
Hari demi hari berlalu.
Mimpi yang sama kembali datang menjadi bunga tidur Darius setiap malam, mimpi tentang Drake yang terus berkata "Selamatkan mereka."
Mimpi yang tidak diketahui maksudnya itu mengusik nyenyak tidurnya.
"Aduh....., kepala ku sakit."
Darius bangun dalam kondisi sekujur tubuh berlumuran keringat dingin, ia merasakan pening di kepalanya.
Ia beranjak dari ranjangnya dan hendak keluar dari kamar, namun....
*Jdu**kk*...!
Kepalanya menghantam dinding diatas pintu keluar hingga retak, rontokan debu akibat retakan mengenai wajahnya. Refleks, ia pun membersihkan rontokan debu yang menempel di wajahnya.
"Astaga...., bagaimana bisa ini terjadi?" tanya Darius seraya membersihkan debu-debu diwajahnya.
Debu-debu diwajahnya pun telah bersih, lalu mengusap-usap kepalanya guna memastikan tidak ada debu yang tertinggal, disinilah Darius mendapati suatu keanehan pada dirinya.
"Eh...? apa ini?"
Terdapat sesuatu yang aneh menempel di kepalanya, ia terus meraba sesuatu yang ada di kepalanya itu dengan perasaan kaget.
Hingga sesaat kemudian, ia memutuskan untuk mencari cermin guna melihat sesuatu yang menempel pada kepalanya itu, betapa lebih terkejut lagi Darius setelah mengetahui keanehan yang ada di kepalanya itu...
"APA INI?!!!"
Teriak Darius.
Tanduk di kepalanya bertambah dan menjadi semakin panjang, warna tanduknya pun berwarna merah gelap dengan ukiran aneh di setiap lekukannya.
"Apa-apaan ini? mengapa aku menjadi seperti ini?"
Darius pun merasa panik, kini terjadi lagi perubahan pada tubuhnya.
Bukan hanya tanduknya saja, fisiknya pun juga mengalami perubahan drastis. Mulai dari warna matanya yang kini menjadi merah keunguan hingga kuku-kuku jarinya yang semakin meruncing, giginya pun menjadi tajam sampai-sampai semua giginya terlihat menyerupai gigi taring.
Sungguh dilanda kepanikan luar biasa dirinya saat ini, ia pikir perubahan pada tubuhnya sudah berhenti semenjak ia keluar dari dimensi gelap.
"Padahal aku sudah tidak memakan daging monster lagi, tapi kenapa? kenapa perubahan ini terus terjadi?"
Darius sangat kebingungan.
"Tuan, ada apa? mengapa anda berteriak?"
Mendadak Raven muncul dari balik pintu, suara teriakkan Darius mencuri perhatiannya yang sedang mengerjakan dokumen di ruang tamu.
Darius terdiam, ia tidak bisa berkata apa-apa. Hanya dengan melihat saja, Raven mengetahui apa yang membuat tuannya berteriak.
"Tuan, tubuh anda—"
Raven langsung kehabisan kata setelah melihat kondisi majikannya.
"Demi nama ayahku, aku sama sekali tidak tahu mengapa ini bisa terjadi. Aku jadi semakin mengerikan," ucap Darius, panik.
"Tenang tuan, yang terpenting sekarang anda tidak boleh panik, saya akan segera mencarikan jalan keluar untuk anda," ucap Raven, berusaha menenangkan tuannya.
"Entah apa yang terjadi padaku, apakah ini kutukan?" tanya Darius.
"Saya akan segera mencari tahu, lebih baik sekarang tuan segera membersihkan diri. Saya akan menyiapkan sarapan untuk anda," balas Raven, kemudian Darius mengangguk.
Segera Raven mengabaikan urusan dokumen nya untuk sementara dan menyiapkan sarapan untuk tuannya.
13 menit berlalu....
Darius sudah selesai mandi dan berpakaian, di meja makan sudah ada Raven yang menunggunya.
"Silahkan dinikmati hidangannya, tuan," ucap sopan Raven mempersilahkan.
Hidangan yang ada di meja terlihat sedap, akan tetapi Darius terus terngiang akan fisiknya yang semakin berubah, itu membuat nafsu makannya jadi sedikit berkurang.
Raven menyadari suram pada wajah majikannya.
"Tuan, saya bersumpah akan mencarikan solusi untuk apa yang anda alami," ucap Raven.
"Aku tidak pernah meragukan ucapan mu, Raven. Hanya saja aku merasa bingung, mengapa ini kembali terjadi kepadaku? itulah yang kupikirkan," tukas Darius.
Darius merasa gelisah.
"Apa mungkin ini perbuatan bangsawan Hunt?" duga Raven.
"Tentu tidak, perubahan ini sudah lama ku alami jauh sebelum bertemu mereka," balas Darius.
"Tapi bukankah perubahan fisik anda akan terjadi hanya ketika anda memakan daging monster?" lanjut tanya Raven.
Ucapan Raven benar, ini membuat Darius kehabisan kata.
"Ada beberapa rumor yang beredar di internet tentang bangsawan Hunt di masa kini," ucap Raven.
"Internet?"
Darius tidak paham.
"Internet itu seperti papan kabar yang biasa kita temui di guild ataupun tempat perolehan informasi pada zaman kita dulu, hanya saja internet jauh lebih luas dan lebih mudah dijangkau. Kita dapat mencari apa saja yang kita mau disana," jelas Raven.
Kedua mata Darius seketika berbinar setelah mendengar penjelasan itu.
"Sungguh? apa disana ada cara untuk menghilangkan perubahan fisik mengerikan ini dariku?"
"Mungkin ada, meskipun internet itu luas tapi tetap ada batasan informasi yang bisa kita dapatkan."
Raven menaruh sendok makannya dan beranjak mengambil laptop nya, beberapa menit kemudian ia kembali.
"Internet bisa diakses melalui alat-alat elektronik seperti handphone, laptop ataupun komputer. Contohnya seperti ini."
Raven menjelaskan detail segala hal tentang internet, meskipun sudah menyimak dengan detil..., sayangnya Darius tidak bisa memahami nya sama sekali. Untuk seorang ksatria yang ketinggalan informasi selama 400 tahun, ini adalah hal yang wajar.
Didalam internet, Raven mencari informasi tentang rumor populer tentang bangsawan Hunt. Terdapat rumor bahwa bahwa bangsawan Hunt menyembunyikan ilmu sihir yang bernama Forbidden summon.
Sihir ini mampu mengubah seseorang menjadi makhluk Hybrid dan mengendalikannya sesuai keinginan penggunaannya.
Sihir ini ditemukan oleh Feredrit Marc pada masa kekuasaan Pangeran Willum di kerajaan Xeranos (satu masa dengan Drake yang sudah menjadi Raja), pada masa itu kerajaan Xeranos dan Ezius mengalami perselisihan karena adanya pihak lain yang mengadu domba.
Disini tidak dijelaskan tentang bagaimana dan dengan konflik apa si pihak ketiga dapat mengadu domba kedua kerajaan besar ini, bahkan ada caption yang mengatakan bahwa ini masih misteri.
"Apa kau mengetahui hal ini, Raven?" tanya Darius.
"Tidak tuan, mungkin kejadian ini terjadi saat saya masih tertidur akibat cedera yang diakibatkan oleh panglima Dark Lord, seperti yang saya katakan sebelumnya, saya terbangun ketika Yang Mulia Drake sudah lansia," jawab Raven.
Mereka lanjut meneliti info tentang rumor itu.
Rumor ini pertama kali tersebar seminggu setelah NGB tahun lalu, belum ada bukti kuat untuk membenarkan rumor ini, akan tetapi rumor ini sangatlah populer di kalangan masyarakat dan masih menjadi bahan perbincangan hingga saat ini.
"Apakah Ratu Hunt menanggapi rumor ini? apakah dia tidak tersinggung?" tanya Darius.
"Ratu pernah menanggapi tentang rumor yang tertuju pada kaumnya itu dan mengklaim rumor itu hanyalah omongan hampa belaka, ini ia ungkapkan dalam suatu acara talk show ," jawab Raven.
"Talk show?"
"Ehh..., maafkan saya, tuan. Saya lupa menjelaskan hal itu."
Mereka kembali fokus ke topik utama, yakni tentang sihir bernama Forbidden summon.
"Ini adalah sihir type kutukan, dimana sihir ini dapat dipatahkan setelah membunuh penggunanya atau si pengguna menarik kutukannya. Hanya penyihir tingkat tinggi saja yang mampu menguasainya dan yang paling berpotensi menguasai sihir ini adalah para Hunt," jelas Raven.
Raven menunjukkan layar laptopnya kepada Darius, disana ia menunjukkan gejala orang yang terkena sihir Forbidden summon.
***Gejala awal korban Forbidden summon:
–Gigi menjadi tajam dalam satu malam.
–Sakit kepala yang diikuti dengan tumbuhnya tanduk.
–Kuku meruncing dalam semalam.
–Otot yang tiba-tiba menjadi kuat diluar batas normal dan warna pupil mata yang berubah***.
Semua ini persis seperti gejala yang Darius alami.
"Ada kemungkinan ini adalah ulah sihir terlarang ini, saya tidak sepenuhnya yakin jika perubahan fisik yang tuan alami berasal dari tubuh tuan sendiri," ucap Raven.
Dengan matang, Darius mempertimbangkan perkataan Raven. Apa yang dikatakannya ada benarnya.
Darius memang memiliki kemampuan untuk menyerap serta mengambil kemampuan dari monster yang ia makan, kemampuan inilah yang dapat menyebabkan perubahan pada fisiknya, akan tetapi kemampuan ini aktif hanya ketika ia mengkonsumsi daging monster.
Jika tidak, maka fisiknya takkan mengalami perubahan. Sangat tidak masuk akal jika fisik Darius berubah tanpa mengkonsumsi daging monster terlebih dahulu, ditambah lagi ia sudah lama tidak mengkonsumsi daging monster.
Perubahan fisik tanpa mengkonsumsi daging monster adalah hal yang ganjil.
"Kau benar, ada kemungkinan ini ulah sihir. Tapi untuk saat ini aku tidak ingin berprasangka buruk terhadap para keturunan adik sendiri, segera cari informasi terkait sihir ini beserta cara menghambat dampaknya. Itulah yang bisa kita lakukan saat ini, sampai kita menemukan cara untuk mencari pelakunya," titah Darius.
Segera Raven melaksanakan nya dengan penuh tanggung jawab.
Ting...! Tong....!
Bel pintu berbunyi.
Raven segera mengecek siapa yang bertamu ke rumahnya, sosok yang berada didepan pintunya saat ini adalah Komandan pertama Divisi Sword Master. Cassanova Seis.
"Komandan pertama Sword Master? ada perlu apa dia kemari?" batin Raven.
Bersambung....