
Jam makan siang biasanya Chunghee habiskan bersama Mina, dan hari ini pun mereka juga makan siang bersama. Disela menikmati makanan mereka sering membahas beberapa hal, baik itu masalah pribadi ataupun masalah pasien yang mereka tangani
"Apa semalam kau menginap di apartemen Karina?" Tanya Mina
"Aniyo, aku hanya pulang sedikit larut. Wae?"
"Any, aku hanya bertanya. Ingat kalian jangan melakukan hal 'itu' sebelum kalian resmi menikah, ingat itu" ujar Mina
Cunghee berdecih "Nunna tenang saja aku bukan laki-laki seperti itu. Aku mencintai Karina, aku sudah berjanji pada Daejung kalau aku akan selalu menjaganya, salah satunya hal tersebut. Aku berjanji tidak akan melakukan hal tersebut sebelum kami resmi menikah"
Mina tersenyum, dalam hati ia merasa bersyukur karena Tuhan mengirimkan laki-laki sebaik Chunghee untuk Karina. Ia menyayangi Karina seperti ia menyayangi adiknya sendiri, jadi wajar kalau dia merasa bahagia
"Apa Daejung sudah kembali?" Tanya Mina
"Eoh mereka kembali beberapa waktu lalu. Wae?"
"Any, aku merasa lega setidaknya akan ada yang menghajarmu kalau sampai kau berani macam-macam pada Karina" ujar Mina tanpa perasaan bersalah
"Yak apa maksudmu Nunna? Bukannya sudah aku bilang kalau aku tidak akan berbuat lebih sebelum kami menikah" sungut Chunghee
"Aku hanya mengantisipasi saja" balas Mina
"Aish benar-benar"
Mina tertawa kecil, hal yang paling menyenangkan untuknya adalah menggoda Chunghee, jadi ia sangat senang ketika bisa membuat Chunghee merasa kesal.
Setelah itu mereka kembali menikmati makan siangnya, mereka begitu menikmati waktu makan siang tersebut, karena biasanya mereka hanya akan mengganjal perut dengan roti karena mereka sering mendapat panggilan darurat, jadi makan siang seperti sekarang ini akan mereka manfaatkan sebaik mungkin
"Chunghee-ah"
Chunghee memejamkan matanya, ia tahu betul siapa pemilik suara tersebut. Suara dari seorang gadis yang sangat ingin dia hindari, ia begitu muak dengan gadis tersebut. Tanpa menjawab ataupun menoleh, laki-laki itu menyeka bibirnya dengan tisu, ia kemudian berdiri dari duduknya
"Nunna, aku pergi dulu. Nikmatilah makan siangmu" ujar Chunghee
Mina hanya megerjapkan matanya beberapa kali, ia merasa penasaran siapa wanita tersebut? Dan kenapa Chunghee terkesan menghindari wanita tersebut
"Chunghee-ah, tunggu..." panggil Eunso
Chunghee sama sekali tak menggubris panggilan tersebut, laki-laki itu justru berjalan semakin cepat untuk menghindari Eunso
"CHUNGHEE BERHENTI ATAU AKU AKAN MENGGUGURKAN ANAK KITA" teriak Eunso
Hal tersebut berhasil, Chunghee memang berhenti berjalan, tapi bukan hanya Chunghee beberapa dokter, perawat, serta staff rumah sakit yang sedang berada dikantin khusus karyawan itu tiba-tiba senyap seketika, mereka merasa terkejut dengan teriakan Eunso, bukan hanya mereka Chunghee dan Mina pun sama terkejutnya, bahkan Mina sampai membulatkan mata serta menutup mulutnya dengan dramatis
Chunghee menatap Eunso dengan begitu tajam, laki-laki itu berbalik arah dan berjalan mendekati Eunso dengan Emosinya yang siap meledak. Begitu sampai di depan gadis itu, ia mencengkram kedua bahu Eunso dengan begitu kuat hingga Eunso meringis kesakitan
"Apa yang kau katakan hah? Apa yang kau lakukan" ujar Chunghee dengan penuh penekanan disetiap kalimatnya, terlihat jelas kilat kemaraham dimata setajam elang itu
Eunso tidak menjawab gadis itu hanya meringis merasakan nyeri pada kedua bahunya. Tidak mendapat jawaban, Chunghee menggunjang tubuh tersebut
"APA YANG KAU KATAKAN HAH? APA MAKSUDMU? JAWAB KETIKA AKU BERTANYA" ujar Chunghee dengan nada Tinggi
Eunso mulai terisak, gadis itu merasa takut menghadapi Chunghee yang seperti ini. Ia tidak biasa diperlakukan seperti ini oleh siapapun termasuk kedua orang taunya
"APA KAU TULI EUNSO-SSI, apa kau mendadak bisu? Aku bertanya apa maksudmu berkata seperti ini hah? Kau ingin merusak reputasiku? Kau ingin mempermalukanku? Kau ingin aku kehilangan pekerjaanku? Kau ingin menghancurkan apa yang telah aku bangun selama ini hah? Kau berencana menghancurkanku begitu? JAWAB AKU BUKAN HANYA DIAM SIALAN" bentak Chunghee diakhir kalimatnya, emosinya benar-benar sudah tidak bisa ditolerir lagi
Eunso semakin tergugu dalam tangisnya, ia menggelang. Sungguh bukan itu maksutnya, ia tidak bermaksud untuk menghancurkan apa yang telah Chunghee bangun selama ini. Dengan keberanian yang hanya sebesar butiran debu gadis itu mendongan menatap Chunghee
"Meninggalkanmu? Apa kau sedang bercanda? Apa kau sedang mabuk? Apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan? Eunso-ssi sadarlah kita tidak saling kenal. Aku mengenalmu hanya karena Aboji dan karena kau TEMAN Karina KEKASIHKU" ujar Chunghee dengan menekankan beberapa kata
"TAPI AKU MENCINTAIMU CHUNGHEE-AH, aku lebih mencintaimu dari pada Karina. Apa lebihnya gadis itu? Buka matamu Chunghee aku lebih baik dari Karina dalam segala hal, dia hanya gadis biasa yang beruntung mendapat cinta darimu dan menjadi teman dari Daejung, selebihnya dia hanyalah gadis perebut..."
"CUKUP, aku muak mendengar omong kosongmu. Aku rasa kau perlu berkaca Eunso-ssi, disini kau lah yang menjadi perebut kekasih orang. Aku tidak mengenalmu, dan aku sudah bersama dengan Karina sejak dulu jadi tolong berkacalah sebelum berucap" sela Chunghee
"Wae, aku memang benar dia hanyalah gadis murahan yang menjual wajah polosnya untuk..."
Ppplllaakkk
lagi-lagi ucapan Eunso terputus oleh tampara keras yang ia terima.
Semua yang berada disana membulatkan matanya melihat hal tersebut, bagaimana bisa seorang Son Gyosunim yang terkenal begitu baik, ramah dan lemah lembut bisa berbuat seperti itu. Ah sepertinya mereka lupa bahwa Son Gyosu juga merupakan sosok yang begitu tegas tentu saja, apa lagi dia merupakan seorang profesor yang cukup berpengaruh disini, ia juga merupakan salah satu orang kepercayaan direktur rumah sakit ini, jadi rasanya wajar kalau dia melakukan hal tersebut apalagi hal tersebut sudah mengganggu aktifitas mereka
"Nona Eunso-ssi, aku rasa kau sudah keterlaluan. Aku bisa melaporkanmu dengan beberapa pasal, pertama pencemaran nama baik pada Chunghee dan Karina, kedua kau sudah memfitnah Karina, dan yang ketiga kau sudah membuat keributan disini. Kau hanyalah pengunjung disini, jadi tolong jaga sikapmu. Aku tidak peduli siapa dirimu dan dari kalangan mana kau berasal. Tapi selama kau berada di kawasanku, maka aku akan menindak tegas termasuk melakukan hal tadi. Jadi sebelum aku meminta security untuk mengusirmu, lebih baik kau pergi dari sini Nona Eunso-ssi" ujar Son Gyosu dengan begitu tegas dan tak terbantahkan
Setelah Eunso pergi, Son Gyosu meminta semua untuk kembali beraktifitas seperti semula
"Chunghee Gyosu, ikut aku ke ruanganku" ujarnya
"Nde Gyosunnim" jawab Chunghee, sebelum pergi dia sempat bersitatap dengan Mina
.
.
.
Sementara itu dilain tempat diwaktu yang bersamaan Kwon Sun keluar dari mobilnya laki-laki dengan postur tubuh tinggi tegap itu mentap sebuah Caffe yang tidak terlalu besar tapi cukup ramai dikunjungi oleh pengunjung. Dengan langkah tegas ia memasuki Caffe terebut
"Annyeonghaseyo... selamat datang" sapa seorang gadis yang duduk di belakang meja kasir
Kwon Sun mendekat, ia kemudian melepas kacamata hitam yang bertengger manis pada hidung banggirnya. Dan begitu hal tersebut terjadi dapat ia dengar pekikan tertahan dari beberapa pengunjung wanita disana. Tentu saja itu biasa ia dapati, apalagi alasannya kalau bukan karena wajahnya yang begitu tampan, meskipun terlihat dingin tapi entah menggapa gadis-gadis di luaran sana tetap mengejarnya
"Silahkan pilih, ini adalah menu dari Caffe kami" ujar gadis di belekang meja itu yang tak lain adalah Karina si pemilik caffe
"Tolong satu cup americano dan sepotong lemon cake"
"Nde, kami akan segera menyiapkannya. Silahkan memilih tempat anda" ujar Karina dengan senyum yang begitu manis, hingga mata indah itu membentuk bulan sabit
Kwon Sun mengangguk, ia kemudian memilih tempat duduk yang berada didekat jendala beberapa menit kemudian seorang pelayang datang membawakan pesanannya, ia mengangguk pada pelayan tersebut sebagai ucapan terima kasih. Sembari meminum americano nya laki-laki yang tak lain adalah adik Chunghee itu menatap Karina dengan berbagai pertanyaan yang bergelayut di kepalanya
"Mianhae Hyung" batinnya
.
.
.
TBC
See You Next Chapture😊