Hero From The Dark Dimension

Hero From The Dark Dimension
Chapter 64: Kehidupan Ratu



POV Oriery Hunt.


Lokasi: Casterial Mansion.


Sang Ratu dikawal beberapa bawahan menuju kamarnya, setelah sampai di kamarnya para bawahan pun memberi hormat terakhir lalu kemudian perlahan melangkah mundur meninggalkannya sendiri.


Ratu memasuki kamar lalu melepaskan segala aksesoris mewah di tubuhnya beserta jubah mewah yang ia kenakan, merebahkan tubuh anggunnya bak seorang bidadari di atas ranjang empuk hanya dengan mengenakan pakaian tidur yang tipis.


Perlahan ia menyeka keringat yang mengucur di dahi dan pipinya lalu meraih buku yang tergeletak diatas meja rias, tertulis pada sampul buku itu "The History of The Greatest Caster" buku ini menceritakan kisah Sang ahli sihir panutan mereka. Drake Hunt.


Ratu mendapatkan buku ini dari rak buku ayahnya ketika ia masih berumur 15 tahun, kisah didalamnya memotivasi dirinya untuk menjadi penyihir terbaik di dunia.


"Aku harus bisa menjadi sehebat beliau," ucapnya, yang dimaksud beliau adalah Drake Hunt, kemudian ia kembali meletakkan buku itu.


"Tapi bagaimana caranya? sudah 2 tahun lamanya, kekuatan sihir ku tak mengalami kemajuan sama sekali, ilmu yang ditinggalkan oleh beliau sangatlah luas tapi aku belum bisa meraih seperempat saja dari keseluruhan ilmu beliau, payahnya aku."


Ratu merasa sangat kesal.


Dalam 2 tahun ini ia sudah berlatih sangat keras sampai-sampai sekujur tubuhnya merasakan mati rasa akibat efek kegagalan dari latihannya, sayangnya itu semua tidak membuahkan hasil sama sekali.


Saat ini ia terpaksa menahan sakit di sekujur tubuhnya akibat gagal dalam menguasai sihir Darkus iluso, sungguh kesal sekali hatinya.


"Jika terus begini tubuhku bisa hancur karenanya, aku harus mengambil libur sebelum NGB tiba."


Ratu memutuskan untuk menyerahkan tugasnya kepada Mara untuk sementara, tanpa berlama-lama ia langsung menghubungi adik kesayangannya itu.


Awalnya Mara terkejut akan keputusan kakaknya yang mendadak tetapi setelah ia pikir matang-matang pada akhirnya ia pun menerima.


"Hanya untuk 6 hari saja, setelah itu aku akan bertugas kembali seperti biasa," ucap Ratu.


"Baik kak, akan ku urus semuanya," balas Mara dengan nada lesu.


"Terima kasih, kalau begitu aku istirahat dulu, sampai jumpa."


Ratu menutup panggilan.


Kembali menikmati waktu rehat, merebahkan diri, merenggangkan otot-otot yang tegang, untuk sementara merasa sangat bebas dari kesibukan.


Setelah satu jam lebih ratu merebahkan diri, perhatiannya teralihkan oleh suara anak-anak yang bermain bola diluar.


Letak mansion tidak jauh dari taman buah persik yang sering dipakai olahraga oleh anak-anak maupun orang dewasa, ada pula para remaja disitu sedang bermain voli penuh semangat dan bergembira, riangnya mereka membuat Ratu merasa agak iri.


Menjadi seorang pemimpin bangsawan memaksanya untuk terlihat elegan, ia takut image nya luntur bila ia bersenang-senang seperti para remaja yang berada di lapangan itu.


"Aku bosan," batin Ratu.


Kling...!


Ponsel Ratu berbunyi.


Terdapat sebuah notifikasi dari suatu aplikasi berita, disitu tertulis miniatur karakter game terbaru telah terbit.


"Akhirnya terbit juga, aku sudah menunggu lama untuk ini, miniatur karakter "Iris" idamanku."


Ratu begitu girang mengetahui itu.


Ada rahasia tentang dirinya yang ia sembunyikan dari seluruh bawahannya termasuk adiknya sendiri.


"Aku harus segera membelinya."


Ratu menjentikkan jarinya.


Salah satu dinding didalam kamarnya terbelah dan terbukalah jalan menuju sebuah ruangan khusus yang dirahasiakan Ratu dari semua orang.


Ratu masuk kedalam ruangan rahasia dimana isinya adalah miniatur karakter game, kostum untuk cosplay serta berbagai benda merchandise dari karakter game maupun animasi favoritnya, juga ada ribuan komik mulai dari yang lama hingga yang terkini.


Semua barang-barang kesukaannya tertata dengan rapi di ruangan rahasia ini, begitu juga dengan DVD serial animasi "City Crime" yakni animasi terbaru yang menjadi kegemaran para pecintanya.


Ratu berjalan menuju tempat penyimpanan koleksi berharganya.


Jari telunjuknya menghitung satu persatu koleksi miniatur limited edition yang tersusun rapi disebuah lemari kaca.


"Ini akan menjadi koleksiku yang ke-32, aku tidak boleh sampai telat membelinya."


Beginilah sosok Ratu Oriery Hunt yang sesungguhnya, dia begitu fanatik game RPG dan serial animasi bergenre aksi-romantis.


Tergila-gila pada hal seperti itu hingga rela menghabiskan banyak uang untuk mengoleksi aksesoris, kostum serta merchandise dari game dan animasi yang sukai.


Sesekali ia pernah menjadi seorang cosplayer dalam ajang-ajang tertentu dan sempat memenangkan beberapa diantaranya, itu semua ia lakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun.


Sosoknya yang tegas dan penuh wibawa hanyalah bayangan palsu untuk menutupi kepribadian dirinya yang sesungguhnya, tentu ia tidak ingin siapapun tahu bahwa Ratu Hunt sebenarnya adalah seorang fanatik game dan animasi.


Ratu mempersiapkan diri untuk pergi ke Denriu Store, dimana segala miniatur serta atribut-atribut karakter game yang baru release tersedia disana.


Dia siap dengan jaket tebal, kacamata, topi serta masker untuk menutupi identitasnya, tak lupa ia menggunakan sihir cloning untuk membuat bayangannya sendiri.


Bayangannya akan menetap di kamar untuk berjaga-jaga, sementara Ratu yang asli pergi ke Denriu Store.


"Semuanya sudah siap, sekarang waktunya berangkat."


Ratu melakukan teleport, ia berpindah tepat di belakang toko incarannya dan segera mengambil langkah cepat untuk mengincar miniatur yang inginkan.


...**********...


Beberapa puluh menit setelahnya...


Pukul 10:00, taman buah persik.


Ratu yang menyamar tengah mencari tempat bersantai sejenak sekaligus ingin melihat barang yang baru saja ia beli, sebuah kursi taman nampak didepan matanya dan ia pun duduk disitu.


Dengan hati yang sangat berdebar-debar, tangannya membuka kemasan kotak yang membungkus rapi miniatur dambaannya.


Kedua matanya berbinar kagum setelah melihat keanggunan sempurna dari miniatur yang telah susah payah dinantinya.


"Wah..., indah sekali, tidak sia-sia aku menunggu lama untuk membelinya, lebih baik aku secepatnya kembali sebelum ada yang curiga."


Ratu mengemas kembali miniaturnya lalu mencari tempat sepi untuk melakukan teleport, saat ia baru saja bangkit dari duduk, tiba-tiba...


Brukk...


Tanpa ia duga, seseorang menyenggolnya hingga terjatuh.


Kacamata yang dipakai Ratu sampai terlepas, untung saja miniaturnya tidak apa-apa meski ikut terjatuh juga.


"Aduh," rintihnya.


"Maaf aku tidak sengaja, kau tidak apa-apa?" tanya orang yang tanpa sengaja menabraknya.


"Aku tidak apa-apa," balas Ratu.


Orang itu mengulurkan tangan untuk membantu Ratu berdiri dan dengan senang hati Ratu menggenggamnya.


Ratu lekas berdiri dan membersihkan debu yang menempel akibat terjatuh tadi, setelah itu menoleh ke arah orang yang menabraknya.


Seketika Ratu menjadi panik setelah melihat wajah dari sosok yang telah menabraknya itu, bagai melihat sosok yang lebih seram dari hantu, tubuhnya langsung gemetar tak karuan..


"D..., ddd..., dia...! apa yang dilakukannya disini?"


Batin Ratu, panik setengah mati.


Bersambung...