Hero From The Dark Dimension

Hero From The Dark Dimension
Chapter 54: Sinkronisasi total



...**Pengumuman...


...Maaf untuk ketidaknyamanan readers sekalian karena author gak rajin update, author akan berusaha untuk lebih giat up kedepannya 😔....


...Selamat membaca dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang beragama Islam, sekian terima kasih**....


...**********...


Sudah 20 menit berlalu dan sinkronisasi Mara terus menerus memberikan peringatan sampai-sampai Mara merasakan sesak di dadanya, jika ini terus berlanjut maka ia pun semakin tersiksa.


"Carol, ada orang lain yang terhubung dengan sinkronisasi ku dan dia sedang kesakitan, kita harus segera mencarinya," ujar Mara yang tidak tahan dengan sesak di dadanya.


"Eh? bagaimana bisa? kau punya saudara kandung ketiga?" tanya Carol amat kaget, karena setahunya yang memiliki ikatan darah dengan Mara hanyalah Ratu saja.


"Aku juga tidak tahu, yang terpenting sekarang kita harus segera menemukan orang itu, ayo...!"


Mara menarik paksa Carol sebelum ia sempat membayar makanan yang ia pesan, mereka bergegas pergi menuju ke arah asal sinkronisasi misterius itu datang.


Sinkronisasi ini terhubung langsung dengan Mara sehingga ia dapat langsung tahu darimana arah energi sinkronisasi itu berasal, mereka berdua menerobos kerumunan orang-orang yang berlalu-lalang dan ketika melihat jalan raya yang begitu macet, dengan terpaksa Mata harus menggunakan teleport.


Ia mengatur arah teleport nya tepat ke sumber energi dari sinkronisasi yang mereka cari dan betapa terkejutnya mereka setelah tahu dari mana arah sinkronisasi itu.


"Tunggu dulu, ini Grand Mansion tempat direktur utama K.A.O tinggal, kau yakin asalnya dari sini?" tanya Carol ragu-ragu.


"Iya, asalnya memang dari sini," jawab Mara.


...*********...


POV Raven, Deri dan Seirus.


Mereka merencanakan pertemuan Raven dengan Mara namun nampaknya itu sulit.


"Dia berhutang nyawa padaku ketika aku menyelamatkannya dari kejaran Iraken, karena itulah aku ingin menemuinya untuk meminta balas budi," ujar Raven kepada Deri.


"Jadi itu rencana anda untuk menolong Darius, tapi nampaknya mustahil karena Mara bukan tipe orang yang tahu terima kasih," tukas Deri.


"Benar pak, kami tidak pernah lupa atas apa yang telah ia perbuat kepada kami berdua 10 tahun yang lalu," sahut Seirus sambil mengepal kuat tangannya.


Deri menyadarinya dan langsung menepuk pundak Seirus yang tengah terbakar emosi setiap kali membahas Mara, semua yang dikatakan oleh mereka berdua adalah fakta.


Ini menjadi semakin rumit, karena di kota Tideo hanya ada 2 orang penyihir yang mampu menangkal sihir terlarang semacam Forbidden Summon, yakni Mara dari Hunt dan Catherine dari kelompok Sabertooth.


Sayangnya Catherine sedang ada misi keluar negeri dan tidak dapat diganggu, dia baru saja berangkat dua hari lalu setelah menerima misi.


"Astaga, apa yang harus kulakukan?"


Raven begitu bingung seolah masalah ini tak ada solusi lain lagi.


"Anda sangat peduli kepada Darius? apa kalian punya hubungan tertentu?" tanya Seirus tiba-tiba.


"Umm..., itu karena dia adalah seorang anak yang dititipkan oleh orang tuanya kepada ku, lebih tepatnya mendiang orang tuanya," jawab Raven.


"Begitu ya, aku turut sedih atas itu," tukas Deri.


Mendadak ponsel Raven berbunyi, ia mengangkat panggilan yang rupanya dari assisten nya yang saat ini berada di Grand Mansion.


"Ada apa?"


"Hunt? apa itu Ratu mereka?"


"Bukan pak, tapi adik Ratu Hunt dan dia datang bersama dengan seorang temannya."


"Mereka hanya berdua?"


"Iya, pak."


Ini tidak disangka oleh Raven, orang yang sedari tadi ia cari rupanya sedang mencari nya juga namun ada hal yang tidak biasa.


Ada suatu kejanggalan, tidak biasanya seorang adik dari Ratu Hunt datang ke tempatnya tanpa adanya pengawalan.


Sungguh aneh jika Tiamara Hunt hanya membawa seorang teman ketika ingin menemuinya, dari sini Raven merasa curiga.


"Aku akan segera kembali ke Mansion."


"Baik pak."


Raven menutup panggilannya.


Ia mengatakan kepada Deri dan Seirus bahwa Mara kini sudah berada di Grand Mansion dan ia ingin bertemu dengan Raven, tanpa pikir panjang Seirus memohon kepada Raven untuk mengajaknya juga.


"Aku akan mengawasi Mara, dia akan kutangani jika berani berbuat macam-macam," ujarnya.


Jika Seirus ikut dengan Raven maka secara otomatis Deri juga akan ikut.


Mereka bertiga segera menuju ke Grand Mansion dengan teleport milik Seirus, kini mereka sudah berada di depan Mansion.


Segera mereka pergi ke ruang tunggu (khusus tamu) untuk mencari Mara, mereka bertiga terkejut melihat kondisi Mara yang bermandikan keringat dengan nafas terengah-engah seperti orang yang tengah menahan rasa sakit.


"Ada apa dengan mu?"


Raven merasa bingung melihat kondisi Mara yang nampak drop.


"Seseorang terhubung sinkronisasi dengan Mara dan sekarang Mara tengah menanggung rasa sakit yang di derita oleh orang itu, energi dari sinkronisasi ini berasal dari tempat tinggal mu, direktur."


Carol menjelaskan semuanya.


"Sinkronisasi? maksudmu kekuatan yang tercipta dari ikatan kuat antara dua orang atau lebih? itu kekuatan langka yang telah lama hilang," sahut Seirus sekaligus terkejut.


Raven merespon ucapan Seirus, setelah itu pandangan Raven pun beralih ke Mara.


"Kekuatan langka seperti itu, kau memiliki nya?" tanya Raven tercengang.


Mara mengangguk.


Seperti yang dikatakan oleh Carol sebelumnya, kini Mara tengah menanggung rasa sakit dari orang yang terhubung sinkronisasi dengan nya dan energi kekuatan itu berasal dari rumah Raven sendiri.


Hanya ada satu orang di rumah Raven yang saat ini tengah menahan sakit.


"Jangan-jangan dia terhubung dengan tuan ku."


Bersambung.....