
Karina baru saja memasuki lobi rumah sakit, tadi dia keluar sebentar untuk makan tteokbokki dan fish cake. Sebenarnya tadi Chunghee sudah menawarkan diri untuk membelikannya, tapi Karina menolaknya, gadis itu beralasan ingin mencari udara segar. Jadi mau tidak mau Chunghee harus memperbolehkannya
Satu minggu sudah Daejung terbaring diranjang rumah sakit, satu minggu ini juga Karina dan Chunghee setia menunggu Daejung. Mereka akan bergantian dengan Chinsun, kalau mereka mendapat shift malam maka Chinsun akan menunggu di pagi harinya, begitu pun sebaliknya ketika mereka mendapatkan sift pagi atau siang maka Baekhoo lah yang akan bergantian menjaga malamnya, Baekhoo tidak mengijinkan Chinsun menjaga malam karena wanita itu sedang mengandung, dia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada bayi mereka.
"Karina-ya" panggil Baekhwa
Karina menghentikan langkahnya begitu mendengar seseorang memanggilnya, gadis itu menoleh pada Baekhwa begitu laki-laki itu sudah berada disampingnya
"Karina-ya, bisa kita bicara sebentar? Ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu Jeball" pinta Baekhwa
Karina menatap laki-laki itu, dia menunduk kemudian. Bayangan tentang apa yang Daejung dan Chunghee katakan dulu kembali melintas dikepalanya, dia harus mulai mencoba memaafkan Baekhwa. Sulit memang tapi dia harus mencobanya, seperti apa yang Daejung katakan
Gadis itu kembali mendongak, ia lalu menganggukkan kepalanya. Baekhwa tersenyum mendapat jawaban dari Karina
"Apa kau keberatan kalau kita bicara di taman luar?" Tanya Baekhwa ragu-ragu. Laki-laki itu takut kalau Karina akan menolaknya
Karina menarik nafas dalam, meski ragu gadis itu tetap mengangguk. Gadis itu lalu berjalan lebih dulu untuk menuju taman yang berada di luar rumah sakit. Baekhwa tersenyum, laki-laki itu lalu menyusul Karina.
Hampir lima menit Karina dan Baekhwa duduk berdua di bangku taman, Baekhwa bingung harus memulainya dari mana.
"Apa kita akan terus seperti ini sampai nanti? Kalau tidak ada yang ingin kau bicarakan, aku akan kembali ke rumah sakit Chunghee pasti sudah menungguku lama" ujar Karina memecahkan keheningan
"Ah... Mian ak-aku tidak tau harus mulai dari mana" jawab Baekhwa
"Kau bisa langsung ke intinya" ujar Karina
Baekhwa menarik nafas berat, lalu membuangnya dengan pelan. Laki-laki itu memutar duduknya dan menatap karina
"Karina-ya, aku tau kau pasti sudah sangat bosan mendengar hal ini, aku juga yakin kau pasti sudah tau apa yang akan aku katakan ini. Tapi Karina, aku akan terus meminta maaf padamu sampai kau mau memaafkanku. Aku tau kau masih belum bisa melupakan kejadian itu, begitu pun dengan ku Karina. Setiap kali kejadian itu melintas dipikiranku, rasa sesal itu selalu datang dan membuatku tidak tenang. Karina-ya, sekali ini saja aku mohon maafkan aku. Aku berjanji setelah ini aku tidak akan menganggumu lagi. Aku akan kembali ke Canada, jadi sebelum aku pergi, aku ingin meminta maaf padamu" jelas Baekhwa
Karina memejamkan matanya, entah mengapa ada sedikit rasa tidak terima ketika dia mendengar bahwa Baekhwa akan kembali ke Canada. Dia memang masih membenci laki-laki itu, tapi tidak bisa dia pungkiri juga kalau laki-laki itu dulu pernah singah di hatinya, dan menorehkan cerita yang indah pada awalnya, meski harus berakhir dengan sebuah sakit hati yang mendalam.
Kalau dibilang Karina masih mencintai Baekhwa, itu salah besar karena nyatanya perasaan Karina pada Baekhwa sudah hilang dan lenyap sejak dulu. Dan untuk soal perasaan, kini hati Karina sudah tertambat pada seorang laki-laki yang selalu ada didekatnya. Entah sejak kapan perasaan itu tumbuh, Karina pun juga tidak pernah tau dan tidak menyadarinya
"Baekhwa, aku memang masih sakit hati dan mungkin aku juga belum bisa memaafaakanmu. Tapi Daejung dan Chunghee mengatakan kalau aku harus mencobanya, mencoba untuk memaafkanmu dan memulai untuk berdamai dengan masa lalu, karena tidak mungkin kan aku akan terus terjebak dengan masa lalu itu. Jadi Baekhwa aku memaafkanmu, kau tidak perlu meminta maaf lagi. Aku rasa aku juga bersalah dalam hal ini, jadi Baekhwa aku minta maaf atas sikapku padamu selama ini, tidak seharusnya aku berbuat dan berkata kasar padamu" balas Karina
Baekhwa tersenyum, laki-laki itu merasa bahagia setelah mendengar bahwa Karina sudah memaafkannya, rasanya seperti beban berat dipundaknya terangkat begitu saja. Dengan keberanian sebesar biji jagung, Baekhwa mencoba meraih tangan Karina untuk dia genggam
"Aniyo, kau tidak salah Karina-ya. Aku yang bersalah dalam hal ini. Aku memaklumi sikapmu itu, bukankah sebuah hal yang wajar kalau kau bersikap seperti itu padaku. Aku pernah melukaimu begitu dalam jadi hal itu sangat wajar terjadi padamu. Gomawo Karina kau sudah mau memaafkanku, aku berjanji setelah ini aku akan berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik" ujar Baekhwa
Karin tersenyum dan mengangguk
"Besok aku akan berangkat kembali ke Canada, aku akan memulai karir ku disana" ujar Baekhwa, laki-laki itu lalu melepas tangan Karina yang ia genggam
"Kalau kau kembali kesana itu berarti kau akan mengulang masa residenmu" ujar Karina
"Em, aku tau itu. Tapi tak apa aku akan berusaha memulainya dengan baik disana. Karina-ya aku tau Daejung dan Chunghee pasti akan menjagamu dengan baik, tapi Karina kalau terjadi sesuatu dengan hubunganmu dengan mereka, kau bisa menghubungiku dan datang padaku, aku akan selalu menerima dirimu apapun keadaannya. Aku harap kita bisa memulai hubungan baru sebagai seorang teman, itu pun kalau kau tidak keberatan" ujar Baekhwa
"Aniyo, untuk apa aku keberatan. Sama sekali aku tidak keberatan dengan hal itu. Geurae kalau begitu mulai sekarang mari kita menjadi seorang teman" balas Karina dengan senyum manisnya
Karina bersyukur dalam hati dia juga membenarkan apa yang kedua sahabatnya katakan, tidak ada salahnya mencoba. Dan memang benar setelah dia berbicara dengan Baekhwa seperti ini, hatinya terasa lebih lega. Apa yang selama ini membebaninya terangkat begitu saja. Ternyata memaafkan semenyenangkan ini, sepertinya setelah ini dia harus mentraktir kedua sahabatnya itu
Baekhwa tersenyum, akhirnya setelah sekian lama dia bisa melihat senyuman manis itu lagi. Senyum itu akan dia simpan baik-baik dalam memori otaknya, jadi ketika dia merindukan Karina saat di Canada nanti, dia bisa mengingat wajah dan senyum Karina itu dengan baik.
.
.
.
TBC
See you next Chapture....😊