
Karina baru saja keluar dari kamar mandi, ia sedikit terkejut ketika mendapati Chunghee sudah berada disana, beruntung gadis itu sudah berpakaian begitu keluar dari kamar mandi.
Chunghee menatap keluar jendela, ia sungguh menikmati pemandangan yang tersaji dari atas kamar kekasihnya itu. Dalam diamnya laki-laki itu memikirkan bagaimana cara agar Karina mau memaafkannya. Perhatian Chunghee teralihkan ketika mendengar suara pintu terbuka, ia mengalihkan pandangannya pada sumber suara. Laki-laki itu mencoba memberikan senyum terbaiknya, ia berjalan melangkah mendekati Karina
"Changiya, ada yang ingin aku bicarakan" ujarnya membuka percakapan
Karina bergeming, gadis itu masih mengoleskan krim pada wajahnya, ia bahkan tidak bergeming meskipun kini Chunghee telah berdiri tepat di belakangnya, laki-laki itu meraih kedua bahu Karina untuk ia peluk
"Karina-ya, ada yang harus kita bicarakan" ujar Chunghee dengan dagu yang ia tumpukan di pucuk kepala Karina
Karina menghentikan kegiatannya "mandilah, kau pasti lelah. Aku akan menyiapkan pakaianmu" ujar Karina tanpa menatap Chunghee
"Karina..." panggil Chunghee dengan begitu nelangsa
Karina tidak menggubris, gadis itu melepas pelukan dari kekasihnya. Setelahnya ia berjalan untuk keluar dari kamar
"Aku akan meminjamkan pakaian Oppa untukmu" ujar Karina sebelum keluar
Chunghee menghela nafas, laki-laki itu memukul udara sebagai pelampiasannya. Setelahnya ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Butuh lima belas menit bagi Chunghee untuk membersihkan diri, setelah mengenakan pakaian yang Karina siapkan tadi ia segera turun untuk bergabung bersama keluarga Karina. Begitu sampai di ruang keluarga dapat ia lihat disana terdapat Karina dua kakak Karina
"Ekhem" Chunghee berdehem untuk menarik perhatian mereka
"Eoh Chunghee-ah kau juga kemari" ujar Dong Hwa kakak kedua Karina
"Nde Hyung" ujar Chunghee
"Kemarilah kita berbincang dulu" kali ini Myung Shik kakak pertama Krina yang berucap
"Nde Hyung" Chunghee berjalan mendekati mereka, saat ia sudah duduk disebelah Karina, gadis itu justru berdiri dari duduknya
Karina beranjak dari duduknya, entahlah gadis itu sedang tidak ingin berada didekat Chunghee
"Kau mau kemana Karina-ya?" Tanya Dong Hwa
"Membantu Eomma, Sera Eonni, dan Jihyun Eonni memasak" ujarnya
"Kau bilang bilang ingin menunjukkan sesuatu pada kami" lanjut Dong Hwa
"Tidak jadi, nanti saja" setelahnya gadis itu berjalan menuju dapur
"Ada apa dengannya?" Tanya Myung Shik heran
"Molla" jawab Dong Hwa
Chunghee menatap kekasihnya itu, sepertinya Karina masih marah padanya. Hah, sepertinya kali ini dia harus berusaha lebih keras lagi
"Ah Chunghee-ah, bagaimana pekerjaanmu? Apa semua berjalan lancar?" Tanya Myung Shik memecahkan keheningan
"Nde Hyung sejauh ini berjalan lancar" ujar Chunghee
"Apa Karina merepotkanmu selama disana? Apa gadis itu masih sering merengek dan masih suka marah?" Tanya Mying Shik
Chunghee terkekeh "aku rasa itu sudah menjadi sifatnya Hyung, jadi akan sulit untuk mengubahnya"
Jawaban dari Chunghee tersebut mengundang tawa ringan dari kedua kakak Karina
"Kau benar, sifatnya memang tida pernah berubah sejak dulu. Tapi percayalah dibalik semua sifatnya yang kekanak-kanakan itu, dia adalah gadis yang sangat dewasa, dan berhati lembut. Aku yakin kau pasti sudah memahaminya" ujar Myung Shik
"Kau benar Hyung, dia memang gadis yang lembut dan penuh kasih sayang. Aku benar-benar beruntung bisa menjadi kekasihnya" ujar Chunghee
"Benar apa yang kalian katakan, tapi sepertinya kalian melupakan satu hal" ujar Dong Hwa
Sontak ucapan Dong Hwa tersebut mengundang Myung Shik dan Chunghee untuk menoleh padanya dengan tatapan bertanya
"Dia adalah gadis keras kepala, pembangkang dan sangat bebal untuk dinasehati, apa lagi kalau dia merasa apa yang dilakukannya adalah sesuatu yang menurutnya benar. Jika sifat menyebalaknnya itu sudah muncul maka dia tidak akan pernah peduli dengan semua resikonya, termasuk jika itu mengancam dirinya sendiri. Dia akan melakukan apapun untuk orang yang ia sayangi meskipun nantinya dia sendiri yang akan dirugikan" ujar Dong Hwa
Myung Shik mengangguk, membenarkan apa yang adikknya itu katankan tentang Karina. Begitupun dengan Chunghee
"Dia memang sesuatu" lanjut Dong Hwa
"Apa yang sesuatu?" Tanya Karina tiba-tiba
Ketiga laki-laki itu terkejut mendapati Karina sudah berdiri disana dengan tangan sudah bersidakep
"Wae? Kenapa aku?" Tanya Karina dengan menunjuk dirinya sendiri
Dong Hwa berdiri "Kau datang dan pergi begitu saja seperti hantu. Dan kau juga selalu memesan barang-barang secara online dan mengirimkan semua billnya pada aku ataupun Myung Shik Hyung. Ck kau benar-benar seperti mahluk halus" jawab Dong Hwa, setelahnya laki-laki itu berlari menghindari Karina
"Yak Oppa, kau menyebalkan" pekik Karina, gadis itu segera mengejar Dong Hwa
"Ck mereka benar-benar tidak ingat usia saat sudah bertemu" ujar Myung Shik dengan menggelengkan kepalanya
Chunghee membenarkan, Karina dan kakak keduanya itu memang selalu seperti itu. Dong Hwa selalu saja menggoda Karina hingga gadis itu dibuat kesal dan berakhir dengan Dong Hwa yang akan mendapat omelan dari ibu serta istrinya. Dalam hati Chunghee merasa iri dengan kehangatan keluarga Karina, ia tidak pernah merasakan kehangat keluarga yang seperti Karina dapatkan. Tapi disisi lain ia juga merasa bersyukur karena Karina tumbuh dalam keluarga yang baik, sehingga dia bisa menjadi menjadi gadis yang berhati tulus serta baik seperti sekarang ini.
...****************...
Malam ini rumah keluarga Karina begitu ramai karena kini semua anggota sudah berkumpul bersama, mereka sengaja mengambil cuti karena besok adalah peringatan kematin dari Ayah Karina.
Malam semakin larut, bukannya semakin sunyi keadaan rumah justru semakin ramai dengan canda dan tawa dari penghuni rumah. Sebenarnya kini yang masih terjaga hanya Dong Hwa, Myung Shik, Karina dan Chunghee sedangkan Nyonya Kwon, Jihyun, Sera dan Jiwon sudah lebih dulu masuk kamar untuk beristirahat
"Yak, Oppa curang bagaimana bisa pinku keluar, Oppa pasti sengaja bukan, pasti Oppa curang" pekik Karina kesal, entah sudah berapa kali ia kalah dalam permainan karambol ini, bahkan kini wajanya sudah penuh dengan coretan bedak bayi
"Yak mana bisa aku curang dalam permainan seperti ini. Kau saja yang tidak bisa bermain, sudahlah tidak usah banyak alasan, kemari kau adik kecil aku akan membuatmu lebih cantik lagi" ujar Dong Hwa dengan tangan yang sudah ia olesi dengan bedak
"Andwae, aku tidak mau main lagi. Aku akan pergi tidur" ujar Karina, gadis itu berlari menaiki tangga agar Dong Hwa tidak bisa mengejarnya
"Yak, yak, yak dasar gadis curang awas saja kau" pekik Dong Hwa, ia membersihkan bedak pada tangannya, ia kemudian mulai membersihkan karambol yang tadi mereka pakai
"Aish bagaimana bisa aku menyayanginya, padahal ia begitu menyebalkan" gerutu Dong Hwa disela kegiatannya
Sementara itu di taman belakang, Chunghee duduk pada gazebo yang ada disana. Laki-laki itu terdiam dengan pandangan yang menatap pada indahnya langit malam
"Aku kira kau sudah tidur" ujar Myung Shik begitu ia duduk di samping Chunghee
Chunghee tersentak dari lamunannya, laki-laki itu kemudian membenarkan duduknya "eoh Hyung"
"Apa yang sedang kau pikirkan?" Tanya Myung Shik
"Aniyo Hyung, aku hanya sedang menikmati langit malam" jawab Chunghee
"Apa kau sedang bertengkar dengan Karina?" Tanya Myung Shik
"Ah, Aniyo Hyung. Kami baik-baik saja" bohong Chunghee
Myung Shik tertawa kecil "tak apa kalau kau tak ingin bercerita, aku yakin kalian bisa menyelesaikan masalah kalian dengan baik"
Chunghee menegang mendengar ucapan Myung Shik, bagaimana bisa laki-laki itu tahu kalau ia dan Karina sedang bermasalah. Apa Karina menceritakannya? Ah aniyo Karina buka tipe gadis yang akan mengumbar masalah pribadinya
"Gelagat kalian begitu ketara hingga aku bisa tahu kalau kalian sedang tidak baik-baik saja" lanjut Myung Shik, seolah tahu akan apa yang sedang Chunghee pikirkan
"Chunghee-ah, apa kau benar-benar mencintai Karina?" Tanya Myung Shik
Chunghee menoleh pada Myung Shik "nde Hyung aku sangat-sangat mencintainya" jawab Chunghee dengan begitu mantap
Myung Shik Tersenyum "dulu saat Eomma mengatakan bahwa kini bukan hanya kami dan Daejung yang menjaga Karina, aku merasa sangat lega dan bahagia, karena ketika nanti kami jauh Karina maka masih ada orang lain yang akan menjaganya. Tapi saat aku mendengar bahwa kau meninggalkan Karina, aku merasa begitu marah dan kecewa padamu. Dan saat kau kembali lagi dan aku aku mendengar semua perjuanganmu dan kesalah pahaman yang terjadi pada kalian, aku merasa yakin bahwa kau dan Karina memang ditakdirkan untuk bersama"
Chunghee menundukkan kepalanya "jeongmal mianhae Hyung karena membuat Karina harus kehilangan cita-citannya, mianhae karena telah mengecewakan kalian"
"Aniyo Chunghee-ah, kau tidak bersalah. Mungkin inilah jalan terbaik yang Tuhan gariskan untuk kalian, mungkin Tuhan sedang menguji cinta kalian, agar cinta itu semakin tumbuh kuat dan kokoh dalan hati kalian. Tapi Chunghee-ah, bolehkah aku meminta sesuatu darimu?" Tanya Myung Shik
Chunghee mengangguk dengan mantap "apa itu Hyung"
"Tolong jika suat saat nanti, kau bosan dan sudah tidak mencintai Karina lagi. Ataupun saat nanti kalian tidak bisa untuk bersama, tolong kembalikan Karina pada kami dengan baik-baik, sama seperti saat dulu kau memintanya pada kami" ujar Myung Shik
Chunghee mengang dalam duduknya, tiba-tiba saja perjodohannya dengan Eunso melintas dalam pikirannya.
.
.
.
TBC
See you next chapture😊