Hero From The Dark Dimension

Hero From The Dark Dimension
Chapter 42: Kebenaran tentang Komandan 3 Divisi Sihir



...Hai redears, akhirnya Author punya waktu untuk menulis update cerita ini....


...Semoga para readers masih tetap setia dengan cerita ini....


...Selamat membaca 😁😁😁...


...********...


Markas K.A.O, 3 Desember 2030....


Terlihat dua orang Komandan Divisi Sihir terlihat amat lesu, mereka menelusuri lorong bersama-sama dengan tampilan tidak bersemangat. Kecerahan wajah mereka pudar, tidak secerah tadi pagi. Penat dan keringat nampak pada diri mereka berdua.


"Aduh..., make up ku luntur, berada di ruang perlengkapan terlalu lama tidak baik untuk penampilanku. Ruangan itu sangat panas," keluh Komandan Seirus.


"Mau bagaimana lagi? karena sekarang Komandan pertama sedang keluar kota, jadi kita yang harus mengurus semua ini," tukas Komandan Deri.


"Kesibukan apa yang membuatnya harus keluar kota?" tanya Komandan Seirus.


Komandan Deri menggeleng kepala.


Mereka sedang dalam perjalanan menuju ruang pertemuan, hari ini menteri sihir dari negeri Zu Ran akan datang untuk mendiskusikan pengembangan produksi equipment sihir. Pertemuan itu akan dimulai 10 menit lagi.


Tetapi disamping pertemuan itu, ada tugas lain yang harus mereka lakukan di waktu yang sama, yakni memindahkan arsip lama ke ruang pustaka. Seluruh arsip itu akan dicatat dalam riwayat perkembangan Divisi sihir dan itu sangatlah penting.


"Kurasa kita harus menyuruh seseorang untuk memindahkan arsip lama," usul Komandan Seirus.


"Kau benar, tapi siapa yang akan kita suruh?" tanya Komandan Deri.


Komandan Seirus menebar pandangan, ia mendapati Darius beserta kawan-kawannya dari Divisi sihir tengah asyik mengobrol. Disinilah terlintas sebuah ide dipikirannya, ia pun menyeret Komandan Deri bersamanya untuk menemui Darius.


"Selamat siang," salam Komandan Seirus kepada Darius dan teman-temannya.


Saat ini Darius tengah bersama dengan Yufon, Torre dan Khain.


"Selamat siang, komandan," balas mereka serempak.


"Kami berdua ingin meminta sedikit bantuan kepada kalian semua," ucap Komandan Seirus.


"Bantuan apa?" tanya Darius.


"Tolong pindahkan arsip lama ke ruang pustaka, hari ini jadwal kami bertabrakan jadi kami butuh bantuan kalian," jawab Komandan Seirus.


Darius diam sejenak, mempertimbangkan ini. Karena sekarang adalah jam istirahatnya, tapi teman-temannya yang lain bersih keras membujuknya untuk membantu Komandan Seirus. Mereka semua sangat ingin melihat ruang pustaka, keinginan teman-temannya ini tidak dapat ia tolak.


"Baiklah, kami akan membantu," ucap Darius.


Teman-temannya yang ada di belakangnya pun senang.


"Baguslah, kami berterimakasih kepada kalian," ucap Komandan Seirus sambil memberikan kunci ruang arsip kepada Darius.


"Ruang arsip Divisi sihir berada di lantai 4 markas ini, arsip lama berada didalam kotak biru tua yang tertata rapi disana. Jangan sampai salah ambil, paham?" tanya Komandan Seirus.


"Itu cukup mudah diingat," balas Darius.


"Baiklah, kalau begitu selamat bekerja. Kami ada pertemuan yang harus dihadiri, jangan lupa mengunci pintu setelah mengambil arsip, oke? bye."


Komandan Seirus merangkul rekannya dan langsung pergi.


Sementara itu, kawan-kawan Darius sudah tidak sabar untuk memasuki ruang pustaka.


"Darius, ayo kita pergi mengambil arsip, setelah itu kita akan melihat ruang pustaka," ucap Yufon.


"Kalian nampaknya sangat tertarik dengan ruang pustaka itu, memang apa isinya?" tanya Darius.


"Ruang pustaka adalah tempat penyimpanan arsip dan benda hasil prestasi para penyihir, baik itu berupa buku maupun senjata (hanya berupa replika)," jawab jelas Yufon.


"Kudengar disana juga ada buku langka ciptaan penyihir sekelas Ratu Hunt dan buku itu sudah tidak ada diperpus manapun," sahut Khain.


"Aku ingin melihat benda-benda hasil prestasi ksatria sihir sebelum kita," ucap Torre.


Mereka semua sangat bersemangat, rasa cinta mereka akan sihir sangatlah tinggi. Mereka amat penasaran, seperti apa hasil prestasi ksatria-ksatria sihir sebelum mereka?


Semangat mereka memaksa Darius untuk membantu Komandan Seirus, demi mendapatkan kesempatan untuk melihat ruang pustaka Divisi sihir.


"Baiklah kalau begitu, kita berangkat sekarang," ucap Darius.


"Yessss, ayo...!"


Yufon sangat bersemangat, begitu juga dengan yang lain. Mereka pun berangkat menuju tempat yang mereka tuju.


...************...


Ruang pertemuan markas K.A.O.


Menteri negeri Zu Ran telah hadir, semua komandan Divisi sihir K.A.O pun hadir dalam pertemuan tersebut.


Komandan pertama Divisi sihir. Grafalt Heizer.


Komandan kedua Divisi sihir. Seirus Ivory.


Komandan ketiga Divisi sihir. Deri Pielfi.


Komandan keempat Divisi sihir. Miela Arun.


Komandan kelima Divisi sihir. Lawrence Goma.


Komandan keenam Divisi sihir. Erusio Wolud.


Semuanya menghadiri pertemuan penting ini.


"Baiklah para Komandan Divisi sihir dan Menteri sihir negeri Zu Ran yang terhormat, mari kita mulai pertemuan ini," ucapan pembukaan dari Komandan pertama.


"Menteri negeri Zu Ran yang terhormat, silahkan menunjukkan inovasi yang anda temukan," ucap Komandan pertama mempersilahkan.


Menteri sihir negeri Zu Ran yang bernama Ouma ini pun menunjukkan sebuah gulungan kertas yang berisi rancangan sebuah senjata sihir.


Para komandan melihat jeli rancangan dalam gulungan tersebut.


"Ini kan, senapan barreta?" ucap Komandan Seirus penuh tanda tanya.


"Benar sekali, tapi ini bukan sekedar senapan jarak jauh. Senjata ini dirancang untuk menembus kulit Hydra, seperti yang kita ketahui, monster yang paling sulit kita tangani saat ini adalah Hydra," balas Menteri Ouma.


"Monster itu memiliki regenerasi super cepat serta serangan yang mematikan, makhluk tak bertulang belakang itu tidak dapat dihentikan jika hanya dengan menggunakan meriam ataupun kekuatan sihir biasa," lanjut menteri Ouma.


"Apa keistimewaan senjata ini?" tanya Komandan Deri.


"Senjata ini mampu melesat serangan dengan kecepatan supersonik, memiliki daya hancur besar. Senjata ini tidak bisa dioperasikan oleh satu orang saja, karena ukurannya tidak seperti senapan pada umumnya," jawab Menteri Ouma.


"Memangnya ukurannya sebesar apa?" tanya Komandan Deri untuk kedua kalinya.


Menteri Ouma menyuruh bawahannya untuk menyediakan screen dan proyektor, lalu ia menunjukkan wujud senjatanya dari layar screen tersebut. Seluruh Komandan Divisi sihir merasa aneh setelah melihat ukuran dari senapan yang ditunjukkan oleh menteri.


"Senapan ini....."


...***********...


Sementara itu, di lorong menuju ruang pustaka.


Darius dan teman-temannya sudah mengambil semua arsip yang disebutkan oleh Komandan Seirus, sekarang mereka dalam perjalanan menuju ruang pustaka. Sebagai pelipur bosan, mereka mengobrol satu sama lain selagi dalam perjalanan.


"Hey Darius, bagaimana kabarmu di Divisi Sword Master?" tanya Khain.


"Tidak baik," jawab Darius.


Semuanya pun merasa terkejut.


"Apa kau tidak diterima disana?" tanya Yufon.


"Bukan begitu, mereka yang disana langsung menobatkan ku sebagai Sword Master sehingga aku dapat memasuki tahap pengambilan Rank, itu sangat tidak seru," jawab Darius.


"Tapi tetap saja tidak seru, yang aku inginkan adalah sesuatu yang menantang, bukan yang praktis," ujar Darius.


"Kau hebat, bisa langsung masuk Rank. Darius," sahut puji Yufon.


Darius menghela nafas sesaat...


"Kuharap kedepannya Divisi Sword Master dapat memberikan ku sesuatu yang ku ekspetasi kan," ucap Darius.


Tak terasa, mereka pun sampai didepan ruang pustaka yang amat besar. Pintu masuk ruangan itu amat megah dan diawasi ketat, kawan-kawan Darius sampai lupa berkedip saat memandang betapa megahnya ruangan itu.


Mereka mulai menjalani proses pemeriksaan sebelum memasuki ruang pustaka, proses ini memakan waktu 15 menit. Mereka di cek secara keseluruhan, bahkan ada ruang pemeriksaan khusus yang mengharuskan mereka untuk menanggalkan pakaian mereka untuk pemeriksaan menyeluruh.


Setelah selesai diperiksa, mereka pu diperbolehkan untuk masuk.


"Sistem keamanan yang mengejutkan, apa kau yang sudah menciptakan ini. Raven?" batin Darius.


Mereka memasuki ruang pustaka, betapa senangnya Yufon ketika berhasil memasuki ruang pustaka. Ia menaruh arsip bawaannya dan pergi melihat-lihat ruangan yang bagai museum itu. Torre dan Khain pun juga begitu.


"Hey, apa yang kalian lakukan? kita harus menaruh arsip-arsip ini pada tempatnya," ucap Darius, namun mereka tidak menghiraukan.


"Lihatlah, itu Winter Fan buatan Marie Ornin. Tak kusangka benda juga berada disini," ucap kagum Yufon dengan mata berbinar. Ia tidak dapat menahan diri melihat betapa Agungnya Absolute Weapon milik salah satu penyihir hebat dari bangsawan Ornin (hanya replika).


Sebuah senjata berupa kipas yang terpajang indah di salah satu dinding disana


"Ornin?" tanya Darius.


"Iya, dia adalah wanita bangsawan Ornin yang menjadi juara kedua NGB. Dia menciptakan Absolute Weapon ini dari tangannya sendiri, " jawab Yufon.


"Lalu mengapa ia meninggalkan senjatanya disini?" tanya Darius.


"Ini hanya replika saja, tapi ada pula Absolute Weapon sungguhan disini. Sayangnya, aku tidak tahu dimana letaknya," jawab Yufon.


"Hey kalian, kemarilah," panggil Khain, ia berada didepan sebuah rak buku besar.


Ia menggenggam sebuah buku ditangannya.


"Apa itu?" tanya Darius.


"Ini buku catatan para ksatria sihir yang berprestasi 10 tahun lalu," ucap Khain.


Buku itu berisi data lengkap para ksatria berprestasi 10 tahun lalu, lengkap dengan foto. Mereka yang penasaran pun melihat-lihat isi buku itu, yang pertama kali mereka temukan adalah data Komandan pertama Divisi sihir.


Nama: Grafalt Heizer


Umur: 14 tahun


Gender: Male


Ras: Zoan/Beast tipe rubah


Bakat: Multiple Cloning dan Manipulasi api


Prestasi: Mengalahkan Monster laut seorang diri.


"Wah..., jadi seperti ini Komandan pertama, dia terlihat lucu di foto ini," ucap kagum Yufon melihat tampang Komandan pertama dalam buku itu.


"Diusia semuda itu, dia melakukan hal sebesar ini. Sungguh luar biasa," ucap Torre.


"Pantas dia mampu menjabat sebagai Komandan pertama Divisi sihir," ucap Khain.


Lanjut ke halaman selanjutnya....


Mereka menemukan data Komandan Seirus disana.


Nama: Seirus Ivory


Umur: 20 tahun


Gender: Female


Ras: Human


Bakat: Ultimate Weapon Craft


Prestasi: Berhasil menciptakan senjata multi fungsi yang dapat di sinkronisasi dengan berbagai elemen.


Mereka merasa sedikit aneh saat melihat foto Komandan Seirus disana, terlihat seorang gadis feminim yang sangat cantik dan lucu, ia terlihat malu-malu saat di foto. Mereka tak menyangka gadis ini adalah Komandan Seirus.


"Ini Komandan Seirus? aku sungguh sulit dipercaya," ucap Torre.


Mengingat penampilan Komandan Seirus yang begitu modis dan tebar pesona, membuat mereka semua sulit mempercayai data ini.


"Pasti ada sesuatu yang membuatnya berubah menjadi seperti sekarang, bukan?" ucap Yufon.


Tanggapan Yufon bisa diterima, seseorang pasti akan berubah drastis dalam jangka waktu 10 tahun.


Lanjut ke halaman selanjutnya....


Sangat kebetulan, dibalik data Komandan Seirus terdapat data Komandan Deri. Ini sungguh kebetulan.


"Sesuai dugaan ku, selanjutnya data Komandan Deri yang akan muncul," ucap Torre.


"Kedua Komandan cantik itu selalu bersama, bahkan dalam data," sahut Khain.


"Komandan Deri dan Seirus memang sangat akrab, setiap kali aku mencari Komandan Deri disampingnya sudah ada Komandan Seirus yang menemaninya," tukas Yufon.


"Mereka berdua sudah seperti sepasang kekasih, padahal mereka berdua perempuan," lanjut Yufon.


"Kau benar, mereka berdua sangat dekat. Kecantikan mereka pun selalu terngiang-ngiang di kepala ku, ukuran dada mereka pun sama-sama besar," ucapan Khain mulai melantur.


Duak!


Darius menjitak kepala Khain cukup keras. Itu cukup untuk menyadarkan Khain dari fantasi mesumnya.


"Jaga bicaramu, ada wanita disini," tegur Darius sambil mengisyaratkan kepada Khain bahwa disini ada Yufon yang seorang gadis polos.


"Maaf," balas Khain sambil mengusap kepala.


Mereka pun lanjut membaca data itu.


Nama: Deri Pielfi


Umur: 15 tahun


Gender: Male


Ras: Human


Bakat: Penguasaan api dan angin


Prestasi: membekukan Monster anjing api dalam sekejap mata.


Setelah melihat data ini dengan teliti, mereka pun menemukan sebuah kejanggalan.


"Eh..., itu gender dalam data Komandan Deri tertulis "male", apakah aku tidak salah lihat?" tanya Khain sambil mengusap kedua matanya.


Sesaat kemudian semua pun menyadari kejanggalan itu, sekujur tubuh mereka pun mengeluarkan keringat dingin. Data itu baru saja menghancurkan tanggapan mereka terhadap Komandan Deri.


Komandan Deri yang memiliki kecantikan menawan, bertubuh elok dan ramping serta memiliki sepasang buah dada menggembul itu. Gender nya dalam data, tertulis "Male"


"APAAAAAAAAAA.....?!!!!!!"


Teriak kompak mereka semua.


Bersambung......