Hero From The Dark Dimension

Hero From The Dark Dimension
Chapter 47: 28 hari sebelum NGB part 3



...Pengumuman...


...Mohon maaf karena lama gak up, semoga para pembaca tetap senang dengan cerita ini meskipun Author nya gak bisa rajin up😔....


...Mungkin besok bakalan update cepat jika tidak ada kendala, tolong ingatkan dan beri Author jika ada yang salah dalam alur cerita maupun penulisan....


...Sekian dari Author dan selamat membaca...


...👍👍👍...


...************...


Komandan Torgia telah menyampaikan rasa keberatannya.


"Komandan, kelulusannya dalam bidang Sword Master adalah mutlak kemampuannya sendiri. Bisakah anda menerima itu?" tanya Raven.


"Tanpa mengurangi rasa hormat, saya tidak bisa menerima keputusan yang belum terkonfirmasi oleh saya," jawab Komandan Torgia.


Raven berunding sejenak dengan Komandan, membahas kelulusan Darius yang tanpa konfirmasi dari Komandan kedua Divisi Sword Master itu.


Tetapi Komandan Torgia tetap bersih keras pada keputusannya, ia takkan mengakui ksatria yang belum terkonfirmasi olehnya dan dia ingin menguji Darius terlebih dahulu guna mengetahui hasil yang menentukan sah atau tidaknya kelulusan Darius dari Sword Master.


Nuansa rumit pun tak terhindarkan, apa yang dikatakan oleh Komandan Torgia adalah fakta yang tidak dapat dibantah. Raven tidak tahu harus berkata apa meski ia seorang Direktur, ia tidak ingin tuannya kembali mengeluarkan tenaga setelah bertarung melawan Hilda dan Agni beberapa saat lalu.


Darius menepuk pundaknya dari belakang dan membisikkan sesuatu ke telinganya.


"Biarkan ia mendapatkan apa yang ia mau," bisik Darius.


"Tapi tuan, anda baru saja selesai bertarung," balas lirih Raven.


"Kau ini terlalu protektif, kau pikir aku sudah tidak punya tenaga lagi untuk melanjutkan ronde kedua? kau pasti tahu, aku bisa mengatasi ini," bisik Darius.


Raven menghela nafas, ia berusaha menjadi pelayan yang baik dengan tidak membiarkan tuannya mengeluarkan tenaga, tapi nampaknya itu tidak bisa dilakukan.


"Baiklah tuan, jika itu yang anda mau," ucap lirih Raven.


Darius senang mendengarnya.


Ia maju menghampiri Komandan Torgia, tak lupa ia membawa sahabat bertarungnya (Pedang) ikut bersamanya.


"Selamat pagi, komandan. Akulah orang yang kau cari, namaku Darius Hunt, salam kenal," sapa ramah Darius.


Komandan Torgia mengangkat sebelah alisnya.


"Hunt? apa aku tidak salah dengar?" tanya heran Komandan.


Darius menjawab dengan anggukan.


"Seorang Hunt memasuki Sword Master? sungguh?" tanya Komandan kedua kali.


Darius kembali mengangguk.


"Baiklah, tunggu sebentar."


Komandan berpaling wajah, ia lekas mengambil ponsel yang berada di sakunya dan menelpon seseorang yang tak lain adalah asistennya.


Tak berselang lama, panggilannya pun diangkat.


"Halo, selamat pagi, ada perlu apa menghubungi saya Komandan?"


"Milia, aku ingin tahu ksatria Divisi Sword Master yang lulus baru-baru ini."


"Baik Komandan."


"Ksatria yang lulus baru-baru ini hanya satu orang saja, ia bernama Darius Hunt," ucap Asisten Komandan.


"Kau pasti bercanda," ujar Komandan, ia tak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Ini benar, namanya ada dalam data dan ini valid," balas asisten.


Komandan terdiam sejenak, sempat ia menoleh ke arah Darius yang tepat berada dibelakangnya, kemudian ia menutup panggilan nya.


"Ini tidak lucu, apa dia tidak takut akan hukuman yang akan ia terima dari bangsawan Hunt?" batin Komandan seraya melirik Darius.


Ia pun berjalan menghampiri Darius yang berdiri tegap tak bergeming.


"Baiklah Darius, kau pasti tahu mengapa aku mencari mu," ucap Komandan, dalam batinnya ia masih merasa heran.


"Ujian macam apa yang harus ku lewati agar bisa mendapatkan pengakuan mu, komandan?"


tanya Darius.


Komandan mundur selangkah ke belakang lalu memperlihatkan cincin-cincin perak yang terpasang di kesepuluh jarinya.


"Kau lihat semua cincin ini? tugasmu adalah merebut salah satu dari cincin ini dariku dan pastinya takkan kubiarkan kau merebutnya dengan mudah. Cukup sederhana, bukan?" ujar Komandan.


"Jika kau berhasil merebutnya, maka kelulusan serta penobatan mu sebagai Sword Master akan kuakui," lanjut Komandan.


Ujian ini terdengar cukup menarik bagi Darius.


"Kedengarannya seru, aku takkan menahan diri untuk ini," ucap Darius, meskipun ia sudah pasti menahan diri lantaran kekuatannya yang belum sepenuhnya bisa ia atur.


"Baguslah jika kau beranggapan begitu, tapi seperti yang kukatakan sebelumnya, ini tidak akan mudah."


Komandan Torgia mengeluarkan Absolute Weapon miliknya yang berupa Twin Dagger , senjatanya memancarkan cahaya keemasan yang menyilaukan. Kilauan nya begitu mengganggu pandangan Darius yang berada tepat dihadapan Komandan.


Tatapan Komandan Torgia perlahan berubah, tubuhnya mengeluarkan aura biru mencekam. Pupil matanya berubah menjadi merah, kulitnya yang semula putih perlahan menggelap, seluruh otot-ototnya nampak mengeras memperkuat tubuh kekarnya.


Ia pun memasang posisi kuda-kuda tanda ujian telah ia mulai. Darius yang menyaksikan itu, lekas mengambil posisi siap bertarung.


"Darius Hunt, gunakan segenap tenaga mu untuk merebut cincin yang ada pada jari jemari ku ini, jika kau tidak ingin terluka. Karena aku akan menyerang mu seakan kau adalah musuhku, kau paham?" tanya Komandan.


"Ya, akan ku buktikan diriku dalam ujian mu ini."


Mereka berdua telah berada dalam posisi siap dan hendak menyerang satu sama lain.


Darius sudah siap dengan pedangnya dan Komandan pun juga siap dengan senjatanya, mereka berdua fokus mengumpulkan kekuatan didalam tubuh mereka untuk melakukan terjangan.


"Baiklah, mari kita mulai ujian ini," ucap Komandan.


Bwooosh..!


Dalam sekejap mata, ia menghilang dari pandangan Darius bagai hembusan angin, pergerakannya tak sempat terbaca oleh Darius.


Raven yang menyaksikan itu pun merasa was-was, ia khawatir jika tuannya sampai terluka. Sementara Darius yang sedang diuji tersenyum lebar mengetahui lawannya sangatlah hebat, ia menggenggam erat pedangnya seraya memprediksi arah datangnya serangan.


Tak berselang lama....


TRANG...!


(Suara pedang yang beradu).


Bersambung....