Hero From The Dark Dimension

Hero From The Dark Dimension
Chapter 71: Kekuatan misterius



Lokasi: Area tengah kota Tideo.


Hunt memimpin pertempuran berkat sihir Ratu yang mendadak melunjak dahsyat, mereka yang berada disana berpikir bahwa semua itu memang kekuatan sejati Ratu mereka.


Sementara itu Ratu...


"Ini bukan kekuatan ku, bukan..., lebih tepatnya kekuatan aneh yang muncul dalam diriku tanpa kuduga," batin Ratu.


Ia kembali mencoba mengeluarkan sihirnya, kali ini ia menciptakan kurungan dari elemen kayu dan berhasil mengurung Manticore.


"GROOOAAAA....!!!!"


Manticore meronta hebat sambil terus berusaha menghancurkan kurungan itu dengan cakarnya, bahkan ia mengeluarkan serangan ledakan untuk menghancurkannya.


Tetapi kurungan kayu itu sama sekali tidak tergores, ini begitu mengherankan.


Mara terpelanga melihat kayu yang mudah rapuh dapat menahan monster yang dapat menghancurkan pelindung kristal, sama sekali tidak masuk akal.


"Bagaimana kakak melakukan itu?" batin Mara.


Para Hunt yang lain pun menanyakan hal yang sama.


Darius mengambil kesempatan untuk menghantam bagian kepala Manticore dengan tinjunya.


BUAAAAK...!


Manticore pun tertunduk lemas dibuatnya.


Terlihat darah mengalir dari kepalanya, tengkoraknya sudah hancur sebagian.


"Sekarang saatnya, cepat tutupi sinar matahari...!"


Teriak Darius.


Ratu yang mendengar teriakannya pun refleks dan langsung memanggil awan mendung, dalam hitungan detik sinar matahari terhalang oleh kerumunan awan hitam.


Manticore yang awalnya agresif pun kini menjadi lunak, kulitnya yang kokoh perlahan rapuh dan rontok.


Peluru sihir pun dengan mudah menembusnya, disaat yang sama Darius maju untuk menyerang dengan tinjunya.


Tubuh keras Manticore seakan seperti puding yang begitu lembek sehingga dengan mudahnya hancur, muncul sebuah cahaya kecil bersamaan dengan hancurnya tubuhnya monster itu.


"Ini dia..," ucap Darius sambil meraih cahaya itu.


Kemudian ia ******* hancur cahaya itu dalam genggamannya.


Tubuh monster yang hancur perlahan menghilang setelah cahaya itu dihancurkan, seluruh manusia yang menyaksikannya tak dapat berkata selain hanya bisa menyaksikan kejadian itu.


"Monster itu lenyap?" batin Ratu.


Lalu menoleh ke arah Darius secara perlahan.


"Apakah sejak awal dia mengetahui kelemahan monster itu?" tanya Ratu dalam batin.


Ia menyadari alasan tindakan Darius yang menyuruhnya menutupi sinar matahari, semua itu memang rencana nya.


Para Hunt yang terluka segera menuju ke rekan-rekan mereka yang memiliki sihir dasar penyembuhan, mereka tersenyum senang setelah monster itu dapat dikalahkan.


Mereka yang masih bisa berdiri bersorak memuji sang Ratu, sihir Ratu yang bagai keajaiban telah membuat kagum mereka.


Tentu Ratu tersenyum atas pujian yang mereka lontarkan, namun disamping itu dia juga menyimpan sejuta tanya.


"Yang barusan itu luar biasa, seakan batasan kekuatan ku terhapus begitu saja," batin Ratu sambil memandangi Darius yang membopong Hilda yang pingsan, ia dibantu oleh Nanta.


"Aku bahkan tidak perlu merapal mantra untuk mengeluarkan sihir ku, ini ganjil tapi luar biasa," batin Ratu.


Terlintas sebuah pemikiran lain di benak Ratu, semua kejanggalan ini seakan menarik perhatiannya.


Perlahan ia berjalan menghampiri Darius dengan segala rasa penasaran yang bertumpuk-tumpuk di hatinya, semua orang terfokus pada Ratu yang berjalan menghampiri orang yang mereka anggap sebagai gadungan.


Ratu menghela nafas tepat ketika berhadapan dengan Darius, lalu ia berkata dalam hatinya...


"Semua ini harus diselidiki."


Darius memandang Ratu.


"Terima kasih atas kerjasamanya, sekarang ada perlu apa denganku?" tanya Darius.


"Darius, aku membukakan pintu markas Hunt untuk menyambutmu sebagai salah satu dari kami," ucap Ratu.


Seketika semua orang ternganga.


"Apa kau bilang?" tanya Darius seakan ia salah dengar.


"Aku menyambutmu sebagai anggota dari Hunt, apakah itu kurang jelas?" tanya balik Ratu.


Mara sebagai adik sekaligus wakil pun terdiam seribu kata menyaksikan itu.


"Datanglah ke kediaman kami nanti malam, akan ku siapkan pesta penyambutan untuk mu," ucap Ratu lalu kemudian ia berpaling dan pergi.


"Sampai jumpa," ucap Ratu.


"Hey..., tunggu dulu," panggil Darius namun Ratu mengacuhkannya.


Ratu memberikan perintah kepada para bawahannya untuk segera bersiap kembali ke markas, mereka pun segera gerak cepat melaksanakan perintah.


Mereka semua berbaris rapi selagi lingkaran teleportasi milik Ratu melebar meliputi mereka, saat itu Ratu tidak berkata apa-apa lagi.


Ia bahkan tidak menjawab pertanyaan adiknya yang menanyakan keputusannya terhadap Darius, dalam hitungan detik para Hunt menghilang dari pandangan.


Sementara Darius masih sangat bingung terhadap Ratu yang mendadak bersikap baik terhadap dirinya.


"Sepertinya tawaran adikku akan segera ditolak," ucap Nanta mendadak.


"Akan kupikirkan itu nanti, sekarang bantu aku mengangkat naga betina ini," balas Darius.


Mereka berdua pun membopong tubuh Hilda yang lemas dan babak belur, melewati runtuhan bangunan yang hancur akibat pertarungan yang amat dahsyat.


Bersambung....