Just Us

Just Us
Chap 14



Daejung duduk dengan wajah pucatnya, laki-laki itu baru saja turun dari roller coster. Daejung takut ketinggian, tadi dia sempat menolak ajakan Karina, tapi gadis itu terus saja memaksanya, dan dengan berat hati Daejung pun menaiki wahana tersebut. Berbeda dengan Daejung yang merasa lemas setelah menaiki wahana tersebut, Karina justru tersenyum begitu lebar,gadis itu benar-benar bahagia, gadis itu duduk disebelah Daejung, ia usap punggung tegap Daejung


"Kau hebat Daejung-ah, aku sangat bangga" ujar Karin menahan tawanya


Karina tertawa puas melihat wajah pucat Daejung, gadis itu bahkan tertawa terbahak-bahak sampai sudut matanya mengeluarkan airmata. Tawa Karina berhenti ketika dia mendapat tatapan tajam dari Daejung


"Oke, oke aku akan berhenti tertawa" ujar Karina dengan membekap mulutnya, berusaha menahan tawanya.


Tapi hal itu sia-sia saja karena Karina kembali tertawa, bagaimana bisa laki-laki seperti Daejung bisa begitu takut menaiki Roller coster? Merasa kesal, Daejung pun pergi meninggalkan Karina


"Yak! Daejung-ah..." Gadis itu berlari menyusul Daejung yang sudah berjalan menjauh


"Kau marah?" Tanya Karina begitu dia bisa menyusul langkah Daejung


Daejung berhenti lalu dia tatap Karina, "Menurutmu?" Tanya Daejung dengan melipat kedua tangannya didepan dada


Karina memasang pose berpikir, gadis itu mengetuk dagunya dengan jari telunjuk, gadis itu lalu tersenyum. Dia lalu mendekati Daejung dan meminta Laki-laki itu sedikit membungkuk agar dia bisa membisikkan sesuatu


"Mianhe Daejung-ah, Aku menyayangimu" ujar Karina, gadis itu juga menyempatkan satu kecupan di pipi Daejung, setelahnya gadis itu berlari menjauh dari Daejung


Sedangkan Daejung mematung ditempatnya, desiran halus menjalari hatinya. Laki-laki itu lalu menyentuh pipi yang Karina cium tadi, ia tersenyum begitu lebar hingga dimpel di pipinya terlihat


"Daejung-ah...apa kau masih ingin terus disitu?" panggil Karina


Daejung tersadar, lalu ia berjalan menyusul Karina


.


.


.


Hari sudah semakin sore, langit juga sudah mulai mendung sepertinya malam ini hujan akan menyapa kota Seoul. Jadi sebelum hujan turun Karina dan Daejung memutuskan untuk pulang, tadi setelah bermain roller coster mereka menaiki beberapa wahana, tak lupa mereka juga berfoto di beberapa spot foto yang tersedia, hari ini Karina benar-benar bahagia, bahkan sampai sekarang pun gadis itu tanpa lelah terus mengumbar senyum manisnya


"Daejung-ah, aku benar-benar bahagia hari ini. Sudah lama sekali aku ingin pergi ke taman bermain, hah...aku rasa lain kali kita harus pergi kemari lagi"


"Aku tau kau sangat bahagia, kau bahkan tidak berhenti tersenyum sedari tadi" cibir Daejung


"Wae? kau tidak suka melihatku tersenyum?" sungut Karina


"Tentu saja aku suka, bahkan aku sangat-sangat menyukai senyummu itu. Tapi aku tidak suka dengan tatapan mereka padamu, lihat para laki-laki itu sedari tadi memperhatikanmu" ujar Daejung dengan bisikan di akhir kalimatnya


Sontak Karina pun mengedarkan pandangannya, benar kata Daejung beberapa laki-laki yang sedang menunggu bis itu memperhatikannya. Gadis itu tersenyum kikuk, ia mengaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu ia apitkan lengannya dengan lengan Daejung, dia semakin merapat pada Daejung lalu berbisik


"Kenapa kau baru mengatakannya, ck dasar" bisik Karina


Daejung pun hanya terkekeh, lalu ia menggelengkan kepalanya. Hari ini mereka pergi ke taman bermain menggunakan bis, itu semua usul Karina, gadis itu mengatakan ingin mengingat masa lalu ketika mereka berkuliah dulu, dan tentu saja Daejung tidak keberatan dangan keinginan Karina, sudah dibilang bukan kalau Karina adalah prioritasnya.


Hari sudah sore, dan rintuk hujan pun mulai turun, tapi bis yang mereka tunggu belum datang juga.


"Daejung-ah masih berapa lama lagi?" tanya Karina


"Bersabarlah sebentar lagi, pasti bis akan segera datang" balas Daejung


Disaat Daejung dan Karina sedang berbincang dan bercanda tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depan mereka, lalu seorang laki-laki turun dari mobil tersebut


"Karina-ya" Panggil Baekhwa


Karina dan Daejung menoleh, Karina merotasikan bola matanya, ia heran kenapa juga dia harus bertemu Baekhwa, jujur dia benar-benar bosan melihat wajah laki-laki itu


"Wae?" jawab Karina ketus


Baekhwa tersenyum, lalu laki-laki itu mendekati Karina dan berniat duduk di samping mantan kekasihnya itu, tapi sayang begitu dia mendekat dan hampir duduk, Karina justru bertukar tempat dengan Daejung, dan alhasil Baekhwa pun urung untuk duduk


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Baekhwa


"Aku sedang berjemur" jawab Karina


Daejung menahan tawanya mendengar jawaban ketus dari Karina


"Benarkah, kalau begitu aku akan disini menemanimu berjemur" Jawab Baekhwa sambil duduk disebelah Daejung


"Yak!! kenapa kau ikut duduk?" tanya


Karina pada Baekhwa


"Wae? ini kan tempat umum, dan disini juga tidak ada larangan untuk aku duduk disini kan" jawab Baekhwa


Baekhwa ikut bangkit ketika melihat Karina dan Daejung berdiri


"Kau mau kemana Karina? ini masih hujan, kalau kau ingin pulang ayo aku akan mengantar kalian" tawar Baekhwa


"Shireo...aku tidak mau pulang bersamamu, Daejung-ah Kajja kita pulang, aku rasa sore ini aku ingin bermain hujan" Ajak Karina


Daejung pun mengangguk dan berdiri menyusul Karina yang sudah berjalan di bawah guyuran air hujan, mereka pergi begitu saja meninggalkan Baekhwa yang hanya bisa menghela nafasnya


.


.


.


Karina dan Daejung baru saja selesai membersihkan diri setelah tadi bermain di bawah guyuran hujan, sekarang mereka sedang berada di ruang tengah Apartemen Daejung


"Daejung-ah...aku lapar~" rengek Karina.


"Kau ingin makan apa? biar aku pesan kan" tanya Daejung


"Aniyo...aku ingin makan masakanmu" jawab Karina


"Geurae..kalau begitu aku akan memasak untukmu, kau ingin makan apa?" tanya Daejung dengan mengusap rambut Karina


"Nasi goreng kimchi" pekik Karina dengan girang


"Oke aku akan memasaknya" Daejung pun berdiri dan berjalan menuju dapur, dan tentu saja Karina mengikutinya dari belakang


"Gomawo Daejung-ah"


Daejung hanya menjawab dengan deheman karena laki-laki itu mulai fokus pada bahan masakannya


Karina turun dari kursinya gadis itu berjalan menuju lemari es, ia mencari soft drink


"Daejung-ah, apa kau tidak punya Cola?" tanya Karina ketika tidak menemukan minuman yang dia cari


"Aku lupa membelinya Kemarin"


" Ck kalau begitu aku akan turun membelinya, apa kau mau menitip sesuatu?" tanya Karina


" Em...sepertinya aku kehabisan telur, jadi belilah telur aku akan membuat omelet"


"Oke"


Setelah nya Karina bergegas turun untuk membeli telur dan minuman bersoda


.


.


.


Bel apartemen Daejung berbunyi, Daejung mengernyit siapa yang bertamu ke apartemennya, tidak biasanya ia menerima tamu malam hari. Daejung berjalan menuju pintu untuk melihat siapa yang datang, begitu pintu terbuka dia di buat terkejut ketika mendapati Hye in yang datang


"Annyeong Changiya" ujar Hye in dengan nada semanis mungkin


Daejung menatap Hye in dari bawah sampai atas, dia tidak habis pikir bagaimana bisa gadis itu bertemu ke Apartemen seorang laki-laki dengan pakaian seminim itu


"Daejung-ah..." panggil Hye in dengan menguncang sedikit bahu Daejung


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Daejung


"Tentu saja untuk mengujungi kekasihku ini" jawab Hye in


"Bukankah sudahku katakan kalau..." belum selesai Daejung menjawab, Hye in sudah terlebih dahulu mencium bibir Daejung dengan agresif


.


.


.


TBC


See you next chapture...😊