
"Aku benci musuh yang bisa terbang."
Darius menatap monster rajawali api dihadapannya.
Pamella sudah memberi tahu lokasi dimana salah satu inti tubuhnya berada. Sesampainya Darius di lokasi itu, ia harus berhadapan dengan rajawali raksasa berselimut api.
"Kenapa kau tidak bilang kalau inti tubuhmu berada berada didalam makhluk yang bisa terbang? tahu begini, aku akan membuat busur dan panah sebelum kemari." Keluh Darius. Ia tak sanggup menjangkau rajawali besar itu. Sementara si rajawali terus menerus menyemburkan api ke arah Darius.
"Aku hanya mengetahui letak inti tubuhku berada, karena kelima inti tubuhku terhubung satu sama lain. Tapi aku tidak tahu makhluk macam apa yang telah menggunakannya," jawab Pamella dengan santai. .
Pamella melakukan komunikasi jarak jauh dengan Darius, menggunakan kemampuan telepati miliknya. Kemampuan telepati nya dapat menjangkau jarak yang sangat jauh dan tidak mampu dijangkau oleh kemampuan telepati siapapun.
"Seharusnya kau mengatakan itu sedari tadi." Darius merasa kesal. Rajawali itu seakan mengejeknya karena ia tidak dapat menjangkau nya. Ini membuat luapan amarah Darius bergejolak.
Disebuah tempat berlahar panas yang berjarak 50 kilometer dari menara hitam. Tepatnya didalam sebuah gunung berapi, Darius berusaha merebut inti tubuh Pamella yang berada didalam jantung monster rajawali api.
Area tempat bertarung yang tidak mendukung disertai panasnya lahar yang terasa. Ini menambah kesulitan bagi Darius untuk mengalahkan monster itu. Ditambah lagi, musuh yang ia hadapi memiliki kemampuan untuk terbang.
"Lagi pula kau ksatria pedang, jadi busur takkan berguna ditanganmu." Pamella berkata berdasarkan apa yang ia tahu. Tapi itu terdengar seperti ejekan bagi Darius. Setahu Pamella, setiap ksatria hanya memiliki keahlian bersenjata sesuai dengan kelasnya.
Misalkan seperti seorang ksatria pemanah. Sesuai dengan kelasnya sebagai seorang pemanah, maka pasti kemampuannya hanya terletak pada memanah. Kelas menjadi cerminan dari keahlian seorang ksatria dan posisi ksatria dalam peperangan akan sesuai dengan kelas yang diemban oleh ksatria itu. Itulah yang Pamella tahu tentang ksatria.
"Aku tidak akan bisa dinobatkan sebagai pemimpin pasukan ksatria emas, hanya dengan satu keahlian saja." Balas Darius. Sebelum ia melompat tinggi, menerjang rajawali api.
"Aku bosan melihat mu terbang!" Dengan tenaga penuh. Darius memotong sayap makhluk terbang itu. Seketika, rajawali jatuh menghantam bebatuan. Itu menjadi kesempatan bagi besar Darius. Ayunan pedang Sang ksatria memenggal kepala rajawali api.
Tubuh Darius bermandikan keringat akibat panasnya tempat itu. Lekas, ia mengambil inti tubuh Pamella. Permata sihir berwarna merah terang berhasil ia tarik dari jantung rajawali. Dilihat dari penampilannya, permata ini mungkin memiliki kekuatan yang menghasilkan panas, seperti api dan lahar.
"Akhirnya aku mendapatkannya." Darius hendak beranjak dari tempatnya. Mendadak, tanah tempat Darius berpijak retak dan hancur. Kakin kanannya terperosok masuk kedalam lahar panas.
"AAAARGHH!!!"
Darius mengerang keras.
"DARIUS!!!" Teriak Pamella, mendengar erangan Darius.
Darius menarik kakinya dari lahar panas. Ini sungguh tak terduga. Ia menyaksikan kaki kanannya terselimuti oleh lahar yang masih menyala-nyala. Ada keanehan yang Darius rasakan pada kakinya.
"Eh? tidak panas sama sekali." Lahar masih menyelimuti kaki kanan Darius, tetapi panas lahar itu tidak terasa. Darius sampai lupa berkedip menyaksikan hal luar biasa itu.
"Darius, kau baik-baik saja? kenapa kau berteriak?" tanya Pamella.
"Kaki ku terkena lahar panas, tapi... tidak terasa panas sama sekali. Bagaimana bisa?" Darius terheran-heran.
"Jawabannya ada pada dirimu. Lihatlah dirimu, Darius." Pamella menjawab singkat. Awalnya Darius tidak mengerti maksud perkataan Pamella, beberapa saat kemudian ia pun paham maksud dari perkataan itu. Ia sadari bahwa kekuatannya semakin berkembang.
Ia pun kembali mencoba menyentuh lahar panas, kali ini dengan tangannya sendiri. Hasilnya, lahar panas itu tidak berpengaruh padanya. Darius serasa menyentuh air hangat, ketika ia mencelupkan tangannya ke lahar.
"Ini luar biasa." Batinnya, lalu ia menarik keluar tangannya dari lahar. Suhu panas yang menerpa dia perlahan menjadi hangat. Sekarang ia tidak merasa kepanasan lagi di dalam gunung berapi itu. Darius bertanya kepada Pamella mengenai kekuatan yang ada didalam dirinya.
"Kembalilah ke menara. Akan ku jawab pertanyaan mu." Begitu balasnya.
Terlintas dipikiran Darius perkataan Yui yang tidak ia lupakan.
Itulah yang Yui katakan ketika rapat kelompok ksatria emas berlangsung.
Darius sampai di menara. Pamella terlihat duduk anggun di atas meja besar dekat altar. Sesegera mungkin, Darius ingin mengungkap kekuatan yang ia miliki. Ia memberitahu Pamella tentang ucapan yang dulu Yui sampaikan kepadanya. Pamella mengakui bahwa yang dikatakan oleh Yui sepenuhnya adalah kebenaran.
"Ahli sihir itu (Yui) benar, kau memang punya kekuatan langka." Pamella mengambil inti tubuhnya dari tangan Darius.
"Aku merasakan kekuatan inti tubuhku semakin berkurang ketika kau menyentuhnya, Darius," ucap Pamella. Ia meletakkan inti tubuhnya di atas altar.
"Awalnya aku mengira kalau kekuatanku berkurang akibat dipergunakan oleh monster rajawali itu. Namun ternyata penyebab sebenarnya adalah dirimu." Jelas Pamella.
"Jadi kau ingin bilang kalau aku sudah menyerap kekuatan mu?" tanya Darius. Pamella mengangguk. Ia mengajak Darius ke atas altar. Pamella mendekatkan tangan Darius ke inti tubuhnya. Kekuatan pada inti tubuhnya terserap ke tangan Darius, sebelum tangan Darius menyentuhnya.
"Ini tidak mungkin. Aku tidak tahu kalau aku punya kekuatan seperti ini." Tak percaya Darius dengan yang terjadi didepan matanya. Pamella menjauhkan tangan Darius dari inti tubuhnya. Kekuatan inti tubuh Pamella berhenti terserap. Darius merasakan kekuatan Pamella yang telah masuk kedalam tubuhnya.
"Ketika kau mengambil inti tubuhku, kau menyerap kekuatan yang ada didalamnya. Karena itulah kau baik-baik saja ketika jatuh ke lahar." Pamella menjelaskan. Baru sekarang, Darius mengetahui kekuatannya ini.
"Jadi ini kekuatan yang dimaksud Yui," ucap Darius. Pamella memberi tahu bahwa kekuatan ini sudah lama berada dalam diri Darius. Ia memprediksi kalau kekuatan itu mulai bangkit sejak Darius terjebak didalam dimensi gelap.
Darius masih tidak bisa mempercayai kenyataan ini. Dia lahir di keluarga petani apel biasa. Kedua orang kandungnya pun hanya penduduk biasa yang tidak memiliki kemampuan khusus ataupun kekuatan langka.
Dia juga tidak pernah menuntut ilmu lain selain ilmu bela diri. Tapi mengapa dia bisa memiliki kekuatan sehebat ini? bahkan adiknya Drake yang sudah menjadi pemimpin pasukan sihir tidak punya kekuatan ataupun kemampuan seperti ini. Kenapa Darius bisa memiliki kekuatan seperti ini?.
Setelah dipikir kembali, Darius mulai berprasangka kalau perubahan yang terjadi pada tubuhnya bukanlah karena daging monster yang ia makan. Melainkan karena kekuatan nya ini. Prasangkanya bisa jadi benar. Kemampuan dari kekuatannya itu pasti mampu menyerap kekuatan dari monster yang ia konsumsi. Sehingga kini Darius menjadi kuat dan menyamai kuatnya monster.
Tanduk yang tumbuh di kepalanya pun mirip dengan tanduk Hydra yang sering ia makan. itu semakin memperkuat prasangka Darius.
"Mungkin itu benar." Batin Darius.
"Aku tidak tahu asal dari kekuatan mu itu. Yang pasti, itu bukan kekuatan yang bisa didapatkan dengan menuntut ilmu sihir, karena kekuatan menyerap yang kau punya itu bukan berasal dari sihir. Sungguh sebuah kelangkaan yang menarik." Ungkapan kagum Pamella lontarkan pada Darius.
"Sejujurnya aku masih belum mengerti mengapa aku bisa memiliki kekuatan ini. Tapi sekarang yang terpenting adalah membuka jalan pulang." Batin Darius. Ia langsung bertanya kepada Pamella dimana lokasi keberadaan inti tubuhnya yang selanjutnya.
"Sebentar.." Pamella memejamkan mata. Berfokus menghubungkan dirinya dengan inti tubuhnya yang lain. Pamella merasakan keberadaan salah satu inti tubuhnya dari arah timur menara, jauhnya sekitar 19 kilometer. Yang satu ini jauh lebih dekat dari yang sebelumnya. Pamella langsung memberi tahukan itu kepada Darius.
"Kuharap kali ini aku tidak berhadapan dengan makhluk terbang, itu merepotkan." Darius bergumam seraya melangkah keluar dari ruangan altar. Pamella agak ragu membiarkan Darius langsung pergi setelah selesai melewati pertarungan yang melelahkan. Ia khawatir bila Darius tidak maksimal dalam menjalankan tugasnya.
"Apa kau tidak ingin istirahat dulu? kau baru saja kembali dari pertarungan yang melelahkan. Kau yakin ingin langsung pergi lagi?" tanya Pamella.
"Aku masih belum merasa lelah," Jawab Darius, rasa lelah ditubuhnya hilang saat ia menyerap kekuatan pada inti tubuh Pamella. Tenaganya yang terkuras karena pertarungan yang lalu, sudah terisi kembali. Darius siap untuk pertarungan selanjutnya. Sang Dewi yang berada di dekatnya baru ingat kalau dia tindakannya barusan telah memulihkan tenaga Darius.
"Darius, kekuatan ku yang kau serap memiliki elemen panas. Yaitu api dan lahar, kau bisa menggunakannya jika kau mengerti caranya." Pesan Pamella bersamaan dengan keluarnya Darius dari ruang altar.
"Apa dia mendengar ucapan ku tadi? aku tidak yakin dia mendengarnya," ragunya.
"Biarlah, nanti aku akan memberi tahu dia." Ia kembali duduk diatas meja, sambil memainkan inti tubuhnya yang berwujud permata.
"Darius, kau orang yang menarik," ucap Pamella.
Bersambung.....