Hero From The Dark Dimension

Hero From The Dark Dimension
Chapter 50: 15 hari sebelum NGB part 2



"Ini adalah tawaran langsung dari pimpinan bangsawan besar Chariot Seis, tawaran ini tak datang dua kali," kata Komandan Nova.


"Jadi...., kalian Chariot Seis sungguh ingin merekrut dia (Darius) untuk menjadi salah satu dari kalian?" tanya Raven, terpelanga bukan main.


Darius sendiri juga sama kagetnya.


"Benar," jawab Komandan Nova tanpa ragu.


Sontak kejut ini terjadi beberapa menit setelah kedatangan Komandan Nova, ia datang dengan segenggam surat ditangannya. Isi surat itu adalah tawaran untuk masuk kedalam anggota Chariot Seis secara resmi yang tertuju kepada Darius, sungguh ini membuat seluruh orang didalam ruangan terkaget-kaget.


Datang secara tiba-tiba tanpa ada konfirmasi lebih dulu lalu menawarkan tawaran yang semacam ini, menimbulkan tanda tanya besar dipikiran mereka berdua (Darius dan Raven).


Mengapa tiba-tiba mereka (Chariot Seis) memberikan tawaran semacam ini secara mendadak? apa sebenarnya yang mereka pikirkan?


"Bangsawan besar seperti kalian menawarkan tawaran semacam ini kepada orang yang belum kalian kenal? kalian serius?" tanya Raven.


Tanpa ragu, komandan menjawab.


"Benar, ini perintah dari pimpinan kami."


Raven bertopang dagu dibuatnya, ia yakin sekali bahwa ada maksud lain dari tawaran ini. Ia kembali menanyai Komandan Nova secara terus-menerus tentang maksud sebenarnya dari tawaran ini, tetapi Komandan Nova hanya dapat menggelengkan kepala.


"Yang benar saja, mana mungkin seorang pimpinan tidak memberi tahu utusannya akan maksud dan tujuan pesan yang akan ia sampaikan. Kau sungguh tidak mengada-ada, kan?"


Komandan mengangguk.


Raven terpaku heran akan hal ini.


Sama sekali tidak masuk akal, memang bangsawan Seis terkenal akan kemurahan hati. Mereka mendidik anak-anak tak berbakat dengan sangat baik dan menanamkan benih-benih ketekunan kedalam diri mereka.


Mereka juga melantik para kesatria muda yang bukan berasal dari mereka dengan sukarela sampai mereka menjadi kesatria terlatih, namun mereka tidak pernah merekrut orang luar untuk bergabung kedalam kebangsawanan Seis.


Komandan Nova mengakui bahwa ini adalah pertama kalinya Chariot Seis memberikan tawaran semacam ini kepada orang diluar lingkup mereka, ini pun berdasarkan perintah dari pimpinan mereka sendiri.


"Saya sendiri tidak tahu apa yang dipikirkan oleh pimpinan saat ini, saya hanya perlu mematuhi perintahnya demi kebaikan Chariot Seis," ucap Komandan Nova.


"Dimana ada tawaran seperti ini, pasti ada pula persyaratannya. Inilah yang kudapatkan dari pengalaman ku, dibalik penawaran ini pasti ada syaratnya, bukan?" tanya Darius.


"Benar, persyaratan itu akan kau dengar dari mulut pimpinan secara langsung. Ia ingin bicara secara pribadi," balas Komandan Nova dengan penuh wibawa.


"Kuharap kau bersedia meluangkan waktu untuk menemuinya, pimpinan berharap besar padamu," lanjut Komandan Nova dengan logat memohon.


Pertemuan langsung dengan pimpinan Seis, suatu kehormatan besar dan masih menimbulkan kesan kejut karena terlalu dadakan. Darius mulai mempertimbangkan hal ini.


Bicara tentang bangsawan Seis mereka terkenal akan kemurahan hati, menurut Raven takkan ada masalah bila meluangkan waktu untuk menemui pimpinan mereka, karena mereka tidak seperti bangsawan Hunt.


Keamanan dan kenyamanan Darius disana pun tak perlu dikhawatirkan karena bangsawan Seis sangat memuliakan tamunya, ini berdasarkan pengalaman Raven yang pernah sekali berkunjung ke istana perak yang menjadi tempat tinggal mereka. Hanya saja ia masih merasa heran dengan tawaran yang mereka tawarkan kepada tuannya.


Darius menoleh ke arah Raven, ia memberi isyarat secara sembunyi-sembunyi.


"(bagaimana menurutmu?)"


Darius meminta pendapat Raven dengan bahasa isyarat.


"(Tidak masalah tuan, mereka adalah bangsawan yang murah hati lagi dermawan, takkan ada hal yang tak diinginkan terjadi kepada anda.)"


Jika Raven sudah memandang positif mereka (Chariot Seis) maka tak ada lagi keraguan di hati Darius.


"Baiklah, aku bersedia menemuinya, katakan kapan dan dimana kita bertemu."


Ucap Darius tanpa ragu.


Komandan Nova menggulung kembali surat penawaran yang dibawanya lalu memberitahu dimana dan kapan pimpinannya ingin mengadakan pertemuan dengan Darius.


"Minggu depan datanglah ke istana perak, pagi hari sebelum mentari menampakkan diri dan pastikan kau datang seorang diri karena ini murni private," jelas Komandan Nova.


"Baik, aku akan datang," balas Darius.


Meskipun ini private, pada akhirnya Darius akan memberi tahu Raven hasil pertemuannya dengan pimpinan Seis nanti.


Komandan Nova beranjak dari sofa dan hendak undur diri, tak lupa ia memberi salam kepada Raven yang berkedudukan sebagai atasannya di K.A.O, ia merasa terhormat karena telah diizinkan untuk bertamu.


Sebelum pergi, sempat Raven menanyakan satu hal lagi kepada Nova.


"Apa kau masih kerepotan mengurus dia? kau terlihat cukup lesu."


"Beginilah kehidupan saya, meski sangat merepotkan tapi inilah tugas saya. Terima karena telah diizinkan bertamu, sampai jumpa pak direktur," pamit Nova meninggalkan ruangan.


Sekarang Raven kembali fokus mencari informasi tentang sihir Forbidden summon beserta cara menghambat dampaknya.


Darius yang belum mengenal betul bangsawan Seis pun bertanya kepada Raven.


"Raven, bangsawan seperti apa mereka? aku tidak pernah mengenal nama Seis seumur hidupku."


"Nenek moyang bangsawan Seis berasal dari kerajaan Windland, mereka adalah kerabat dekat bangsawan Clascof, mereka tidak terlalu terkenal di era kita saat masih melawan Dark Lord, nama mereka melambung tinggi pada masa kekuasaan Yang Mulia Drake," jelas Raven sambil terus mengetik di laptopnya.


Kerajaan Windland adalah kampung halaman Yui teman seperjuangan Darius (Chapter 2).


"Sifat mereka hampir sama dengan bangsawan Clascof, hanya saja mereka sangat memuliakan seni bersenjata. Sungguh berkebalikan dengan Hunt."


"Ilmu sihir yang diperbolehkan dalam lingkup mereka hanya ilmu sihir penyembuhan saja, mereka melarang keras anggotanya mempelajari ilmu sihir diluar itu," lanjut Raven menjelaskan.


Hukum Seis tidak jauh berbeda dari Hunt, hanya saja mereka masih memperbolehkan ilmu sihir meski hanya satu jenis sihir.


"Seis dan Hunt sering mengalami perselisihan antara satu sama lain, selain karena berbeda keyakinan dan adapula beberapa konflik berdarah yang membuat mereka bermusuhan. Mereka juga menjadi rival dalam NGB, kedua belah pihak saling bersaing untuk menjadi yang terkuat," ujar Raven.


"Aku sudah memprediksi itu, semuanya sudah terpecah belah, tidak lagi seperti dulu dimana sihir dan seni bersenjata bersatu dan saling melengkapi. Sekarang semuanya berlomba untuk menjadi yang paling unggul, ini membuatku merindukan masa lalu," ucap Darius.


Salah satu panglima Dark Lord yang bernama Henigal pernah berkata kepada Darius sebelum ajalnya tiba, ketika itu ia sudah kehilangan sebagian tubuhnya akibat tebasan Darius.


..."Kau salah jika menganggap manusia akan damai setelah tiadanya kami, mereka akan mencari musuh baru dan pada akhirnya mereka akan bermusuhan satu sama lain demi memperebutkan kedudukan sementara. Ingatlah ucapan ku, pemimpin ksatria emas."...


...Inilah kata-kata terakhirnya sebelum Darius mengakhiri hidupnya....


Darius memandang keluar jendela dengan tatapan datar sambil terbayang akan ucapan itu.


"Tak kusangka, ucapan makhluk menyebalkan itu kini menjadi nyata," batin Darius.


Bersambung....