
...Pengumuman...
...Mohon maaf apabila author jarang up, karena sekarang tugas kuliah author menumpuk dan author juga harus merawat seseorang yang sedang sakit. Untuk kedua kalinya author mohon maaf jika terlalu lama up....
...Semoga para pembaca tetap mensupport author meskipun sekarang tidak bisa rajin update Chapter 🙏🙏🙏...
...*****************...
Seluruh Hunt beserta Ratu mereka memasuki kuil rahasia mereka. Orang-orang berjubah merah berbaris menyambut kedatangan mereka, terlihat sosok nenek tua renta berada tepat dihadapan mereka dengan dikawal beberapa orang.
Ratu mendekat ke nenek lansia itu, lalu meraih dan mencium tangannya. Si nenek tersenyum meratapi Ratu yang memberi hormat kepadanya.
"Aku kembali untuk meminta bantuan mu, nenek Tia," ucap Ratu.
"Selamat datang kembali, aku merasa tidak enak padamu. Seharusnya aku yang mencium tangan mu," tukas nenek.
"Nenek lah yang lebih pantas untuk itu, berkat jass nenek, kami dapat melangkah sejauh ini. Bangsawan Hunt dapat menjadi besar karena jasa nenek," balas Ratu.
"Kau sungguh murah hati," ucap nenek.
Ratu menunjukkan senyuman tulusnya dihadapan mata tua nenek itu.
"Untuk hari ini, mohon kerjasamanya," ujar Ratu sambil membungkukkan badan.
Nenek Tia, dia adalah penasehat agung bangsawan Hunt sekaligus penjaga Temple of Weryan. Beliau adalah sosok tertua dalam bangsawan ini, kecerdasan serta ilmu yang dimilikinya sangat tinggi. Dialah yang melatih para Hunt termasuk Ratu dalam penguasaan sihir Dark Illuso.
Sejak Ratu masih berumur 6 tahun, nenek Tia sudah menjadi sosok yang sangat berpengaruh bagi Hunt, beliau adalah Ratu Hunt sebelum Ratu Oriery, berkat dialah bangsawan ahli sihir ini dapat menjadi pelopor besar persenjataan serta buku-buku sihir. Dia juga membuka jalan keberhasilan saat Hunt bersaing memperebutkan posisi teratas dalam institut seni sihir.
Dia jugalah yang melantik Ratu Oriery sebelum pada akhirnya pantas menjadi seorang Ratu. Bagi Ratu, dia adalah sosok orang tua kedua, pengganti kedua orang tua kandungnya yang meninggal akibat tragedi dimasa lalu.
Mereka berdua berjalan seiringan menyusuri jalan menuju ruang pelatihan.
"Apakah ada masalah yang terjadi?" tanya nenek.
"Oh...., tidak ada. Semuanya baik-baik saja," jawab Ratu, menyembunyikan keadaan yang sebenarnya.
"Jika semuanya baik-baik saja, Mara tidak akan masuk rumah sakit," tukas nenek.
Ratu langsung menelan ludah saking kagetnya, tak disangka nenek Tia sudah mengetahui hal ini.
"Sedari dulu kau tidak pernah berubah, kau selalu ingin menyelesaikan masalahmu tanpa bantuan dariku. Apakah aku sudah terlalu tua untuk berpikir, bagimu?" tanya balik nenek.
"Maaf nek, aku hanya tidak mau merepotkan mu lagi. Sejak dulu, kau selalu menyelamatkan Hunt dengan saran dan tindakan mu. Hunt sangat berterima kasih kepadamu, akan tetapi jika aku terus bergantung dan tidak mengandalkan diriku sendiri, maka aku tidak bisa disebut sebagai Ratu," jawab jelas Ratu.
Nenek Tia menggelengkan kepala seraya sedikit berdecak.
"Aku pun juga sama, jika aku tidak membantumu dalam menghadapi masalah maka aku tidak pantas disebut penasehat," jelas nenek.
Nenek pun berhenti berjalan dan menatap Ratu.
Ratu tertunduk, ia pun mengungkapkan semua masalah yang kini mendesaknya. Tidak lain dan tidak bukan, itu adalah perihal pemuda yang tidak dapat ia tundukkan. Seorang ksatria yang berulangkali lolos dari rencananya, ksatria pertama yang mampu mendesaknya hingga saat ini. Seorang Hunt yang tidak tercantum namanya dalam daftar anggota bangsawan Hunt itu sendiri.
"Darius Hunt katamu?" tanya nenek agak terbelakang.
"Iya nek, pemuda inilah yang telah membuat Mara terbaring di ranjang rumah sakit. Dia sudah melanggar hukum kita terkait dengan penggunaan senjata, aku sudah berusaha membuat dirinya menurunkan senjatanya, tetapi dia berada dalam naungan K.A.O," balas Ratu.
Nenek bertopang dagu sesaat, memikirkan sesuatu.
"Pemuda ini tidak ada dalam data Hunt manapun, kehadirannya pun tak terduga. Kami sama sekali tidak tahu darimana ia berasal," lanjut Ratu.
Mendengar itu, nenek Tia terlihat semakin serius berpikir.
"Pemuda ini kedengarannya sangat berbahaya, apalagi dia mengaku sebagai seorang Hunt, untuk sekarang kita akan mengesampingkan hal ini, sekarang saatnya bagimu untuk berlatih. Aku akan memikirkan jalan keluar untukmu setelah latihan," jelas nenek.
Ratu mengangguk paham, mereka melanjutkan perjalanan menuju ruang latihan. Sesampainya di ruang latihan, banyak sekali Hunt yang melatih diri mereka guna menguasai sihir Darkus Illuso. Sihir ini menguras banyak tenaga serta sulit untuk dikuasai.
Dalam sejarah Hunt, hanya ada satu orang yang mampu menguasai sihir ini dengan begitu baik, yakni putri Drake yang bernama Sonya. Hingga saat ini belum ada yang dapat menguasai Darkus sebaik Sonya Hunt.
Sesuai dengan namanya, sihir Darkus Illuso adalah sihir dengan basic elemen gelap. Sihir ini begitu unik sekaligus mematikan, dalam penggunaannya pun menguras banyak energi sihir. Meskipun begitu, kekuatan ini sangat setimpal dengan banyaknya energi yang terkuras.
Para Hunt terlihat sangat keras berlatih, sampai ada yang nyaris pingsan lantaran sudah kehabisan energi. Mereka yang sudah kehabisan energi, dengan segera pergi mendekati kristal ungu yang berada di tengah ruangan latihan. Kristal ini disebut Void Core, material langka dan berkilau ini, dapat memancarkan cahaya yang mampu memberikan energi sihir.
Kristal ini adalah salah satu harta bangsawan Hunt yang paling berharga, keberadaan material ini pun dirahasiakan. Sudah pasti akan ada pihak lain yang berusaha merebut kristal ini jika keberadaannya sampai diketahui.
"Sepertinya kristal itu semakin bersinar terang, tak seperti biasanya," tanggap Ratu.
"Aku sendiri juga tidak tahu, kristal ini masih memiliki misteri dibalik kemampuannya. Bahkan sampai saat ini, kita masih belum tahu, mengapa kristal ini dapat memberikan energi sihir secara terus-menerus? seolah energi sihir didalamnya tidak terbatas," jelas nenek.
"Para peneliti terbaik Hunt termasuk adikku, sudah ku kerahkan untuk meneliti sumber energi kristal ini, tapi pada akhirnya mereka menyerah. Tidak ada satupun dari mereka yang dapat mengungkap asal muasal energi sihir didalam Void Core ini," tukas Ratu.
"Selama hal itu belum terungkap, kita harus menjaga dan memanfaatkan kristal ini dengan bijak. Ingatlah, tidak sedikit orang serakah di luar sana yang menginginkan sumber energi sihir tak terbatas dalam Void Core untuk keuntungan mereka," ucap nenek Tia.
Ratu mengangguk paham, mereka berdua melangkah menuju ruang latihan khusus untuk Ratu, letaknya tepat di bagian paling belakang kuil. Di sanalah Ratu akan berlatih.
Sesampainya disana, ada satu hal yang harus dilakukan oleh Ratu sebelum dia berlatih. Ratu akan berendam di kolam air suci yang terdapat disamping ruang latihannya, air suci dalam kolam itu akan memurnikan serta menambah energi sihir didalam diri Ratu.
Lekas Ratu menanggalkan pakaiannya lalu berendam, muncul sebuah simbol di dahinya ketika ia masuk kedalam air. Simbol itu menyala dengan sinar biru, Ratu merasakan tubuhnya mulai terasa lebih ringan.
12 menit kemudian, Ratu keluar dari kolam. Seorang pengawal wanita memakaikan handuk putih ke badannya, lalu mengantar Ratu ke ruang latihannya. Disana, nenek Tia sudah menunggu.
"Kau terlihat sangat siap, itu tercermin di raut wajahmu. Kuharap kesiapan mu ini cukup untuk berlatih," ucap nenek.
"Tentu, hari ini aku akan berusaha untuk menguasai Darkus Illuso dan mewarisi sihir milik leluhur ku," tukas Ratu.
Bersambung.......