Just Us

Just Us
Chap 6



Karina baru saja selesai dengan jam kerjanya, sekarang gadis itu sedang duduk di halte bis, dia menunggu bis yang akan membawanya pulang ke Apartemen, sesekali Karina melihat ponselnya berharap Daejung akan membalas pesan darinya, tapi sampai sekarang laki-laki itu belum membalasnya juga, bahkan pesan yang dia kirim sejak tadi belum dibaca Daejung, Karina menghela nafas panjang, sepertinya Daejung benar-benar sibuk sampai-sampai dia tidak sempat membaca pesannya


"Karina..."


Merasa namanya dipanggil, Karina menoleh dan seketika matanya membola mendapati siapa yang tadi memanggilnya, gadis itu berdiri lalu berlari kecil untuk meraih tubuh orang tersebut


"Eonni...Bogoshipo~"


Wanita yang Karina panggil 'Eonni' itu membalas pelukan Karina tak kalah erat


"Nado...Eonni juga sangat merindukanmu"


"Kapan *Eonni sampai Seoul? kenapa tidak mengatakan kalau Eonni akan sampai hari ini, kalau Eonni mengatakannya aku pasti akan menjemput Eonni* di Bandara tadi"


"Ya...dan setelahnya Yoda itu pasti akan mengomel panjang padaku karena aku membiarkanmu mengemudi mobil sendiri"


Chinsun memang memanggil adik laki-laki nya itu yoda karena telinga adiknya yang lebar, mirip seperti yoda, dan tentu Daejung akan selalu memekik kesal setiap kakaknya itu memanggilnya seperti itu


"Ck dasar laki-laki posesif itu benar-benar menyebalkan"


"Ya dan dia melakukannya karena dia benar-benar menyayangimu"


Karina tersenyum, tatapannya tiba-tiba sendu, ia teringat Daejung, entah kenapa dia tiba-tiba merindukan laki-laki tinggi itu, padahal belum ada sehari mereka berpisah.


Chinsun menggenggam tangan Karina, wanita itu tau pasti karina sedang memikirkan adiknya, Daejung


"Hey, Gwenchana?"


"Eoh, nan gwenchana"


"Em, bagaiaman kalau kita makan es krim?" Tawar Chinsun untuk mengalihkan perhatian Karina


Dan tentu saja mata Karina berbinar mendengar kata es krim


"Satu es krim stowberry cup besar, dengan satu lemon cake"


"Oke, mari kita habiskan hari ini dengan bersenang-senang"


Karina mengangguk antusias


"Call....aku menyayangimu Eonni" Karina memeluk Chinsun


Chinsun terkekeh, wanita itu benar-benar gemas dengan tingkah Karina, wanita itu merengkuh bahu Karina lalu mengajaknya masuk kedalam mobil


.


.


.


Karina dan Chinsun sedang menikmati es krim mereka di salah satu cafe


"Eonni, apa kau akan menemuiku sampai Daejung pulang?"


"Tentu saja, mana tega aku meninggalkan adik kecilku ini" ujar Chinsun dengan mencubit gemas pipi Karina


"Sepertinya setelah ini aku harus memberikan hadiah pada Baekho Oppa"


Chinsun mengernyit mendengar penuturan Karina, kenapa gadis itu ingin memberikan hadiah pada suaminya


"Wae?"


"Karena Baekho Oppa, mengijinkan Eonni menemaniku"


Chinsun tergelak tawa, lalu ia usap kepala Karina


"Kau benar-benar lucu Karina, Baekho berada di Jepang, Daejung meminta Baekho membantunya mengurus perusahaan disana"


Karina menganggukkan kepala


"Apa masalah di Perusahaan begitu serius Eonni?" Tanya Karina dengan kekhawatiran tergambar di wajah cantik itu


"Molla, aku juga tidak tau, tapi sebaiknya kita berdoa saja semoga masalahnya cepat selesai dan mereka segera pulang"


Karina mengangguk, lalu mereka kembali menikmati makanan mereka dengan sesekali diselingi dengan obrolan dan candaan


.


.


.


"Eonni, bagaimana kalau malam ini kita menonton film horor?"


"Kenapa kau tiba-tiba ingin menonton Film horor? bukankah kau takut melihat film horor"


"Aku memang takut, tapi tadi Chunghee bilang ada film horor baru, dia juga mengatakan kalau film itu bagus"


"Jadi kau penasaran eoh? Geurae, kalau begitu mari kita lihat film itu" ucap Chinsun mengusap kepala Karina


Dan kini Karina dan Chinsun sudah duduk di sofa ruang tengah Apartemen Karina, mereka menutup tubuh mereka dengan selimut sebatas leher dengan duduk saling berdempetan, beberapa kali terdengar pekikan dari dua wanita itu ketika film tersebut memperlihatkan hantu


Disaat suasana tegang ponsel Karina tiba-tiba berdering, dan dengan segera gadis itu mengambil ponselnya, lalu menggeser lingkaran hijau disana


"Yeob......Aaaaaa"


Belum sempat Karina menyelesaikan sapaannya, gadis itu sudah berteriak karena dalam film tersebut Hantu itu tiba-tiba muncul sontak saja Chinsun dan Karina berteriak


"Karina, Karina gwenchana?" Daejung sungguh terkejut sekaligus khawatir pada gadis itu yang tiba-tiba berteriak


Setelah tenang Karina kembali buka suara


"Yeobseyo..."


"Yak! apa yang sedang kau lakukan dengan Nunna hah? kenapa kalian berteriak?"


"Kami sedang menonton film, wae?"


"Film? tunggu dulu jangan katakan kalau kau sedang menonton film horor"


Karina menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"N-ne kami sedang menonton film horor hehehhe"


Karina yakin pasti setelah ini Daejung pasti akan memekik


"Yak!! sudah sering aku..." belum selesai Daejung memarahi Karina, gadis itu lebih dulu menyela ucapannya


"Ah..Daejung-ah aku tutup dulu telefonnya oke, nanti aku akan menelfonmu lagi, bye..."


Tanpa menunggu balasan dari Daejung Karina memutuskan sambungan telefon tersebut.


Sementara itu dilain tempat Daejung hanya dapat menggelengkan kepalanya dengan kelakuan Karina, jujur saja Daejung merasakan rindu pada sahabat mungilnya itu, lalu ingatan tentang kebersamaannya dengan Karina tiba-tiba berputar dalam ingatan seperti kaset rusak


"Gwenchana?"


Daejung tersentak ketika merasakan seseorang menepuk pundaknya, laki-laki itu lalu menoleh dan mendapati kakak iparnya berdiri dibelakangnya


"Eoh Hyung, nan gwenchana"


"Ck, asal kau tau, kau itu tidak pandai berbohong. Jadi katakan ada apa?"


Daejung menunduk sebentar lalu kembali menatap kakak iparnya itu, dia berpikir apa sebaiknya dia ceritakan saja apa yang tengah dia rasakan


"Hyung, kenapa memendam cinta bisa seberat ini?"


"Kau tau sebenarnya perasaan cinta tidak akan seberat itu kalau kau mau mengungkapkan nya pada orang yang kau suka"


"Kau benar Hyung, tapi...aku tidak bisa mengatakannya, a-aku takut untuk mengatakannya"


"Wae? apa yang membuatmu takut?"


"Kau tahu kan Hyung dalam sebuah hubungan persahabatan anatara laki-laki dan perempuan, pasti salah satu diantara mereka akan ada perasaan lebih dari sekedar sayang, dan ketika perasaan itu terungkap pasti akan ada terjadi sebuah kerenggangan di antara mereka, dan tak jarang akan berakhir dengan sebuah perpisahan bahkan permusuhan"


Baekho menganggukkan kepalanya, dia tau kemana arah pembicaraan Daejung


"Sejak kapan?"


"Ye?" Daejung merasa bingung dengan pertanyaan Baekho


"Sejak kapan kau menyimpan cinta itu pada Karina"


"Aku tidak tahu Hyung, tapi rasa itu tiba-tiba muncul, tumbuh dan berkembang begitu cepat sampai-sampai aku tidak menyadarinya. Aku pikir itu hanya rasa sayangku padanya yang berlebihan, tapi semakin hari, semakin aku menyadari bahwa rasa itu adalah rasa cinta"


Baekho menepuk pundak Daejung


"Kalau kau benar-benar mencintainya, katakan saja apa yang kau rasakan pada Karina, jangan sampai kau terlambat dan menyesal nantinya"


"Aku sangat ingin mengatakannya, tapi aku rasa ini belum waktunya Hyung, aku masih belum siap untuk menerima reaksi Karina, sekarang biarlah aku menyimpan perasaan ini sampai aku benar-benar siap mengungkapkannya pada Karina"


Lagi-lagi Baekho menepuk pundak Daejung


"Lakukanlah kalau memang itu yang terbaik menurutmu, ingat langkah apapun yang akan kau ambil, aku akan selalu ada dibelakangmu, aku akan selalu mendukungmu"


"Gomawo Hyung"


Daejung bersyukur karena memiliki kakak ipar seperti Baekho yang selalu mendukungnya


.


.


.


TBC


See You Next Chapture....😊