
Seirus berjalan lesu sambil menyenderkan kepalanya ke bahu sahabatnya, akhirnya meeting yang menyibukkan dirinya telah selesai.
"Aku lapar, kita langsung pergi kedai makan ibumu saja, bagaimana?" tawar Seirus kepada sahabatnya Deri.
"Kita harus memastikan Darius dan teman-temannya melaksanakan tugas mereka dengan baik, setelah itu kita bisa pergi," balas Deri.
"Hmmm...., baiklah."
Mendadak, komandan Grafalt memanggil mereka berdua disaat keletihan mereka berada di puncaknya. Mau tidak mau, mereka harus datang, ada sesuatu yang ingin disampaikan Komandan Grafalt untuk mereka.
"Sebarkan pengumuman tentang cuti menjelang NGB kepada para ksatria, pastikan mereka yang berdarah bangsawan mendengar pengumuman ini," perintah Komandan Grafalt.
"Baik, kami laksanakan," tukas Deri.
Setelah itu Komandan Grafalt pun pergi, letih pada diri Seirus semakin memuncak setelah tahu Komandan Grafalt memberikan satu tugas lagi untuk mereka.
"Yang benar saja, ayolah...., aku sudah lelah," keluh Seirus penuh kekesalan, sedari tadi pagi dia tidak berhenti bergerak karena tugasnya yang padat.
Seirus bahkan belum sempat duduk santai untuk merenggangkan otot kakinya yang kaku, beruntung Deri masih punya tenaga untuk melaksanakan tugas ini sendirian.
Mereka pergi menuju ruang pengawas dan mengumumkan pengumuman itu lewat sound system disana.
..."Diumumkan kepada seluruh ksatria, bahwasanya mulai besok akan ada cuti panjang terkait persiapan NGB tahun ini, kegiatan dalam markas akan dilanjutkan awal bulan depan."...
Begitulah bunyi pengumumannya.
Tugas mengumumkan hari cuti pun selesai, lekas Seirus menggandeng tangan Deri dan membujuknya untuk segera pergi menuju kedai.
"Ayo kita pergi sekarang, perutku sudah keroncongan," bujuknya.
Deri menggelengkan kepalanya.
"Kita harus menemui Darius dan teman-temannya terlebih dulu," tukas Deri.
"Ya ampun...," keluh Seirus.
Ia pun mengikuti Deri mencari keberadaan Darius dan teman-temannya.
Sungguh sangat kebetulan, mereka langsung bertemu dengan orang-orang yang mereka cari. Darius yang saat itu tengah berjalan menyusuri lorong bersama dengan teman-temannya yang lain, tanpa sengaja langsung bertatap muka dengan Deri saat hendak berbelok ke arah jalan menuju lapangan.
Sontak Darius dan kawan-kawan terkejut, mereka tidak menyangka akan bertemu dengan Komandan yang sebelumnya mereka bincang kan ketidakpastian gendernya. Mereka luar biasa gugup dibuatnya.
"Kalian semua, aku baru saja hendak mencari kalian. Apakah semua arsip sudah kalian letakkan di ruang pustaka?" tanya Deri
"S..., sudah Komandan," balas gugup Khain, sementara yang lain terdiam membisu.
"Bagus, terima kasih karena sudah membantu kami," ucap Deri, tersenyum.
"Dd..., dengan senang hati," balas gugup Yufon, seraya menghindari kontak mata dengan Deri.
Deri merasakan ada sesuatu yang aneh pada mereka, wajah mereka terlihat grogi (kecuali Darius) seakan sedang menghadapi sesuatu yang menegangkan. Nada bicara Khain dan Yufon pun cenderung gugup, tidak seperti biasanya.
"Kalian terlihat gugup, apa ada yang salah dengan penampilanku?" tanya Deri.
"T..ttt...., tidak ada, kami hanya gugup melihat kecantikan anda, komandan," balas Torre.
Deri menatap heran Torre.
"Benarkah itu?" tanya Deri untuk yang kedua kalinya.
Khain, Torre dan Yufon dengan kompaknya mengangguk, meskipun ekspresi wajah mereka tidak meyakinkan sama sekali.
"Baiklah, terima kasih atas pujian kalian. Ingatlah, mulai besok kita cuti karena sudah menjelang NGB, jaga kesehatan kalian selama berada diluar," jelas Deri.
"Baik, komandan," jawab serempak Torre, Khain dan Yufon.
Deri beralih pandang ke arah Darius.
"Apakah kau juga akan mengikuti NGB tahun ini, Darius?" tanya Deri, serius.
"NGB itu apa?" tanya balik Darius.
Deri beserta seluruh teman-teman Darius pun langsung menepuk dahi, mereka tidak menyangka Darius tidak tahu tentang kompetisi bertarung Nobility Grand Battle yang sangat terkenal didalam maupun diluar Invandara.
Tak terduga oleh mereka bahwa Darius akan bertanya balik.
"Kau ini sungguh bangsawan Hunt atau tidak sih? masa NGB saja kau tidak tahu," ucap heran Deri.
"Padahal bangsawan Hunt sangat rutin dalam mengikuti kompetisi ini, lo," sahut Yufon.
"Ha?"
Darius sama sekali tidak mengerti, pada akhirnya Torre memberikan penjelasan singkat tentang Nobility Grand Battle atau yang biasa disingkat NGB. Kurang dari satu menit, Darius pun paham.
"Kompetisi bertarung antar bangsawan? sepertinya seru," ucap Darius.
"Hadiah dalam kompetisi ini pun beragam, mulai dari uang tunai sampai gelar kehormatan dan pastinya akan ada penghargaan besar bagi bangsawan yang memenangkannya," jawab jelas Torre.
"Bahkan akan ada hak khusus untuk NGB kali ini dan kau bebas memilihnya jika kau menang," sahut Yufon.
Mendengar lawannya adalah para bangsawan, muncul minat dalam hati Darius dalam untuk mengikuti kompetisi itu.
"Aku akan ikut," ucap lantang Darius.
Darius merasa kurang puas dengan tantangan didalam K.A.O, ia selalu mudah menang di setiap pertarungan dan itu membuatnya bosan. Ia ingin mengikuti NGB bukan karena nominal uang ataupun penghargaan besar yang di hadiahkan dalam kompetisi itu, melainkan karena ia mencari keseruan dalam bertarung.
Darius berharap besar terhadap kompetisi NGB, semoga saja ia dapat menemukan lawan yang dapat melawan imbang dirinya dalam kompetisi itu.
Bersambung.....