laki-laki itu mengedarkan pandangannya, setelah melihat Hye in melambaikan tangan, segera dia berjalan menghampiri Hye in. Melihat Daejung yang sudah didepannya, Hye in berdiri lalu ia peluk kekasihnya itu, ketika ia akan mengecup pipi Daejung, tiba-tiba saja laki-laki itu melengos dan menghindari kecupan dari Hye in, mendapat penolakan seperti itu, Hye in terkekeh sinis, tangannya terkepal erat lalu setelahnya gadis itu kembali duduk
"Hye in-ah aku memintamu untuk bertemu karena ada hal yang ingin aku sampaikan padamu" ujar Daejung begitu dia duduk berhadapan dengan Hye in
"Wae? apa kau ingin meminta maaf padaku karena hal kemarin? aku sudah melupakannya honny. Jadi dari pada kita membahas hal yang tidak penting, bukankah lebih baik kita pergi jalan-jalan saja?" balas Hye in dengan nada yang ia buat semanja mungkin
"Aniyo, aku ingin mengakhiri hubungan ini. Hye in-ah mari kita akhirnya semuanya sampai disini, aku sudah tidak bisa lagi Hye in-ah, sikapmu sudah keterlaluan Hye in, bukakah sering aku katakan untuk tidak menganggu Karina. Aku sudah mengikuti kemauanmu untuk
kita kembali bersama tapi kau..." Daejung menghela nafasnya
"Andwae Daejung-ah...Andwae aku tidak mau, ak-aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Ja-jadi aku mohon janga akhiri hubungan ini Daejung-ah" pinta Hye in dengan penuh permohonan
"Mianhe Hye in-ah tapi aku sudah tidak bisa percaya lagi padamu, setelah apa yang terjadi"
Daejung baru saja berdiri dari duduknya, laki-laki itu baru saja akan melangkah, tapi hal itu ia urungkan ketika Hye in kembali berujar
"Kau tidak bisa melakukan ini Daejung, kau tidak lupa bukan dengan apa yang sudah Appa ku lakukan untuk perusahaanmu" ujar Hye in dengan sombongnya
Rahang Daejung mengeras mendengar penuturan Hye in, laki-laki kemudian menghampiri Hye in dan berdiri didepan gadis itu, Hye in tersenyum penuh kemenangan karena Daejung kembali menghampirinya
"Tentu saja, aku tidak akan pernah melupaka apa yang ayahmu lakukan pada perusahaanku. Ayahmu membuat perusahaan Appa ku berada diujung tanduk, lalu dengan langkah angkuhnya, dia menawarkan bantuan untuk memulihkan perusahaan Appa, lalu setelah perjanjian dilakukan dia memaksa agar aku mau menjadi kekasih dari putrinya. Ck, benar-benar trik yang luar biasa. Chukae , kau mempunyai seorang ayah yang luar biasa menyayangimu sampai-sampai rela berbuat licik untuk kebahagiaan putrinya ini" ujar Daejung
Tangan Hye in terkepal erat gadis itu berusaha untuk menahan emosinya, dia merasa dipermalukan dengan kata-kata Daejung.
Daejung kembali mendekati Hye in, lalu laki-laki itu sedikit membungkuk dan membisikan sesuatu yang membuat Hye in membolakan matanya karena tidak percaya
"Aku bisa melakukan itu, Aku bisa mengakhiri hubungan ini, jangankan untuk mengakhiri hubungan ini, membuat perusahaan ayahmu gulung tikar pun aku mampu melakukannya. Karena kau tau, ayahmu telah menjual lima puluh lima persen saham perusahaannya padaku, jadi dengan satu perintah saja aku sudah mampu membuatmu jatuh Hye in-ah. Jadi lain kali berpikirlah sebelum bertindak" ujar Daejung diakhiri dengan smirk andalannya, laki-laki itu mengusap kepala Hye in sebelum pergi meninggalkan gadis itu
Hye in terduduk dengan perasaan kaget yang luar biasa, wanita itu benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja Daejung katakan. Dengan langkah tergesa Hye in meninggalkan Restoran, Wanita itu mengendarai mobilnya dengan cepat, agar bisa segera sampai di Kantor ayahnya untuk memastikan semuanya
.
.
.
Hari minggu ini Karina dan Daejung habiskan untuk pergi ke taman bermain. Sebenarnya ini adalah permintaan dari Karina, gadis itu mengatakan kalau dia masih merindukan Daejung dan ingin menghabiskan hari liburnya dengan Daejung, dan tentu saja Daejung dengan senang hati mengabulkannya. Pagi ini Daejung sudah berada di Apartemen Karina menunggu gadis itu bersiap-siap.
"Daejung-ah...Kajja kita berangkat"
Daejung menoleh pada Karina, laki-laki itu dibuat tidak berkedip dengan penampilan Karina, gadis cantik itu mengenakan celana jeans berwarna hitam yang ia lipat dua bagian bawahnya, lalu gadis itu padukan dengan atasan crop top berwarna putih, gadis itu memilih sepatu kets untuk jalan-jalannya hari ini, dan tak lupa gadis itu juga mengenakan bucket hat dari brand yang sama seperti yang Daejung pakai, sungguh Karina benar-benar terlihat sangat cantik apalagi dengan rambut yang ia gerai dan hanya tertutup bucket hat
"Wae Daejung-ah? apa ada yang aneh dengan penampilanku?" tanya Karina dengan memutar tubuh rampingnya
"Aniyo, kau sangat cantik" puji Daejung
"Tentu saja, bukankah sedari dulu aku memang cantik" balas Karina dengan percaya diri
Daejung tertawa, dia dekati Karina dan dia rengkuh bahu sang sahabat untuk keluar dari apartemen, mereka harus segera bergegas sebelum hari semakin siang
.
.
.
Sementara itu di lain tempat, tepatnya disebuah Mansion Hye in masih saja melampiskan segala emosinya atas kejadian kemarin, dimana setelah dia mengetahui kebenarannya secara langsung dari ayahnya, gadis itu meluapkan segala kekesalannya, malam itu dia pergi kesebuah Bar, dan pulang dalam keadaan mabuk berat.
"Hye in-ah berhenti membuat masalah" bentak ayah Hye in ketika dia melihat kamar putrinya sudah tidak karuan
"Masalah? semua ini salah Appa, kenapa Appa menjual saham kita pada Daejung? kenapa tidak Appa jual saja saham itu pada orang lain" pekik Hye in tak kalah emosi
"Karena hanya perusahaan Daejung dapat membantu kita Hye in-ah, hanya perusahaannya yang mampu membeli saham kita dengan harga tinggi. Mau tidak mau Appa harus menerimanya sebelum perusahaan kita gulung tikar. Jadi Hye in terima saja apa yang Daejung katakan lupakan dia, di dunia ini masih banyak laki-laki lain yang bisa kau kencani. Hye in-ah suka tidak suka kau harus melepaskan Daejung, sebelum laki-laki itu menarik semua sahamnya, dan kita berakhir menjadi seorang gelandangan. Dan ingat jaga sikapmu, kalau sekali lagi kau membuat masalah, Appa tidak akan segan-segan mengirimmu ke luar negeri" Setelahnya ayah Hye in keluar dari kamar tersebut, meninggalkan Hye in yang memekik kesal
"Aku tidak akan pernah melepasmu Daejung, apa yang sudah menjadi milikku maka selamanya akan menjadi milikku. Kita lihat saja apa yang bisa aku lakukan untuk memisahkan kalian. Karina kali ini kau akan menerima akibatnya karena telah mengambil apa yang menjadi milikku" ujar Hye in dengan Smirknya
.
.
.
TBC
See you next chapture....😊