
Chunghee memutar bola matanya malas, laki-laki itu sudah dilanda kebosan dengan keadaan mereka yang seperti ini oh Ayolah mereka sudah berdiri selama kurang lebih lima belas menit lamanya. Selain merasa bosan laki-laki itu juga merasa malu karena orang-orang yang kini menatap mereka dengan tatapan aneh
Bagaimana tidak merasa Aneh ketika mendapati Karina yang memeluk tubuh Daejung lalu dengan satu tangannya Gadis itu melingkarkan nya pada lengan Chunghee, belum lagi air mata Gadis itu yang sedari tadi terus menetes
"Karina-Ya Sudah Sudahlah Apa kau tidak malu menjadi bahan tontonan orang-orang di sini eoh?" bisik chunghee yang masih dapat didengar oleh Daejung
"Aku tidak peduli, biarkan saja mereka melihat atau bahkan menertawakan kita" ujar Karina di sela tangisannya
"Yak setidaknya lepaskan tanganku kalau kau masih ingin menangis" ujar Chunghee
"Wae? kenapa aku harus melepas tanganku? kau malu karena keadaan kita yang seperti ini?" tanya Karina yang kini beralih menatap polos pada chunghae
"Tentu saja Apa kau tidak lihat mereka benar-benar menatap kita dengan tatapan menahan tawa, Apa kau tidak malu eoh" jelas Chunghee
Bukannya mereda tangis Karina justru semakin mengeras, dan sontak saja beberapa orang di dekat mereka semakin menatap penuh tanya pada ketiganya. Chunghee membungkukkan badannya sembari mengucapkan kata maaf
"Sudahlah Karina-ya Berhentilah menangis, aku hanya pergi untuk beberapa bulan saja dan aku sudah berjanji bukan kalau setiap dua minggu sekali aku akan pulang dan kau ingat bukan kalau kita akan selalu melakukan panggilan video call, jadi Sudah ya Jangan Menangis Lagi apa kau mau make up mu itu luntur eoh?" ujar Daejung berusaha menenangkan Karina
Mendengar penuturan Daejung di akhir kalimat nya, buru-buru Gadis itu mengambil kaca di dalam tasnya lalu melihat wajahnya berharap apa yang dikatakan Daejung tentang make up nya itu tidak benar. Dan Gadis itu bernafas lega setelah melihat make up pada wajahnya tidak luntur sedikitpun, dia tidak bisa membayangkan Bagaimana wajahnya kalau make up nya benar-benar luntur
"Oh ya Tuhan kenapa Kau mengirimkan gadis Ajaib Ini padaku" gumam Chunghee yang masih dapat didengar oleh Karina
Dan ketika merasa perutnya mendapati cubitan dari tangan lentik Karina Chunghee sontak memekik kesakitan
"Akuu mendengarnya dasar menyebalkan, dan asal kau tahu kodrat wanita itu adalah untuk mempercantik diri dan salah satunya adalah dengan bermake up. Jadi wajar saja kalau aku takut make up ku luntur karena menangis tadi" bela Karina
"Kau tetap terlihat cantik tanpa bermake up Karina-ya. Kau tahu kan kalau aku menyukai dirimu yang apa adanya, jadi jangan pernah berdandan seperti ini lagi eoh" jelas Daejung
Kali ini Karina memang berdandan sedikit berlebihan Gadis itu berdandan seolah akan pergi ke sebuah pesta pernikahan, memang tidak menor hanya saja Menurut Daejung itu sudah berlebihan, dia lebih menyukai Karina yang hanya mengoleskan pelembab pada wajahnya serta Lipbalm pada wajahnya sama seperti biasanya
"Apa aku terlihat aneh dengan dandanan ku kali ini? kau ridak suka? tanya Karina berturut-turut
Daejunh tersenyum lalu dia usap sisa air mata yang masih ada di pipi gadis itu
"Aniyo, kau masih tetap cantik hanya saja aku lebih suka kalau kau berdandan seperti biasanya dan itu terlihat lebih cantik dan Natural Karina-ya" jelas Daejung
"Benarkah seperti itu chunghee-ah?" tanya Karina
Chunghee hanya menjawabnya dengan sebuah deheman. Karina mencibir Gadis itu kembali memeluk Daejung dan kembali terdengar rengekan Karina yang yang kembali meminta Daejung untuk tidak pergi. Chunghee memutar bola matanya malas dia harus segera menghentikan acara ini sebelum Daejung tertinggal penerbangannya. Chunghee mendekat pada Karina lalu ia raih tubuh mungil Gadis itu dari pelukan Daejung dia berusaha mengalihkan perhatian Karina, dan Karina menerimanya begitu saja. Gadis itu menenggelamkan wajahnya pada dada bidang chunghee dan dengan senang hati Chunghee mengusap punggung Karina.
Daejung tersenyum lalu ia usap kepala Karina
"Uljima Karina-ya, kau ingatkan kalau dia sudah berjanji untuk pulang setiap dua minggu sekali dan kau juga ingat kan kalau dia juga berjanji untuk setiap hari menghubungi kita" ujar Chunghee
Karina mengangguk sebagai jawaban
Dan lagi-lagi Karina mengangguk sebagai jawaban
"Kalau begitu apalagi yang kau cemaskan Karina-ya? sekarang yang bisa kita lakukan adalah saling percaya Dan saling mendukung satu sama lain Jadi sekarang biarkan Daejung pergi sebelum dia terlambat memasuki pesawatnya" bujuk chunghee. Karina menatap chunghee, Gadis itu mengangguk lalu mengiyakan apa yang chunghee katakan. Setelahnya nya Karina menatap Daejung yang tersenyum begitu manis padanya serta kepala yang yang laki-laki itu anggukkan seolah Memberikan keyakinan pada Karina.
Karina menarik nafas berat lalu dia genggam kedua tangan Daejung dan chunghae secara bersamaan
"Baiklah aku akan membiarkanmu pergi, tapi jangan sampai kau melupakan janji-janjimu itu Daejung-ah. Sesibuk apapun dirimu kau harus selalu mengabari kami Yakso" ujar Karina
"Yakso" balas Daejung setelahnya Karina memeluk Daejung dan chunghee secara bersamaan
.
.
.
Karina masih saja menekuk wajahnya, setelah tadi memastikan bahwa pesawat yang ditumpangi Daejung lepas landas dengan selamat mereka memutuskan untuk langsung menuju rumah sakit walaupun masih ada waktu itu satu jam lagi sebelum jam kerja mereka dimulai
"Apa kau tidak lelah terus menekuk Wajahmu seperti itu?" tanya chunghee dengan pandangan yang masih berfokus pada jalanan
"Chunghee-ah apa Daejung sudah sampai? apa dia merindukan kita? apa dia memikirkan kita chunghee-ha? Chunghee-ah aku sudah merindukannya" ujar Karina
Chunghee memutar bolw matanya jengah, dia merasa bosan dengan apa yang Karina katakan. Percayalah selama dia keluar dari bandara hal itu terus dia tanyakan
"Oh Tuhan Karina-ya Ayolah kita bahkan Baru sepuluh menit meninggalkan bandara, dan kau sudah menanyakan hal yang sama lebih dari lima kali" jawab chunghee
Karina menatap laki-laki itu dengan mata basahnya, Gadis itu kembali berucap
"Tapi aku sudah merindukannya"
Lalu jawaban Chunghee setelahny hanyalahsebuah helaan nafas berat, lalu dia genggam tangan Karina
"Kita akan menelponnya nya begitu dia sampai di sana" ujar Chunghee
Karina mengangguk lalu membalas genggaman tangan tersebut
.
.
TBC
See you next Chapture...😊