
Ketiganya baru saja selesai dengan makan malamnya. Kini mereka sudah duduk di ruang tengah apartemen Karina, mereka sedang memutar sebuah film yang Karina minta. Ketiganya fokus pada televisi, film yang mereka putar bergendre romantis, akhir dari film tersebut adalah sad ending dimana sang pria meninggal karena sebuah kecelakaan.
"Hiks... hiks" isak Karina
Daejung dan Chunghee menoleh pada sumber suara, mereka terkejut ketika melihat Karina menangis. Mereka yang tadinya duduk diatas karpet dengan punggung yang mereka sandarkan pada sofa, kini berdiri dan duduk di sofa yang sedari tadi Karina duduki.
Begitu mendapati Daejung dan Chunghee duduk disebelahnya, Karina langsung memeluk Daejung. Gadis itu meluapkan tangisnya pada dada Daejung,sedangkan Chunghee yang duduk dibelakangnya terus mengusap punggung Karina. Kedua laki-laki itu beradu pandang dengan tatapan saling bertanya. Chunghee mengangkat bahunya untuk menjawab pertanyaan Daejung yang dia layangkan lewat tatapan.
"Karina-ya waeyo?" Tanya Chunghee pada akhirnya
"Ak-aku sedih, kenapa mereka harus berpisah seperti itu. Aku tidak suka hiks.... aku tidak tega pada gadis itu" jawab Karina disela tangisannya
Kedua laki-laki melongo, bisa-bisanya gadis itu menangis hanya karena sebuah film. Karina melepas pelukannya pada Daejung, lalu gadis itu raih tangan kanan Daejung dan tangan kiri Chunghee lalu dia satukan kedua tangan tersebut dalam genggamnya
"Mulai sekarang berjanjilah kalau kalian akan selalu ada disampingku" ujar Karina, gadis itu menatap Daejung dan Chunghee secara bergantian
"Sepertinya untuk waktu dekat ini aku tidak bisa" ujar Daejung
"Mwo?Wae?" Tanya Karina
"Lusa aku harus kembali ke Jepang" balas Daejung
"Kau akan meninggalkanku lagi? Lalu bagaimana denganku?" ujar Karina dengan mata berkaca-kaca
"Ada Chunghee disini, dan aku juga tidak akan lama disana. Setelah Chinsun Nonna melahirkan aku akan kembali" jelas Daejung
"Tidak bisakah kau disini saja? Kenapa harus pergi lagi. Ak-aku tidak mau lagi berpisah Daejung-ah" tawar Karina
"Aku tidak akan lama Karina-ya, hanya beberapa bulan saja aku disana. Dan setelahnya aku akan kembali lagi dan aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi" Daejung masih mencoba memberikan pengertian pada Karina
Karina terdiam gadis itu masih mencoba memahami keadaan Daejung, lalu dia alihkan tatapannya pada Chunghee
"Wae?" Tanya Chunghee
"Apa kau juga akan meninggalkanku juga?" Tanya Karina
Chunghee menunduk, laki-laki itu lalu mempererat genggaman tangannya pada Karina
"Aniyo, kalau aku juga pergi lalu siapa yang akan menjagamu? Siapa yang akan mengantar dan menjemputmu? Siapa yang akan memastikan pola makanmu? Setidaknya harus ada salah satu dari kami yang akan menjagamu. Kami tidak mungkin meninggalkanmu sendirian Karina-ya" ujar Chunghee
Karina tersenyum lalu dia peluk tubuh Chunghee
"Gomawo Chunghee-ah, aku menyayangimu" ujar Karina
"Tapi aku tidak menyayangimu gadis kecil" balas Chunghee
"Yak!" Balas Karina lalu dia berikan sebuah cubitan pada pinggang Chunghee hingga laki-laki itu mengaduh kesakitan. Bukannya menolong Chunghee dari serangan Karina, Daejung justru menyaksikan hal tersebut, laki-laki itu tersenyum. Nanti hal seperti ini lah yang akan dia rindukan ketika dia berada di Jepang.
"Jadi bagaimana? Kau sudah mengijinkanku?" Tanya Daejung
Dengan nafas tersengal Karina kembali menghadap Daejung. Gadis itu lalu memejamkan matanya
"Geurae aku mengijinkanmu pergi, tapi kau harus berjanji untuk selalu menghubungi kami disini. Dan kau tidak boleh sakit lagi, dan yang paling penting adalah segeralah pulang setelah Chinsun Eonni melahirkan" ujar Karina
Daejung tersenyum laki-laki itu lalu mengusap kepala Karina
"Aku berjanji akan melakukan semuanya, seperti yang kau katakan tadi" balas Daejung
Karina mengangguk lalu dia peluk kembali tubuh Daejung, dan tentu saja Daejung membalas pelukan tersebut. Karina menolah pada Chunghee lalu menarik laki-laki itu untuk dia peluk juga. Dan jadilah mereka bertiga saling berpelukan dan saling terkekeh bersama.
Mereka kini berpindah ke apartemen Daejung yang hanya berbatasan jalan dengan apartemen Karina. Jadi apartemen Karina dan Daejung itu saling berhadapan, tadinya unit mereka berbeda lantai, tapi setelah Karina merengek ingin satu lantai dengan unit Daejung, jadilah Daejung yang mengalah dan berpindah unit untuk memenuhi keinginan gadis terkasihnya itu.
"Malam ini kita menginap disini ne" ujar Karina begitu gadis itu memasuki apartemen Daejung
"Wae? Kenapa seperti itu?" Tanya Chunghee
"Kau menolak?" Tanya Karina
"Apa tadi aku bilang aku menolak? Aku hanya mengatakan kenapa kita harus menginap disini" balas Chunghee
"Tentu saja untuk menikmati waktu bersama Daejung, kau ingatkan kalau lusa dia pergi jadi mulai hari ini sampai lusa kita akan terus bersama" jelas Karina
"Maksudmu mulai hari ini sampai besok kita akan menginap?" Tanya Chunghee lagi
"Shireo, aku tidak mau. Besok libur jadi aku akan bermalas-malasan di apartemenku sendiri" tolak Chunghee
"Andwae, kau tidak boleh pulang. Aku sudah menyusun rencana yang akan kita habiskan bersama besok. Kalau kau menolak, aku akan benar-benar menyebar video itu" ancam Karina
"Yak! Aish gadis ini benar-benar. Daejung-ah aku pinjam kamar mandi dan pakaimu. Aku harus segera menguyur kepalaku dengan air dingin sekarang" ujar Chunghee dengan mata yang menatap tajam pada Karina, bukannya takut gadis itu justru memberikan tatapan tak kalah tajam pada Chunghee
"Ne, pakailah dan ambillah pakaian yang kau rasa pas untukmu" balas Dajung dari dapur
"Ne Gomawo Daejung-ah" balas Chunghee, setelahnya laki-laki itu melesat menuju kamar Daejung
Karina menghampiri Daejung yang sedang berada di dapur, gadis itu lalu duduk di kursi tinggi yang terdapat disana
"Apa yang sedang kau buat?" Tanya Karina
"Jus untukmu dan Chunghee" jawab Daejung dengan memberikan satu gelas jus strowberry pada Karina
"Gomawo" ujar Karina, setelahmya gadis itu meneguk jus tersebut
Daejung mengusap sisa jus yang menempel pada sudut bibir Karina
"Karina-ya kenapa kau senang sekali menggoda Chunghee eoh? Apa kau tidak merasa kasihan padanya yang selalu memekik kesal" tanya Daejung
"Molla aku merasa senang saat menggodanya. Kau lihat bukan dia juga senang sekali menggodaku dan membuatku kesal. Jadi aku pikir ini inpas" jawab Karina
Daejung menggelengkan kepalanya lalu terkekeh dan mengusap kepala Karina. Kedua sahabatnya itu benar-benar tidak ada bedanya
"Apa kau benar-benar akan menyebarkan video Chunghee itu?" Tanya Daejung
"Video? Ah... kau tau sebenarnya aku tidak punya video tersebut. Aku mengatakannya hanya untuk membuat Chunghee merasa kalah saja. Mana tega aku merekam sahabatku sendiri yang sedang bersedih" ujara Karina dengan tawa diakhir kalimatnya
"Oh... jadi selama ini kau hanya mengancamku saja eoh. Dasar gadis nakal kau ini benar-benar. Kemari kau harus dihukum gadis kecil" ujar Chunghee
Mata Karina membola, gadis itu turun dari kursi lalu berlari menuju Daejung untuk mencari perlindungan. Tapi usahanya itu sia-sia karena Chunghee tetap mendapatkannya dan mengelitiknya sampai gadis itu mengeluarkan air mata
"Ahahah jeball... stop Chunghee-ah" Karina memohon disela tawanya
.
.
.
Karina memasuki kamar Daejung tanpa mengetuk terlebih dahulu
"Daejung-ah, Chunghee-ah malam ini aku tidur disini ne" ujar Karina
Tanpa menunggu jawaban, gadis itu langsung menaiki ranjang Daejung
"Kenapa tidak tidur di kamar sebelah?" Tanya Daejung yang masih bergokus pada laptopnya
"Aniyo, aku tidak mau tidur disana. Aku akan tidur disini bersamamu dan Chunghee. Ah ngomong-ngomong dimana laki-laki menyebalkan itu?" Tanya Karina ketika tidak mendapati Chunghee disana
"Sedang mengosok gigi dan mencuci kakinya. Setelahnya kau bersihkan gigimu dan jangan lupa cuci kaki" balas Daejung dengan tangan yang sibuk merapikan laptop dan beberapa berkas yang berserakan di ranjang
"Nde" jawab Karina, gadis itu sibuk memainkan permainan yang ada diponsel Daejung.
Pintu Kamar mandi terbuka, lalu beberapa detik kemudian Chunghee keluar dari sana. Laki-laki itu mengernyit ketika mendapati Karina berada diatas ranjang yang akan dia tiduri dengan Chunghee. Dia mendekat lalu berdiri disamping ranjang
"Kenapa kau ada disini Karina-ya?" Tanya Chunghee
"Tentu saja untuk tidur bersama kalian. Apa lagi menurutmu" jawab Karina dengan santainya. Gadis itu lalu melengang pergi menuju kamar mandi
.
.
.
TBC
See you next chapture...😊