Just Us

Just Us
Chap 87



Chunghee berlari keluar dari gedung apartemennya, laki-laki itu menoleh ke kanan kiri guna mencari keberadaan Karina, berharap semoga kekasihnya itu masih berada disana. Beberapa saat mencari tapi hasilnya nihil, dia tidak dapati keberadaan kekasihnya itu


"KARINA..." teriaknya frustasi, laki-laki itu mengacak rambutnya frustasi, ia tidak bisa menerima begitu saja keputusan yang Karina ambil


"Karina kembalilah... mianhae, mianhae Changiya" gumamnya begitu nelangsa


Tanpa Chunghee sadari gadis yang sedari tadi ia cari sekarang sedang berada dibalik tembok dengan membekap mulutnya sendiri agar tangisnya tidak terdengar


"Mianhae Chunghee-ah, jeongmal mianhae" jerit Karina dalam hati


Ya, inilah keputusan yang Karina ambil, pergi dari kehidupan Chunghee sama seperti apa yang Ayah laki-laki itu inginkan


FLASHBACK ON


Karina gelisah dalam duduknya, gadis itu sesekali memperbaiki penampilannya. Hari ini ia akan bertemu dengan Ayah Chunghee untuk pertama kalinya, jadi tentu saja ia gugup bukan main.


Sebenarnya ia cukup penasaran kenapa Ayah dari kekasihnya itu bisa mendapatkan nomor ponselnya, dan anehnya lagi laki-laki itu juga memintanya bertemu. Jadi disinilah ia berada sekarang, di salah satu restoran bintang lima dan berada di ruang VIP


Suara pintu terbuka mengalihkan atensi Karina, gadis itu berdiri dari duduknya untuk menyambut Ayah Chunghee. Begitu Yoo Joon sudah berada di depannya, gadis itu segera memberikan hormat


"Annyeounghasimika Tuan Park" sapa gadis itu setelah membungkukkan tubuhnya


"Nde, silahkan duduk Karina" ujar Tuan Park, ia kemudian duduk tepat dihadapan Karina


"Apa kau menunggu lama?" Tanya Yoo Joon


"Aniyo Tuan Park, saya hanya datang lebih awal saja" ujar Karina


Yoo Joon menganggukkan kepalanya "kau sudah memesan makanan?"


"Belum Tuan" jawab Karina


"Baiklah, kalau begitu mari kita memesan makanan dulu" ujar Yoo Joon


Karina hanya mengangguk sebagai jawaban, sungguh gadis itu gugup bukan main.


Setelah selesai memesan makanan keadaan begitu hening, Yoon Joon sibuk dengan ponselnya, Karina semakin merasa tidak nyaman dengan keadaan tersebut, gadis itu akhirnya hanya melempar pandangan pada jendela luar, mengamati lalu lalang warga Seoul dengan berbagai kesibukan mereka


Cukup lama keadaan tersebut berlangsung sebelum seorang pegawai restoran datang membawakan minuman pesanan mereka. Setelah menyajikan minuman tersebut, pelayan tadi kemudian undur diri


Karina berdehem setelah mencoba minumannya "Tuan Park apa ada sesuatu yang ingin anda sampaikan? Mengapa anda mengajak saya bertemu?" Tanya nya


"Ah kau tak suka basa basi ternyata, baiklah. Aku dengar kau menjalin hubungan dengan putraku, apa itu benar?" Ujar Yoo Joon


"Nde Tuan Park" jawab Karina


"Aku dengar kau dulu seorang dokter residen, kau memutuskan keluar dari rumah sakit karena tremor yang kau alami, betul begitu?" Tanya Yoo Joon


"Nde" jawab Karina


Yoo Joon bersmirk "Kau memiliki dua kakak yang bekerja sebagai seorang pengacara, dan Ibu mu mengelola sebuah toko bunga di daerah Daegu. Ayahmu telah meninggal semenjak kau masih berada di junior high school, dan Ibu mu harus bekerja keras untuk dapat menyekolahkanmu hingga kau bisa menjadi seorang dokter, tapi saat sudah menjadi dokter kau justru keluar hanya karena seorang laki-laki yang tak lain adalah putraku sendiri" lanjut Yoo Joon


Karina merasa tersentil mendengar apa yang Yoo Joon katakan. Mengapa laki-laki itu berbicara semacam itu? Dan apa sebenarnya tujuan laki-laki itu untuk memintanya bertemu


"Maaf Tuan Park, apa sebenarnya tujuan dari pertemuan ini" tanya Karina sekali lagi


Karina terdiam, sekarang dia mulai paham kemana arah pembicaraan ini dan apa tujuan dari pertemuan ini


"Aku yakin kau adalah gadis yang pintar Karina Kim. Aku yakin kau pasti sudah tahu sekarang kenapa aku memintamu untuk bertemu. Kalian berbeda, kalian tidak berada pada kelas yang sama, tidak seharusnya kalian bersama. Jadi tinggalkan putraku, aku tidak bisa memiliki menantu yang berbeda dari kelasku. Keluargamu memang berasal dari keluarga menengah, dan berkecukupan, tapi bukan dari keluarga seperti itu yang aku inginkan untuk menjadi menantuku" ujar Yoo Joon


Karina tak sanggup menelan ludahnya, rasanya begitu pahit dan menyesakkan mendengar apa yang Yoo Joon katakan. Laki-laki itu menolaknya, bahkan ia secara tidak langsung telah menghina keluarganya. Rasanya begitu menyesakkan ketika mendengar kata-kata tersebut keluar dari mulut Ayah dari kekasihnya sendiri


"Selama ini aku membangun nama baik serta citra perusahaanku dengan susah payah. Aku tidak ingin hanya Karena Chunghee menikahimu, apa yang telah aku usahakan selama ini berakhir sia-sia. Dan lagi, aku telah menjodohkan putraku dengan seorang gadis yang setara dengan kami. Ah aku yakin kau pasti sudah tahu siapa gadis itu, kalian bahkan berteman" ujar Yoo Joon


Karina masih terdiam, gadis itu mencoba menerka siapa gerangan gadis tersebut.


"Aku rasa akan lebih baik jika aku memberitahumu secara langsung padamu dari pada kau menerka-nerka siap gadis itu. Dia adalah Eunso, seorang gadis yang baru saja menjadi temanmu" lanjut Yoo Joon


Bagai diserang petir di siang bolong, Karina terkejut bukan main. Bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi? Ingatannya lalu berputar pada kejadian dimana Chunghee melarangnya untuk terlalu dekat dengan Eunso, laki-laki bahkan memintanya untuk berhenti berteman dengan Eunso. Lalu sebuah pertanyaan muncul, apakah Chughee telah mengetahuinya? Apakah laki-laki itu tahu bahwa ia telah dijodohkan dengan Eunso?


"Jadi tinggalkan Chunghee, jangan buat di malu karena bersanding dengan gadis yang bukan setara dengan kelasnya" ujar Yoo Joon tak berperasaan. Setelahnya laki-laki itu pergi meninggalkan Karina yang mulai tergugu dalam tangis dan luka hatinya


"Appo, ige appo" ujar gadis itu dengan memukul dadanya yang terasa begitu sakit. Isak tangis Karina semakin menjadi beruntung dia berada di ruang VIP, jadi tidak akan ada yang melihatnya


Karina mengusap perutnya kemudian berujar "Mianhae Aegi-ya"


FLASHBACK OFF


Tubuh Karina luruh seiring dengan tanggisnya yang semakin menjadi, gadis itu masih dapat mendengar Chunghee yang terus memanggilnya. Ingin rasanya ia berlari dan menghambur pada pelukan lelaki itu, tapi hal tersebut tak mungkin dapat ia lakukan. Keputusannya sudah bulat, ia akan menjahui laki-laki tersebut dan mengakhiri kisah cinta mereka


Karina mendongak ketika mendapati sepasang sepatu berada di depannya, tangisnya semakin tergugu ketika mendapati siapa yang berada di depannya.


Pemilik sepatu tersebut adalah Kwon Sun, laki-laki itu tadi melihat Karina keluar dari Caffe secara terburu-buru. Merasa ada yang tidak beres akhirnya dia mengikuti Karina


"Kwon Sun-ah" panggil Karina dengan begitu nelangsa


Kwon Sun berjongkok untuk dapat menyamakan tinggi tubuh mereka, tanpa berkata apapun laki-laki itu memeluk tubuh ringkih Karina. Ia usap lembut punggung bergetar itu. Karina merepat kaos yang Kwon Sun pakai, gadis itu menyandarkan dahinya pada dada anak buahnya itu


"Appo Kwon Sun-ah" lirihnya


Kwon Sun memejamkan matanya mendengar rintihan Karina, dalam hati laki-laki itu mengumpat pada Ayahnya yang telah membuat Karina menjadi seperti ini


"Karina-ya, Karina" suara Chunghee terdengar begitu jelas ditelinga Karina karena kini laki-laki itu sedang berada tepat di sebelah mereka


Karina merapalkan doa dalam hati, berdoa semoga kekasihnya itu tidak melihatnya dan Kwon Sun. Namun sepertinya keberuntungan sedang tidak berada padanya karena Chunghee justru menoleh pada mereka.


Baru saja Chunghee akan menghamipiri Kwon Sun dan Karina, tapi urung ketika melihat Kwon Sun memeluk Karina semakin erat, laki-laki memiringkan kepalanya, seolah ia sedang mencium Karina. Laki-laki itu pergi dengan terus memanggil Karina, beruntung Chunghee tidak mengenali dan tidak melihat wajah Kwon Sun


"Bawa aku pergi dari sini Kwon Sun-ah, bawa aku keluar dari penderitaan ini" ujar Karina


.


.


.


TBC


See You Next Chapture😊