Hero From The Dark Dimension

Hero From The Dark Dimension
Chapter 26: Pelatihan tingkat Beginner Divisi sihir



...PENGUMUMAN...


...Terima kasih untuk para pembaca yang sudah membaca cerita ini.👍👍👍...


...Jangan lupa untuk memberi saran kepada Author apabila alur cerita kurang pas atau tidak nyambung. Ini demi kepuasan para pembaca, bila ada alur yang kurang pas akan segera saya perbaiki....


...Selamat membaca 👍👍👍...


...***************...


"Baiklah, mari kita mulai bimbingan dan pelatihan hari ini. Saya akan mengajarkan cara mengontrol energi sihir," jelas Komandan Deri.


Komandan maju beberapa langkah ke depan. Mendekat kepada para Beginner.


"Mari kita mulai dengan elemental yang sudah tidak asing lagi bagi kita."


Komandan memperlihatkan tangan kanannya yang kosong. Ia mengeluarkan api dari tangan hampa nya itu. Api yang tercipta dari sihir, menyala dengan terangnya.


"Api adalah elemen yang paling sering kita lihat. Karena memiliki beragam kegunaan, elemen panas ini begitu banyak diminati oleh kalangan pecinta ilmu sihir. Cara untuk menguasainya pun tidak sesulit elemen lain," jelas Komandan.


Tiamara Hunt maju kesisi Komandan.


"Untuk menguasai elemen ini. Membutuhkan konsentrasi tinggi serta cara mengatur energi yang baik. Kalian harus merasakan dan mengatur energi sihir didalam diri kalian dengan teratur, hingga energi kalian dapat mengumpulkannya dengan optimal."


"Lalu fokuskan pikiran. Pastikan aliran energi serta konsentrasi kalian sinkron dengan baik. Setelah itu, kalian ubah energi yang terkumpul menjadi energi panas. Pompa terus-menerus energi panas tersebut, hingga berubah menjadi kobaran api yang menyala-nyala," jelas Mara.


Para Beginner mulai membayangkan cara yang telah diterangkan. Sebagian dari mereka sudah dapat membayangkan caranya dan sebagian lagi masih belum paham. Sehingga banyak pertanyaan yang mereka lontarkan. Ada salah satu pernyataan yang menjadi tanda tanya besar bagi mereka.


"Izin bertanya, soal mengubah energi. Bagaimana cara mengubah energi itu menjadi energi panas?" tanya salah seorang Beginner.


Tiamara merespon pertanyaan itu.


"Itu tergantung dari konsentrasi. Setelah kalian berhasil mengumpulkan energi, pusatkan pikiran kalian pada energi itu dan bayangkanlah kobaran api yang menyala. Jika sudah begitu, konsentrasikan pikiran. Lalu ciptakan api itu dalam bentuk nyata," jawab Mara.


Darius bertopang dagu setelah mendengar penjelasan itu.


"Jadi begitu. Pertama rasakan, kedua alirkan, lalu kumpulkan, bayangkan dan ciptakan. Terdengar sederhana tapi ini tidak akan mudah," gumam Darius.


Setelah beberapa lama, ada hal yang baru saja Darius ingat. Sedari tadi ia tidak terpikirkan oleh hal ini.


"Bukankah aku sudah memiliki elemen ini? kenapa aku bisa lupa?" batin Darius.


Ia baru ingat, kekuatan elemen panas dari Dewi Pamella masih berada di dalam dirinya (Chapter 4). Darius terpikirkan untuk menggunakannya dalam latihan ini.


"Baiklah, jika tidak ada pertanyaan lagi. Maka pelatihan akan ku mulai. Semuanya silahkan cari tempat dan posisi yang menurut kalian nyaman untuk berkonsentrasi. Tapi jangan terlalu jauh, supaya aku lebih mudah dalam mengawasi kalian," jelas Komandan Deri.


"Selamat berjuang," ucap Mara.


"Baik."


Para Beginner pun mulai berlatih. Semuanya terlihat bersemangat. Mereka berjuang keras untuk mempelajari sihir ini. Komandan Deri dan Mara berjalan perlahan, mengawasi mereka yang sedang berlatih. Dalam pengawasan mereka, mereka melihat beberapa Beginner yang menunjukkan kemajuan. Beberapa Beginner itu telah berhasil menciptakan api ukuran sedang.


Yang pertama adalah Torre Runin. Dia adalah ksatria yang mengikuti dua Divisi, sama seperti Darius. Divisi lain yang ia masuki adalah Archer Artileri. Berasal dari ras Elf dan dia adalah seorang pemanah yang handal. Dia sangat cepat paham dalam mempelajari hal baru. Torre berniat untuk menjadi seorang Archer yang multi talent agar bisa lebih unggul dari saudara-saudaranya yang lain.


"Tuan Elf, boleh kutahu siapa nama mu?" tanya Mara.


"Namaku Torre Runin," jawab Torre.


Darius tanpa sengaja mendengar itu. Ia langsung menoleh ke arah Torre.


"Runin? sama seperti Kay rupanya," batin Darius. Kay rekan Darius dalam kelompok ksatria emas (Chapter 1-2).


Komandan Deri mencatat kemajuan Torre. Komandan akan memberi nilai kepada Torre sesuai dengan kemajuannya. Yang lain pun tak mau kalah, mereka semakin gigih dalam berlatih. Supaya bisa mendapatkan nilai baik untuk latihan ini.


Beginner selanjutnya yang menunjukkan kemajuan adalah Yufon Cortega. Seorang gadis tekun yang bercita-cita menjadi Master sihir. Sangat mengidolakan Drake Hunt dan berniat untuk mengikuti jejak idolanya. Ia akan mengerahkan seluruh tenaganya, demi bisa menjadi seperti idolanya.


"Wah...., kau sungguh gigih. Lihat, kau berhasil menciptakan api," puji Mara kepada Yufon.


Yufon yang bermandikan keringat, membalas pujian Mara dengan senyumnya. Sesuai dengan kemajuan yang ia capai. Komandan Deri mencatat dia dan pasti akan memberinya nilai.


Dilanjutkan dengan Beginner yang bernama Khain Hyougi. Pemuda ambisius yang sangat bersungguh-sungguh dalam mengejar kesuksesan cita-citanya. Ia ingin menjadi seorang ahli sihir terkemuka di Invandara. Berasal dari keluarga yang kurang mampu, tidak menghalanginya untuk tetap mengejar impiannya.


"Ada lagi Beginner hebat yang sudah bisa menciptakan api," ucap Mara seraya bertepuk tangan.


Khain masuk dalam catatan Komandan Deri. Mara dan Komandan beralih ke Darius. Mara terlihat menjilat bibirnya sebelum menghampiri Darius yang sedang berlatih.


"Hmm....., coba kulihat."


Komandan membuka daftar nama para Beginner. Didalam sana, terdapat data tentang para Beginner beserta foto mereka. Setelah membuka beberapa halaman. Komandan Deri menemukan data Beginner yang ada dihadapannya.


"Darius.... Hunt, menurut data yang kuterima. Kau jauh lebih mahir dalam menggunakan senjata daripada sihir. Ini membuatku mempertanyakan nama belakang mu," ucap Komandan. Komandan Deri sangat tahu siapa itu Hunt. Itulah yang membuatnya begitu penasaran terhadap Darius.


"Aku memang seorang Hunt. Tapi aku berbeda dari Hunt yang kau tahu," jawab Darius.


Komandan pun melirik ke arah Mara. Tapi Mara malah membuang wajah. Ini membuat Komandan Deri merasa curiga.


"Bukankah seharusnya Mara menegur dan menghukum seorang Hunt yang mempelajari ilmu bersenjata? apalagi Si Darius ini sudah mahir dalam menggunakan senjata. Tapi kenapa Mara hanya diam saja?" batin Komandan.


Komandan kembali memandang Darius.


"Pemuda ini pun bersikap sangat santai meski Mara ada dihadapannya. Seolah tak terjadi apa-apa. Bukankah seharusnya dia merasa takut karena telah ketahuan melanggar hukum Hunt? didepan Mara pula. Padahal Mara adalah adik Ratu Oriery. Kenapa dia bisa bersikap sesantai itu?" rasa curiga Komandan semakin menggebu.


"Aku jadi semakin penasaran dengan pemuda ini," batin Komandan seraya tersenyum pada Darius.


"Darius, silahkan tunjukkan hasil latihan mu. Oh.... jangan-jangan kau tidak bisa sama sekali? sangat disayangkan. Sebagai Hunt seharusnya kau malu lo," ledek Mara kepada Darius.


Sejak awal Darius sudah menduga ini. Ia telah menduga kalau gadis Hunt ini takkan ramah padanya. Komandan menyikut pinggang Mara dengan keras. Hingga Mara terkejut dan merintih.


"Jaga bicaramu, dia ini murid ku. Lagi pula, kata-kata seperti itu tidak pantas dikeluarkan oleh seorang pembimbing. Jika kau berkata seperti itu lagi, kau akan kuusir paksa. Paham?" tegur Komandan, tegas.


Mara pun terdiam. Ia merengut kesal. Komandan berfokus kembali kepada Darius.


"Darius, tunjukkan hasil latihan mu. Meski hanya sedikit pun tidak apa-apa," ucap Komandan.


"Baik."


Darius berfikir panjang sebelum mengeluarkan kekuatannya. Ia dapat merasakan kekuatan elemen panas Dewi Pamella yang begitu besar. Darius harus berhati-hati dalam mengeluarkan nya. Jika sampai goyah, maka kekuatan ini akan keluar secara berlebihan.


Darius mengeluarkan elemen panasnya sedikit demi sedikit. Tapi....


Wuuosh..!!!


Kekuatannya meningkat pesat diluar kendali. Sehingga yang tercipta ditangannya bukanlah api, melainkan lahar panas. Perlahan, lahar panas yang menyala-nyala ini bergerak. Seolah sedang membentuk wujud suatu benda dan ternyata lahar panas ini membentuk sebuah pedang. Komandan Deri beserta seluruh orang yang ada disana pun ternganga bukan main. Melihat pedang yang terbuat dari lahar berada dalam genggaman Darius.


"Sial..., aku terlalu berlebihan," batin Darius.


Pedang itu menyala merah. Suhunya yang panas sangat terasa. Darius pernah menciptakan benda semacam ini sebelumnya, ketika dia melawan monster Hydra didalam dimensi gelap (Chapter 6).


"Apa-apaan ini? ini luar biasa," ucap kagum Mara.


"K.. kau bilang, kau baru pertama kali belajar sihir. Bagaimana kau bisa menciptakan sesuatu seperti ini?" tanya Komandan penuh rasa kejut dan heran.


"Ehehe..., aku sendiri tidak tahu bagaimana caranya," balas Darius.


"Jika bukan karena kekuatan dari Pamella, aku takkan mungkin bisa melakukan hal ini," lanjut Darius dalam batin.


Darius hanya bisa tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia bingung harus menjawab apa. Kecerobohan nya membuat dirinya salah tingkah. Ia tidak tahu, mengapa kekuatannya tiba-tiba meningkatkan pesat diluar kehendaknya.


Ia pun melenyapkan wujud dari elemen laharnya itu. Semua perhatian langsung tertuju padanya. Komandan Deri menatapnya sambil berkacak pinggang.


"Aku tidak tahu bagaimana harus menjelaskan ini, tapi seharusnya kau masuk tingkatan Reguler atau mungkin Expert," ucap Komandan, seraya mencatat Darius dalam catatannya.


Para Beginner lain menghampiri dirinya dengan binar dimata mereka. Mereka begitu kagum dengan kekuatan yang Darius keluarkan tadi.


"Hey kawan, bisakah kau mengajariku teknik untuk mengeluarkan elemen yang tadi? sebagai imbalannya, akan ku traktir kau siang ini," mohon Torre.


"Jangan mau disuap olehnya. Ajari aku dulu. Sebagai imbalannya, aku akan memberimu apapun yang kau inginkan. Uang, emas, rumah dan mobil mewah pun akan kuberikan," mohon Beginner yang bernama Billion Rich. Dia seorang Beginner keturunan milioner.


Dia adalah orang yang rela menghabiskan uangnya demi tujuan yang ingin ia capai. Tujuannya adalah menjadi ksatria terkuat di seluruh dunia. Itulah yang ia impikan sejak kecil. Kini ia melihat bayangan impiannya dalam sosok Darius. Ia ingin menguasai teknik sihir yang Darius tunjukkan tadi.


"Kalian semua..., tenanglah. A.. aku tidak tahu harus menjelaskan ini dari mana, karena kekuatan ini muncul tiba-tiba dan aku melakukannya secara tidak sengaja."


Darius tak tahu harus berbuat apa. Ia tidak ingin memberikan mereka harapan palsu. Karena kekuatan yang ia perlihatkan tadi bukan berasal dari dirinya. Melainkan kekuatan dari Dewi Pamella.


Yufon melangkah malu-malu, mendekati Darius yang tengah dikerubungi, dengan berani ia angkat suara.


"Darius....!"


Ucapan Yufon yang bernada tinggi, memecah keributan dari para Beginner yang mengerubungi Darius.


"Darius, k..kk... kumohon ajari aku cara mengeluarkan kekuatan seperti itu. Sebagai imbalannya...."


Untuk sesaat, rasa gugup menyerang diri Yufon. Hingga ia tidak melanjutkan ucapannya.


"Sss... sebagai imbalannya..."


Yufon semakin gugup.


"Sebagai imbalannya..., k.. kau boleh menjadikan aku sebagai wanita mu!"


Ucap Yufon dengan lantang.


Seketika semuanya menjadi sunyi. Mereka tak menyangka akan mendengar ucapan itu keluar dari mulut Yufon.


Komandan Deri menepuk dahi atas peristiwa ini. Ia tak habis pikir, ini akan terjadi.


"APAA..?!"


Teriak serentak para Beginner.


"Kau curang, Yufon. Tawaranmu itu melanggar aturan," ucap Torre.


"Aku akan menghalalkan segala cara agar bisa menjadi Master sihir. Seperti Yang Mulia Drake," balas Yufon.


"Hey gadis jelek, jangan bermain kotor seperti itu. Mentang-mentang kau wanita. Darius, jangan mau dikelabui olehnya," tukas Billi.


"Diam kau!"


Bentak Yufon.


Nuansa pun menjadi runyam. Darius pun bingung sekaligus heran. Tak disangka semuanya akan berujung seperti ini.


"Kenapa malah jadi begini?" tanya Darius dalam batin.


Ia begitu kewalahan menghadapi para Beginner yang memohon padanya. Darius melirik ke arah Komandan.


"K.. kalian lebih baik belajar dari Komandan saja. Aku yakin dia bisa mengajari kalian cara untuk mengeluarkan sihir seperti yang kulakukan tadi. Benarkan, komandan?"


Komandan Deri menggelengkan kepala. Lalu memerintahkan semua Beginner untuk tenang dan berbaris rapi. Keributan pun mereda dan suasana pun kembali tenang.


"Aku mengerti kekaguman kalian, tapi kurasa kalian masih terlalu awal untuk mempelajari kekuatan seperti yang Darius keluarkan tadi," ucap Komandan.


Torre mengangkat tangan, tanda izin ingin bertanya.


"Lalu, bagaimana dia bisa mengeluarkan kekuatan seperti itu, komandan?" tanya Torre.


"Kalian sudah dengar apa dia katakan, bukan? seperti yang dikatakannya, dia tidak tahu tahu dari bagaimana kekuatan itu bisa muncul. Dia juga bilang kalau yang dia lakukan tadi adalah murni ketidaksengajaan. Jadi ku simpulkan bahwa Darius memiliki kekuatan langka yang tidak ia sadari dan tanpa sengaja, dia berhasil memancing kekuatan itu keluar. Seperti itulah kesimpulannya," jelas Komandan.


Para Beginner pun terdiam. Mereka merasa kalau ucapan Komandan ada benarnya.


"Ditambah lagi, meskipun dia Beginner. Darius adalah seorang Hunt. Jadi menurutku peristiwa mengejutkan ini masih mungkin untuk terjadi. Kalian semua pun pasti tahu seperti apa Hunt," lanjut Komandan.


Para Beginner mengangguk paham. Tidak ada lagi yang mempertanyakan tentang kekuatan Darius. Mereka dapat menerima penjelasan dari Komandan. Mereka takkan lagi memohon kepada Darius untuk mengajari mereka.


"Aku senang mengetahui bahwa kalian adalah ksatria tekun dan haus akan ilmu. Tapi maaf, aku tidak bisa mengajarkan ini kepada kalian. Karena ini bukan kekuatan yang berasal dariku," batin Darius.


"Kalian semua, lanjutkan latihan kalian. Sementara Darius akan ikut dengan ku. Mara, kau awasi mereka sebentar dan jangan berbuat macam-macam. Tetap berlatih sampai aku kembali," jelas Komandan.


Semuanya mengangguk paham. Komandan membawa Darius keluar dari tempat latihan. Sementara Mara, hanya bisa terdiam membayangkan apa yang terjadi didepan matanya beberapa saat lalu.


"Ini diluar dugaanku. Hunt gadungan itu baru saja menciptakan kekuatan sebesar itu. Tapi kekuatan macam apa itu tadi? aku tidak bisa merasakan energi sihir didalamnya. Apa mungkin ini hanya perasaanku saja?" tanya Mara dalam batin.


Bersambung.....