Hero From The Dark Dimension

Hero From The Dark Dimension
Chapter 27: Kelulusan yang singkat



...Jangan lupa untuk selalu like, vote dan rate karya ini dan jangan lupa untuk memberi saran kepada Author apabila alur cerita kurang pas atau tidak nyambung. Ini demi kepuasan para pembaca, bila ada alur yang kurang pas akan segera saya perbaiki....


...Selamat membaca 👍👍👍...


...***********...


Komandan mengajak Darius masuk kedalam kantor para Komandan Divisi sihir. Didalam kantor, sudah ada para Komandan Divisi sihir lainnya. Mereka tengah mengerjakan tugas mereka masing-masing. Terkecuali Komandan Seirus, ia tengah merebahkan tubuhnya di atas meja kerjanya sambil memakan permen kapas.


Kedatangan Komandan Deri bersama dengan Darius telah mencuri perhatian semua orang yang berada di dalam kantor. Termasuk Komandan Seirus. Seketika perhatian Komandan Seirus tertuju pada Darius.


"Pria yang tampan. Kalau tidak salah, aku melihatnya di barisan Beginner sebelum pelatihan dimulai. Kira-kira dia dari ras mana? naga kah? minotaurus kah? lalu kenapa Beginner seperti dia berada disini?" batin Komandan Seirus. Setelah melihat tanduk di kepala Darius.


Komandan Deri mengajak Darius ke meja kerjanya. Disana, ia menulis sebuah surat yang disertai dengan tanda tangannya dan stempel. Surat itu kemudian ia berikan kepada Darius.


"Surat apa ini?" tanya Darius.


"Itu surat pernyataan lulus pelatihan elemen panas. Mulai besok, kau tidak akan mengikuti pelatihan yang dibimbing olehku," ucap Komandan Deri.


Komandan Seirus yang tanpa sengaja mendengar hal itupun langsung terbangun.


"Beginner itu lulus? secepat ini?" batin Komandan Seirus. Para Komandan lain pun juga terkejut mendengar hal ini. Sementara itu, Darius masih belum bisa menerima kelulusannya.


"Apa? tapi aku belum bisa mengendalikan kekuatan ku dengan baik. Kau masih harus melatihku," tukas Darius.


"Kekuatan yang kau keluarkan itu, diluar kemampuanku. Aku tidak dapat melatih mu untuk mengendalikan kekuatan itu. Lagi pula, kekuatan mu tadi sudah lebih dari cukup untuk memenuhi syarat lulus pelatihan elemen panas tingkat Beginner. Selebihnya, kau dapat mempelajari itu ditingkatan selanjutnya," balas Komandan Deri.


Meskipun Komandan Deri sangat berprestasi dalam bidang sihir. Akan tetapi ia juga punya batasan. Elemen yang ia kuasai adalah api dan angin saja. Untuk tingkat Beginner, ia hanya melatih elemen api saja dengan tingkat kesulitan mulai dari 1-3. Pada tingkat pertama, para Beginner harus bisa membuat api ukuran sedang yang menyala dengan stabil serta tahan lama.


Darius berhasil melewati tingkat kesulitan pertama karena yang ia keluarkan bukan lagi kobaran api, melainkan lahar menyala yang akan melahap apapun yang disentuhnya.


Pada tingkat kedua, para Beginner diharuskan untuk membuat api besar dengan kestabilan yang baik dan tak mudah padam.


Tingkat kedua telah berhasil dilalui. Darius mampu menstabilkan elemen lahar dalam jumlah besar tanpa mengeluarkan banyak tenaga. Meskipun ia masih belum paham cara mengeluarkan elemen lahar dengan baik. Namun ini sudah cukup untuk membuatnya lulus.


Pada tingkat ketiga, para Beginner akan diajari cara untuk membentuk, mengontrol dan menghempaskan api untuk menyerang musuh. Jangkauan serangan pun akan diukur sesuai dengan syarat jangkauan yang ditentukan.


Cara Darius dalam mengontrol kekuatan lahar dan membentuknya menjadi sebuah pedang, itu membuat Komandan terkesan. Itulah yang membuatnya lulus dari tingkat ketiga. Meski ia masih belum melewati pelatihan untuk mengukur jauh jangkauan serangan, namun Komandan tetap meluluskan nya.


Semua tingkat kesulitan pelatihan elemen panas untuk Beginner, berhasil dilalui dalam waktu singkat. Untuk elemen angin. Komandan Deri akan mengajarkannya ditingkat Reguler ke atas.


Sesaat kemudian, komandan mengeluarkan sebuah kertas. Itu adalah jadwal pelatihan.


"Meskipun begitu, masih ada banyak pelatihan yang harus kau selesaikan," jelas Komandan.


Dijadwal itu tertulis segala pelatihan yang akan ditempuh dalam tingkat Beginner.


Pelatihan elemen panas (api) tingkat Beginner, dibimbing oleh Komandan ketiga Divisi sihir. Deri Pielfi.


Pelatihan elemen air dan cahaya tingkat Beginner, dibimbing oleh Komandan keempat Divisi sihir. Miela Arun.


Pelatihan elemen bumi dan listrik tingkat Beginner, dibimbing oleh Komandan kelima Divisi sihir. Lawrence Goma.


Pelatihan elemen gelap tingkat Beginner, dibimbing oleh Komandan keenam Divisi sihir Erusio Wolud.


Itulah semua isi jadwal pelatihan tingkat Beginner.


"Apakah kita (para Beginner) harus lulus semua pelatihan ini?" tanya Darius.


"Tidak, semua pelatihan ini hanya bertujuan untuk mengetahui pada elemen mana potensi kalian berada. Setelah itu, kami akan membimbing kalian untuk meningkatkan potensi pada elemen yang kalian kuasai," jawab jelas Komandan.


Darius memahami penjelasan Komandan.


"Sekarang, cepat kau serahkan surat itu kepada Komandan pertama untuk ditandatangani. Dia tepat dibelakang mu."


Sesuai dengan perkataan Komandan Deri. Ada seorang pria berjubah putih berada tepat dibelakang Darius. Pria itu adalah Komandan pertama Divisi sihir. Kursi beserta meja kerjanya sangat berbeda dari milik para Komandan yang lain. Komandan yang satu ini terlihat tenang dan berkharisma.


Di meja kerjanya, terdapat sebuah papan nama yang bertuliskan....


"Grafalt Heizer," baru Darius.


Ia pun melangkah perlahan mendekati Komandan pertama. Dengan sopan, ia menyerahkan surat yang Komandan Deri berikan kepadanya.


"Selamat pagi, komandan pertama. Aku Darius Hunt ingin menyerahkan surat ini kepada mu untuk ditandatangani," ucap sopan Darius.


Komandan pertama menatapnya cukup lama, sebelum akhirnya menerima surat yang ia berikan. Tatapan Komandan pertama terlihat begitu waspada terhadapnya. Seolah kehadiran Darius sangat menggangu. Perilaku Komandan pertama sangatlah aneh.


Darius yang mengetahui tatapan mata Komandan pertama yang tak wajar, hanya dapat terdiam penuh keheranan. Ia tidak tahu mengapa Komandan pertama menatapnya seperti itu. Bahkan Komandan pertama tidak mengucapkan sepatah kata pun kepada Darius.


"Baru kali ini ada yang lulus secepat ini," batin Komandan pertama setelah melihat tanggal yang sama tertera pada kolom tanggal masuk dan tanggal lulus pelatihan pada surat kelulusan yang akan ia tanda tangani.


Ketika Ia hendak menandatangani surat itu. Tiba-tiba... Mara memasuki ruangan. Kehadiran Mara adalah sebuah kejutan besar bagi seluruh Komandan Divisi sihir yang ada disana.


"Selamat pagi para Komandan sekalian," sapa Mara dengan senyum manis. Tidak ada satupun orang yang membalas sapaannya.


"Kalian sibuk seperti biasanya," sambung Mara.


"Siapa yang mengizinkan mu masuk?" tanya Komandan Deri dengan nada serius.


"Oh... maaf, tapi aku terpaksa melakukan ini. Karena Komandan ketiga meluluskan seorang Beginner terlalu awal," jawab Mara.


Komandan kedua menghampiri Mara dengan segala luapan kekesalan. Komandan Seirus yang awalnya bermalas-malasan di atas meja kerja, kini nampak garang setelah Mara hadir diantara mereka.


"Maaf sekali, tapi kau tak berhak memprotes ataupun mempertanyakan keputusan Komandan yang meluluskan muridnya," ucap Komandan Seirus.


"Kau Seirus? benarkah ini kau? wah... kau nampak lebih berani sekarang. Mulai dari cara mu berpakaian hingga tingkah laku mu. Kuharap kau tidak marah padaku lagi atas peristiwa yang menimpamu dimasa lalu," ucapan Mara langsung mengundang nyala api amarah Komandan Seirus.


Komandan kedua mengeluarkan Blue Saber (Pedang yang terbuat dari gabungan es dan batu obsidian) miliknya dan hendak menebas leher Mara.


"Seirus, tahan," tegur Komandan pertama.


Komandan kedua pun terdiam dan langsung melenyapkan senjata sihirnya. Mara melontarkan senyuman yang seolah meledek Komandan kedua.


"Cepat katakan apa keperluan mu. Jika tidak penting, maka pergilah," ucap tegas Komandan pertama.


"Tentu ini penting. Seorang Komandan tidak boleh seenaknya meluluskan seorang Beginner yang belum siap. Aku berhak berkata seperti ini, karena aku diberi hak untuk membimbing oleh Direktur," tukas Mara.


"Lalu apa yang kau inginkan?" tanya Komandan pertama.


"Aku ingin dia (Darius) melewati tes jangkauan serangan terlebih dahulu, lalu adu daya hancur dengan ku, yang akan dipimpin oleh diriku sendiri. Jika dia berhasil melewati itu, maka dia boleh dinyatakan lulus," jawab Mara.


Komandan Deri merasa kesal mendengarnya.


"Jangan seenaknya membuat keputusan. Uji adu daya hancur hanya untuk tingkatan Reguler keatas. Beginner hanyalah tahap dimana ksatria akan mempelajari teknik dasar. Tidak lebih dari itu," ucap Komandan kedua, keberatan.


"Kau lihat kolom kedua dibagian tanda tangan persetujuan pada surat kelulusan itu? kolom itu akan diisi oleh ku dan hal ini sudah mendapatkan persetujuan dari Direktur. Jadi aku berhak menentukan latihan macam apa yang akan dijalani para Beginner yang ku bimbing."


"Apa?"


Sungguh tidak dapat dipercaya. Terdapat kolom kedua dibagian tanda tangan persetujuan pada surat kelulusan Darius. Di kolom kedua itu, terdapat nama Tiamara Hunt yang bersebelahan dengan nama Komandan pertama.


"Apa-apaan ini? ini tidak mungkin. Tidak mungkin Direktur menyetujui ini," protes Komandan kedua.


Dengan sombong, Mara kembali menunjukkan surat izin membimbing nya. Di sana tertulis bahwa ia adalah pembimbing yang resmi mendapatkan hak untuk menanda tangani surat kelulusan ksatria, tanpa tanda tangannya Darius tidak bisa dinyatakan lulus. Hak ini berlaku sampai masa kontraknya habis.


Dengan segera, ia menghubungi Direktur utama dan mempertanyakan hal itu kepada Direktur. Rupanya semua itu memang benar adanya. Direktur utama menyetujui Mara sebagai pembimbing yang resmi. Komandan kedua terpelanga mengetahui hal ini.


"Bagaimana mungkin? ini tidak masuk akal," ucap Komandan kedua.


"Sudah kubilang, kan. Aku juga punya hak disini sampai masa kontrakku habis," tukas Mara.


Komandan pertama tidak punya pilihan lain selain menuruti keinginan Mara. Dengan senang, Mara menghampiri Komandan pertama penuh rasa girang. Ia mendekatkan bibirnya ke telinga Komandan pertama.


"Kuharap kau tidak bertindak ceroboh kali ini. Kau tidak ingin jika aku merebut kembali posisi mu, bukan? karena itulah, lebih baik diam dan bertingkah laku seperti anak baik," bisik Mara.


Lalu Mara memandang ke arah Darius.


"Kau, ikut aku ke lapangan pelatihan. Untuk lulus, kau harus mengikuti ujian dariku terlebih dahulu, paham? sekarang bersiaplah. Dalam 15 menit, kau harus sudah menemui ku di lapangan pelatihan," perintah Mara.


"Untuk para Komandan sekalian. Tetap semangat ya, bye."


Mara pergi melangkah pergi meninggalkan kantor. Mara pergi dengan meninggalkan benih amarah di hati masing-masing Komandan Divisi.


Benak Darius diliputi perasaan heran dan curiga, mengapa para Komandan begitu marah ketika melihat kehadiran Mara? lalu mengapa Raven mengizinkan Mara untuk membimbing ditempatnya? padahal dia pasti tahu bahwa Darius sedang bermasalah dengan bangsawan Hunt, ini semua sangat janggal.


"Andai aku tidak tahu hukum, sudah ku robek mulutnya," keluh kesal Komandan Seirus.


Komandan Deri menggenggam erat tangan Komandan kedua. Ia berniat menenangkan hati Komandan kedua yang sedang panas.


"Tenanglah, kau tidak boleh terlihat seperti ini. Apalagi disini ada seorang Beginner. Kau harus tetap tegar," ucap Komandan Deri.


Nuansa seketika berubah drastis. Tak disangka semuanya akan menjadi seperti ini. Darius hanya bisa terdiam menyaksikan kejadian ini. Sambil membendung rasa penasaran dalam batin.


Bersambung......