
Setelah selesai berbincang dengan Baekhwa, Karina kembali ke Rumah sakit. Mereka masih berbincang ringan, sesekali juga terdengar tawa dari Karina. Mereka berpisah arah, Karina menuju ruangan Daejung sedangkan Baekhwa berjalan menuju ruangan divisinya.
"Chunghee-ah annyeoung" sapa Karina ketika dia masuk ke ruang inap Daejung
Chunghee menoleh, laki-laki itu berdiri dari sofa lalu menghampiri Karina. Dia peluk tubuh Karina, gadis itu syok ketika tiba-tiba Chunghee memeluknya.
"Wa-wae?" Tanya Karina
"Kau dari mana saja? Kenapa lama sekali? Aku khawatir, aku takut terjadi sesuatu padamu" cerca Chunghee
Laki-laki itu khawatir, setelah kecelakaan yang terjadi pada Daejung, laki-laki itu dihantui rasa was-was. Dia takut terjadi sesuatu pada Karina
Karina tersenyum mendengar kekhawatiran Chunghee, gadis itu tersenyum lalu membalas pelukan laki-laki tersebut
"Gwaenchan... aku baik-baik saja" ujar Karina
Chunghee melepas pelukannya pada Karina, laki-laki itu lalu menuntun Karina untuk duduk di sofa.
"Kau sudah jadi makan?" Tanya Chunghee
"Em, kau sendiri apa sudah makan?" Tanya Karina
"Aku belum sempat makan. Aku menunggumu" jawab Chunghee
"Yak! Kenapa kau belum makan malam eoh? Bagaimana kalau kau sakit, kau selalu saja memarahiku kalau aku terlambat makan. Tapi sekarang malah kau sendiri yang mengabaikan waktu makanmu" protes Karina
"Yak, kenapa kau marah padaku eoh. Aku terlambat makan karena menunggumu. Dan lagi, kenapa kau baru kembali? Berapa banyak porsi tteokbokki yang kau makan eoh" tanya Chunghee
Mata Karina membola mendengar ucapan Chunghee, gadis itu mencibir dan melayangkan tatapan sinis pada laki-laki di sebelahnya itu
"Yak! Pertanyaan macam apa itu eoh. Ck tentu saja aku makan satu porsi, tadi saat berada di lobi aku bertemu Baekhwa, dan laki-laki itu mengajakku bicara berdua" jelas Karina
"Baekhwa? Kau bertemu dengannya? Apa yang dia katakan? Apa dia meminta maaf lagi?" Tanya Chunghee dengan penasaran
"Em, dia meminta maaf lagi" jawab Karina
"Lalu apa kau memaafkannya? Ceritakan padaku semuanya" ujar Chunghee
"Awalnya aku engan untuk bertemu dengannya tapi.... aku teringat dengan apa yang kalian katakan padaku beberapa waktu lalu, aku harus mencoba. Mencoba memaafkan Baekhwa, dan setelah aku melakukannya, hatiku terasa lebih lega, seperti hal yang selama ini membebaniku terangkat begitu saja. Kami memutuskan untuk mencoba berdamai dengan masa lalu, dan memulai hubungan kami sebagai seorang teman" jelas Karina
"Chukae, kau sudah berhasil mengalahkan salah satu ego mu, aku bangga padamu. Aku yakin Daejung pun pasti juga sangat bangga padamu" ujar Chunghee
Mendengar nama Daejung disebut, Karina menoleh pada Daejung yang masih terbaring di atas ranjang, gadis itu berdiri lalu mendekati Daejung. Begitu pun dengan Chunghee, laki-laki itu ikut berdiri dan menyusul Karina. Gadis itu duduk di kursi yang berada disamping ranjang Daejung. Karina angkat salah satu tangan Daejung lalu ia arahkan pada kepalanya, dia gerakan tangan laki-laki itu seolah Daejung sedang mengusap kepalanya, lalu dia genggam tangan berbalut selang infus itu
"Daejung-ah, aku sudah melakukannya. Aku sudah memaafkan Baekhwa, tidakkah kau ingin mengatakan sesuatu padaku? Daejung-ah....irreona, nan bogoshipo..." ujar Karina dengan tangisan diakhir kalimatnya. Sungguh dia benar-benar merindukan Daejung
Hati Chunghee terasa pilu melihat dan mendengar Karina seperti ini, gadis itu pasti sangat merindukan Daejung. Ia usap bahu Karina, laki-laki itu berjongkok dengan bertumpu pada salah satu kakinya untuk dapat mensejajari tinggi Karina yang duduk di kursi. Ia genggam satu tangan Karina yang terbebas, lalu ia usap lembut
"Karina-ya uljima, aku yakin pasti Daejung tidak akan suka melihatmu yang menangis seprti ini. Kau ingat bukan, meskip pun mata Daejung terpejam tapi dia masih dapat mendengar apa yang kita bicarakan. Jadi aku mohon jangan menangis Karina-ya" ujar Chunghee
"Aku merindukannya Chunghee-ah. Kenapa di melakukan ini padaku? Apa dia marah padaku karena aku mendiaminya selama satu tahun ini? Daejung-ah... irreona, kalau kau marah padaku, kau bisa memarahiku seperti biasa, kau bisa menyita semua es krim ku, kau juga bisa menyita semua soju ku, kau bisa melakukan semuanya. Tapi aku mohon jangan hukum aku seperti ini, jangan tinggalkan aku Daejung-ah" ujar Gadis itu dengan tangisan yang terdengar begitu pilu
Chunghee memeluk Karina, laki-laki itu usap punggung Karina. Dia tumpukan dagunya pada pucuk kepala Karina
"Uljima Karina-ya. Daejung tidak marah padamu, dia tidak akan meninggalkan kita secepat itu. Tuhan hanya sedang memberikan waktu istirahat untuk Daejung dari semua aktivitasnya, nanti kalau Daejung sudah tidak merasa lelah lagi, pasti Tuhan akan mengembalikan Daejung pada kita lagi seperti sedia kala. Kini yang harus kita lakukan adalah terus memberi dukungan pada Daejung, dan terus berdoa pada Tuhan, agar DIA segera memberikan kesembuhan pada Daejung" ujar Chunghee mencoba memberikan ketenangan pada Karina
Karina semakin terisak dalam pelukan Chunghee, dia peluk pinggang laki-laki itu dengan satu tangannya yang menganggur, sedang satu tangan yang lain dia gunakan untuk menggenggam tangan Daejung. Mereka terus berada pada posisi seperti itu sampai tidak lagi terdengar isakan dari gadis itu.
Chunghee mencoba melepas pelukan Karina, hatinya terasa seperti tergores pisau tak kasat mata, ketika lagi-lagi dia lihat wajah sembab Karina. Gadis itu tertidur dalam dekapannya dengan tangan yang terus menggenggam tanga Daejung. Chunghee menghela nafas berat, lalu dia angat tubuh Karina untuk dia pindahkan pada sofa, laki-laki itu lalu menyelimiti tubuh Karina sebatas leher. Setelahnya dia kembali menghampiri ranjang Daejung dan duduk di kursi yang tadi Karina duduki
"Daejung-ah, bangunlah. Apa kau tega membiarkan gadis kecil kita terus bersedih seperti itu? Daejung-ah bukalah matamu, aku tidak ingin kau menyesal, karena ketika kau sadar nanti Karina mungkin sudah berada dalam pelukkanku. Daejung-ah, bolehkah aku mencintainya? Bisakah kita mencintai gadis yang sama? Gadis yang ingin selalu kita lindungi dan kita jaga" ujar Chunghee diantara keheningan ruangan Daejung
Setelah mengatakan itu, chunghee berjalan untuk keluar ruangan Daejung. Sebelum benar-benar keluar dia berjalan mendekati Karina sekali lagi, dia amati wajah tenang Karina yang terlelap, dia usap rambut Karina
"Jalja Karina-ya"
Setelah mengatakan itu, Chunghee benar-benar keluar dari ruangan itu dan mulai shift malamnya. Malam ini dia akan menggantikan tugas Karina, dia akan mencari alasan agar Karina bisa beristirahat dan tidak mendapatkan amarah dari Kang gyosungnim.
.
.
.
TBC
See you next chapture....😊