Hero From The Dark Dimension

Hero From The Dark Dimension
Chapter 25: Hari pertama pelatihan



Tiamara Hunt. Wanita yang berhasil mendapatkan lencana Iberyon di usia dini.


Sama dengan kakaknya, ia sangat jenius di bidang sihir dan berhasil menciptakan elemen baru dalam dunia sihir. Selain kakaknya dan para ahli sihir tertentu, tidak ada yang mampu menyamai prestasi gemilang yang telah ia capai.


Pagi buta ini, di daerah bagian barat kota Tideo. Tiamara Hunt tengah menghajar habis sekelompok remaja laki-laki. Ia tersenyum puas melihat para remaja itu babak belur.


"Maaf jika aku berlebihan, kukira kalian mampu membuatku terhibur. Setidaknya lima menit saja," ledek Mara kepada para remaja itu.


Salah seorang remaja yang sudah babak belur, berusaha berdiri setelah menerima serangan tanpa ampun dari Mara.


"Dasar pelac*r, aku tidak akan memaafkan perbuatan mu terhadap kakakku. Akan ku robek wajah sombong mu itu!"


Remaja yang membentak Mara, bernama Iraken Seis. Ia ingin membalas perbuatan Mara yang telah membuat kakaknya terbaring tak berdaya di rumah sakit. Dengan segala bantuan yang ia dapatkan, ia berniat untuk mengepung dan menghajar Mara bersama dengan orang-orang yang membantunya. Tapi rupanya, keadaan malah berbalik.


Kekuatan Mara yang begitu langka, berhasil melumpuhkan Iraken beserta orang-orangnya. Meski menang jumlah, ternyata kekuatan Iraken tidaklah cukup untuk melawan adik dari Ratu Oriery ini. Dengan sikap acuh, Mara meninggalkan Iraken dan kawan-kawan dalam keadaan tersungkur di tanah.


"Aku tidak punya waktu untuk meladeni kalian. Jangan pernah menampakkan diri dihadapan ku lagi," ucap Mara seraya melangkah pergi.


"Hey! aku belum selesai dengan mu!"


Bentak keras Iraken.


"Tapi aku sudah selesai," tukas Mara.


Mara pun pergi meninggalkan mereka. Ia berjalan menuju ke markas K.A.O untuk menjalankan misinya.


Ditengah perjalanan, sosok Caroline Hunt membuat langkahnya terhenti. Kehadiran teman se-marga nya ini, menimbulkan tanda tanya besar di pikirannya.


"Kau yakin ingin melakukan rencana mu itu? jika sampai ketahuan, maka bangsawan Hunt akan terkena masalah lagi," ucap Caroline. Bertanya sekaligus mengingatkan.


"Carol, kau menghadang jalanku hanya untuk mengatakan itu? apa kau memandang remeh aku?" tanya balik Mara.


Mara merasa agak tersinggung. Ia tidak suka jika kemampuannya diragukan oleh siapapun.


"Aku mengkhawatirkan mu, Mara. Aku tidak ingin kau bernasib sama seperti Holmus dan Evo. Aku juga tidak ingin, kita mendapat masalah baru lagi," ucap Caroline.


Rasa tersinggung di hati Mara, seketika meredup. Sahabatnya Carol, rupanya sangat mengkhawatirkannya. Mara menepuk pundak Carol dengan santai.


"Aku senang karena kau peduli padaku. Tapi jangan khawatir, misi ini akan ku selesaikan tanpa jejak," ucap Mara. Ia melangkah melewati Caroline.


"Sampai jumpa."


Mara pun pergi, meninggalkan Carol yang termenung diam. Dibenak Carol, penuh dengan kekhawatiran. Tidak seperti yang lain, Carol sangat berhati-hati dalam melakukan sesuatu.


Carol sudah cukup lama menyelidiki Darius secara diam-diam. Meski belum mengetahui secara keseluruhan tentang ability yang Darius miliki, namun berdasarkan hasil penyelidikan nya. Carol dapat menyimpulkan bahwa Darius bukanlah orang yang dapat dijatuhkan dengan cara yang sembarangan.


Ia khawatir jika teman masa kecilnya, Mara. Akan celaka.


"Aku tidak peduli, misi yang kau jalani itu berhasil atau tidak. Yang terpenting adalah keselamatan mu, Mara," batin Caroline.


...**************...


Pelatihan hari pertama akan segera dimulai. Komandan Deri sebagai pemimpin pelatihan hari ini, mengumpulkan semua anggota baru yang bergabung dalam Divisi sihir. Komandan Deri memanggil nama-nama para anggota baru, satu persatu.


"Darius Hunt," panggil Komandan Deri.


Sudah 49 nama yang telah dipanggil. Hingga akhirnya nama Darius pun disebut. Darius berjalan tegap, menghampiri Komandan Deri. Betapa terkejutnya Sang Komandan, melihat tinggi serta besar badan Darius yang jauh melebihi dirinya. Ini membuatnya gugup.


"Astaga, besarnya. Anak ini diberi makan apa oleh ibunya? daging monster kah?" batin Komandan, seraya menelan ludah.


"Akulah Darius Hunt," ucap Darius.


Komandan Deri menghela nafas. Ia tidak boleh terlihat gugup dihadapan muridnya.


"Ehmmm...., berdasarkan dari data yang kudapat. Kau adalah pemula dalam sihir, namun mahir dalam berpedang. Jadi kau bergabung dengan mereka yang ada dibarisan paling kanan," jelas Komandan, sambil menunjuk ke arah barisan para beginner.


"Baik."


Darius mengikuti instruksi yang telah Komandan berikan.


"Pemuda itu, membuatku kaget saja," batin Komandan Deri.


Komandan pun mengatur semua barisan muridnya, hingga benar-benar rapi. Mulai dari anggota baru yang masih Beginner hingga reguler. Semua diberi penjelasan oleh Komandan tentang pelatihan hari ini.


"Baiklah, ini adalah hari pertama pelatihan kalian. Bagi para Beginner, akan berada dalam naunganku. Sedangkan bagi para pemula yang memang sudah mahir dan langsung masuk ke tingkat Reguler, akan diberi bimbingan oleh Komandan Divisi sihir kedua," jelas Komandan Deri.


Beberapa saat setelah menjelaskan. Wanita berpenampilan modis serta terbuka, datang. Wanita itu memakai rok hitam ketat yang sangat pendek dan mengkilap. Ia memakai jaket hitam yang tak terkancing. Dibalik jaket hitamnya, ia mengenakan pakaian berwarna merah maroon yang terbuka.


Dalam sekejap, wanita itu mencuri perhatian banyak pasang mata yang hadir disana. Seluruh ksatria baru terpesona akan penampilan serta keelokan tubuhnya. Hanya Darius seorang saja, yang memalingkan wajahnya, ketika ia melihat wanita itu datang.


"Selamat datang, komandan kedua," ucap Komandan Deri.


Darius tersentak mendengar itu.


"Wanita berpenampilan tidak sopan itu, dia Komandan kedua?" batin Darius, tak menyangka.


"Terima kasih atas sambutan mu, komandan Deri," tukas wanita itu.


Wanita yang ternyata adalah Komandan kedua itupun mengambil alih barisan. Ia menyiapkan seluruh barisan, sebelum hendak menyampaikan sesuatu.


"Perkenalkan, namaku Seirus Ivory. Komandan Divisi sihir kedua. Aku akan membimbing kalian yang masuk tingkatan Reguler," jelas Komandan Seirus.


Komandan Seirus melangkah sedikit maju ke depan, lalu membusungkan dada.


"Bagi kalian yang Reguler. Kalian akan ku bimbing keras dan akan kuberi tugas mulai minggu depan. Jika kalian sampai gagal dalam menjalankan tugas, maka kalian akan menerima hukuman," jelas Komandan Seirus.


Entah ini disengaja atau tidak. Tiba-tiba dada Komandan kedua bergerak memantul ke atas. Terlihat hanya sekilas. Seluruh ksatria baru ditingkat Reguler yang melihat itu, mendadak jadi bersemangat. Seolah ada bara api yang menyala-nyala dalam diri mereka.


"SIAP KOMANDAN....!!!!"


Sorak semangat seluruh ksatria baru, tingkat Reguler.


"Baiklah, bagi kalian yang Reguler. Ikut dengan ku," perintah Komandan Seirus.


"BAIK..!"


Dengan penuh semangat, para ksatria dibarisan Reguler mengikuti kemana Komandan Seirus menuntun mereka. Terpatri dalam hati para Beginner, rasa cemburu terhadap mereka yang Reguler.


"Wah..., mereka beruntung. Andai saja aku masuk Reguler."


"Aku akan berlatih keras, supaya bisa melihat dad—. Eh.... bukan, supaya bisa mengikuti pelatihan Komandan kedua."


Ucap para Beginner, penuh rasa iri. Darius mengerti betul, apa sebenarnya yang mereka pikir dan inginkan. Darius menepuk dahi dibuatnya.


"Pikiran kalian kotor," batin Darius.


Komandan Deri menggelengkan kepala. Melihat tingkah laku dari para Reguler tadi. Ia tahu penyebab mengapa para Reguler sangat bersemangat.


"Dasar anak baru," batin Komandan Deri.


Komandan Deri kembali menyiapkan barisan Beginner.


"Sekarang, kalian semua ikut aku. Kita akan pergi menuju lapangan pelatihan," jelas Komandan Deri.


"Siap..!"


Komandan Deri pun memimpin barisan Beginner menuju tempat latihan.


"Tunggu.."


Suara tak dikenal muncul dari arah belakang. Langkah komandan Deri beserta para Beginner pun terhenti karenanya. Setelah dilihat, suara itu berasal dari wanita yang mengenakan pakaian serba hitam dan berjas putih. Dengan langkah penuh keceriaan, wanita itu menghampiri mereka.


Tatapan Komandan Deri seketika tajam, melihat kehadiran wanita itu. Seolah Komandan sedang memandang seorang musuh.


"Kau, untuk apa kau datang kemari?" tanya Komandan Deri.


"Aku diberi tugas untuk membantu mu membimbing para Beginner. Ini sudah disetujui oleh pihak K.A.O sendiri," jawabnya.


"Jangan berbohong," tukas Komandan Deri.


Wanita itu memperlihatkan secarik surat yang telah ditandatangani oleh Direktur utama K.A.O. Komandan Deri terdiam setelah melihat isi surat itu.


"Ini adalah surat izin membimbing ku dan ini murni surat izin yang sah. Aku dikontrak selama 7 bulan saja, jadi kau tidak perlu khawatir. Aku tidak terlalu lama disini," ucap wanita itu.


Komandan Deri terlihat sangat kesal. Wanita berjas putih itu memandang ke arah para Beginner, ia menyapa para ksatria baru yang ada dihadapannya dengan senyum lebar.


"Namaku Tiamara Hunt. Hari ini, aku akan membantu Komandan Deri untuk membimbing kalian. Mohon kerjasamanya," jelas Si wanita berjas putih.


"Baik," balas serentak seluruh Beginner.


Bersambung......