Just Us

Just Us
Chap 26



Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, tapi Karina masih bergelung dibawah selimut hangatnya. Belum ada tanda-tanda gadis itu akan bagun dari tidurnya.


Bel apartemennya berbunyi terus-menerus. Inginnya Karina mengabaikannya, tapi ketika dia mendapati jam sudah menunjukkan pukul sembilan lebih, dengan berat hati Karina bagkit dari ranjang empuknya. Gadis itu mencepol asal rambutnya lalu segera keluar dari kamar


Karina membuka pintu apartemen tanpa melihat intercom untuk mengetahui siapa yang datang. Dengan mata sedikit terpejam, Karina membuka pintunya


"Nuguseyo?" Tanyanya


"Yak! Kau baru bangun? Dasar gadis pemalas" jawab Chunghee


Karina membuka matanya, gadis itu lalu tersenyum pada Chunghee


"Eoh Chunghee-ah" setelah megatakan itu, Karina melenggang masuk meninggalkan Chunghee


"Aish, dasar gadis itu" gumam Chunghee sambil berjalan masuk menyusul Karina


Chunghee duduk di kursi pantry yang tersedia, laki-laki itu meletakkan barang bawaannya, di meja pantry. Lalu dia tatap Karina, gadis itu berdiri didepan kulkas dengan satu gelas susu ditangannya


"Mau susu?" Tawar Karina


Chunghee menggeleng. Karina mengangkat bahunya acuh mendapat jawaban dari Chunghee. Gadis itu lalu mulai meneguk susu tersebut


"Ah..." ujar Karina setelah meneguk susu


"Apa memang sesiang ini kau bangun Karina?" Tanya Chunghee


"Aniyo... wae?" Tanya Karina setelah gadis itu meletakkan gelasnya


"Tidak, aku hanya bertanya. Kau mandilah, aku sudah bawakan sarapan" ujar Chunghee


"Aigo... kenapa kau tiba-tiba baik seperti ini eoh? Kau pasti merencanakan sesuatu ya..." tuduh Karina


"Yak! Apa-apa itu. Kau mau tidak, kalau tidak ya sudah lebih baik aku berikan pada Mina Nunna" ujar Chunghee


"Andwae.... oke aku menerimanya. Kau tunggu disini dan.... siapkan pula makanannya oke Chunghee-ah" pinta Karina, dengan wajah yang ia buat semanis mungkin


Chunghee mengerjapkan matanya bebebrapa kali, tanpa ia sadari desiran halus menyapa hatinya, melihat tingkah Karina yang seperti itu. Laki-laki itu menggelengkan kepalanya, dia berdehem sebentar lalu kembali menatap Karina


"Ck dasar, mandilah kau sangat jelek kalau seperti itu" ujar Chunghee dengan tangan yang sibuk mengeluarkan makanan yang ia bawa tadi


"Ck, mana ada gadis yang terlihat cantik ketika bangun tidur. Kau tau justru seperti ini lah yang disebut dengan kecantikan alami, dan kau tahu Daejung sangat menyukaiku dengan wajah yang seperti ini. Katanya mau seperti apapun keadaanya aku akan selalu terlihat cantik" ujar Karina


Chunghee memutar bola matanya malas


"Itu karena dia hanya ingin membuatmu bahagia saja. Sudahlah kau banyak bicara, aku heran bagaimana bisa Daejung bisa tahan dengan dirimu yang cerewet seperti ini" ujar Chunghee


"Yak!! Kau menyebalkan" pekik Karina, setelah itu dia memilih pergi kembali ke kamarnya dengan kaki yang dihentakkan dengan keras


Setelah Karina pergi meninggalkannya, Chunghee memegang dadanya


"Apa-apan perasaan ini, tidak mungkinkan aku merasakannya pada Karina" monolog Chunghee


.


.


.


Chunghee sudah selesai menata sarapannya dan Karina, tujuannya datang adalah untuk mengucapkan terimakasih sekaligus sarapan bersama Karina


Sembari menunggu Karina, laki-laki itu menatap sekeliling tempat tersebut. Dia tersenyum ketika mendapati foto Karina dan Daejung sudah kembali gadis itu pasang. Setahun ini selama Karina dan Daejung tidak berkomunikasi, gadis itu melepas semua foto mereka, dan kini setelah mereka kembali bersama Karina kembali memasang foto tersebut. Sungguh gadis itu benar-benar masih seperti anak kecil


"Apa kau sedang mengagumi kecantikanku? Yak Chunghee-ah, kalau kau mau mengagumiku lakukan secara langsung jangan hanya menatapku melalui foto" ujar Karina


"Ck percaya diri sekali kau ini" jawab Chunghee


"Tentu saja, aku kan sahabatnya Daejung, tentu aku percaya diri" jawab Karina


"Ya,ya,ya terserah kau saja lah" jawab Chunghee


Setelahnya tidak terjadi obrolan lagi diantara mereka. Mereka terlalu sibuk menikmati sarapan yang Chunghee bawa. Sampai tiga puluh menit kemudian mereka selesai dengan acara sarapannya.


Kini Chunghee dan Karina sedang berada dalam mobil, setelah selesai sarapan mereka memutuskan untuk berangkat menuju rumah sakit. tapi sebelumnya mereka pergi ke Caffe untuk membeli kopi


"Em, gomawo sudah menolongku semalam" jawab Chunghee


"Ne, bukankah kita memang harus saling membantu? Lagi pula semalam Baekhwa juga membantuku" jelas Karina


"Baekhwa?" Tanya Chunghee heran


"Em, semalam waktu aku menunggu taxi, dia menghampiriku dan menawarkan untuk membawamu pulang.  Aku sempat menolak, tapi karena beberapa alasan aku menerima tawarannya" jelas Karina sekali lagi


"Ah dia belum berubah ternyata" gumam Chunghee


"Apa maksudmu?" Tanya Karina, gadis itu lalu menoleh pada Chunghee


"Kau tau, semenjak kalian berpisah dia selalu pergi ke Bar. Dia baru akan pulang kalau sudah mabuk berat dan kau tau, nama yang selalu dia panggil adalah namamu, dia terus menggumamkan kata maaf padamu. Sepertinya dia sangat menyesal Karina" ujar Chunghee


"Ck, dari mana kau tau kalau dia sangat menyesal" tanya Karina


"Apa kau lupa, kami bersahabat dulu. Apapun yang dia rasakan selalu dia ceritakan padaku termasuk hubungan kalian dan bagaimana hubungan itu bisa kandas. Karina-ya, tidak bisakah kau memaafkannya? Ini sudah sangat lama berlalu dan dia juga sangat menyesali perbuatannya dulu. Yang aku lihat dia sudah sangat berubah Karina. Kalau dia kemarin pergi ke Bar, itu berarti dia sedang tidak baik-baik saja" ujar Chunghee


Karina menghembuskan nafasnya, lalu ia alihkan pandangannya pada jalanan Seoul.


.


.


.


Mereka sudah sampai di basment rumah sakit, sebelum keluar Chunghee menahan tangan Karina


"Karina-ya... mian bukan maksudku untuk mencampuri urusanmu. Aku hanya ingin yang terbaik untuk hubungan kalian. Aku tidak ingin kau terus berlarut dalam kubangan masa lalumu,  aku hanya ingin kau melupakan masa lalu yang menyakitkan itu" ujar Chunghee


Karina tersenyum "Gweanchana Chunghee-ah. Aku tau maksudmu, jadi kau tidak perlu minta maaf. Kau benar, aku akan berusaha melakukannya"


Chunghee tersenyum mendengar jawaban Karina


"Kau memang yang terbaik Karina-ya" balas Chunghee


"Tentu saja... kau baru tau ya..." ujar Karina dengan penuh percaya diri


"Ck menyesal aku memujimu" ujar Karina


Karina tergelak tawa mendengar penuturan Chunghee.


Mereka lalu berjalan beriringan memasuki rumah sakit, mereka sesekali bercanda dan saling mengoda, hingga terdengar pekikan dari Karina. Mereka memasuki lift, saat pintu besi itu hampir tertutup tiba-tiba sebuah tangan menghentikannya. Sontak Karina dan Chunghee menatap si pelaku


"Eoh Baekhwa" panggil Chunghee


"Annyeoung Chunghee-ah, Karina-ya" sapa Baekhwa


Karina hanya menganggukkan kepalanya, Baekhwa tersenyum getir mendapati respons Karina


"Kau sudah lebih baik?" tanya Baekhwa pada Chunghee


"Em, terimakasih untuk bantuanmu semalam" balas Chunghee


"Ne sama-sama" balas Baekhwa


Lalu setelahnya terjadi obrolan diantara dua laki-laki itu, sedangkan Karina dia hanya berdiri di belakang dengan terus memainkan ponselnya, gadis itu sedang bertukar pesan dengan Daejung


.


.


.


TBC


See you next chapture....😊