Hero From The Dark Dimension

Hero From The Dark Dimension
Chapter 45: 28 hari sebelum NGB



Pukul 03:15 pagi.


DUAARRR...!!!


Suara ledakan menggema ke seluruh penjuru kota, terlihat cahaya merah terang didekat gunung yang berjarak beberapa kilometer dari kota Tideo. Cahaya merah itu dapat terlihat dari tempat yang tinggi.


Komandan Grafalt yang tinggal didekat gunung itupun terbangun karenanya, ia sangat terkejut dengan menggelegar nya ledakan tak diduga itu. Ia segera memakai seragam perangnya dan memeriksa apa yang terjadi.


Dengan ability yang dapat membuat tubuhnya melayang, ia terbang dan memeriksa asal suara ledakan itu.


"Cahaya merah apa itu?"


Komandan Grafalt mendekati cahaya merah itu, rupanya cahaya itu berasal dari merahnya nyala api. Area dekat gunung itu terbakar hebat bahkan sebagian area itu sudah menjadi kolam lahar.


"Apakah ini serangan monster?" batinnya.


Api berkobar di area dekat kaki gunung tersebut, beruntung area itu tidak memiliki pepohonan yang lebat sehingga nyala api tidak semakin besar.


Komandan Grafalt mencoba memeriksa area itu.


Ia menemukan seseorang yang tengah berada di sana, api berkobar di kedua tangan dari sosok yang ia temui itu. Ia terbang mendekat ke arah sosok misterius itu.


"Siapa orang itu? apa yang ia lakukan disini?" tanya nya dalam hati.


Sosok itu nampak semakin jelas dan wajahnya pun sudah mulai terlihat.


Sungguh tidak disangka, sosok itu adalah Darius yang sedang melatih kekuatannya. Menyadari kehadiran sosok lain, Darius pun menengok ke arah Komandan Grafalt.


"Oh...., komandan pertama, selamat pagi. Apa yang kau lakukan disini?" tanya Darius, polos.


"Akulah yang seharusnya bertanya," respon Komandan Grafalt.


"Aku sedang berlatih untuk kompetisi pada awal bulan depan, sekarang aku sedang berusaha mengatur pengeluaran kekuatan serangan ku," ucap Darius.


"Bukan itu masalahnya, lihatlah disekitar mu! semuanya terbakar karena ulah mu," tegur Komandan Grafalt.


Darius melihat-lihat ke sekitarnya sambil menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal.


"Ehehe...., maaf, sejujurnya aku sudah menduga dampaknya akan seperti ini," ucap malu Darius atas kecerobohannya.


"Mengapa kau berlatih disini? bukankah kau tinggal bersama pak Direktur? apakah disana tidak ada spot untuk berlatih?" tanya panjang Komandan Grafalt.


"Kurasa berlatih disana adalah ide buruk, aku belum sepenuhnya menguasai kekuatan ini, jadi aku tidak berani berlatih di lingkungan penduduk," jawab Darius.


Melihat dampak latihan Darius yang sedemikian buruk, komandan Grafalt pun setuju dengan ucapan Darius.


Komandan Grafalt mengaktifkan kekuatan penguasaan api miliknya, ia mengumpulkan semua kobaran api yang melahap area itu ke tangan kanannya lalu menghilangkannya dengan satu jentikan.


Komandan pertama Divisi sihir ini pun berhasil mencuri perhatian Darius, kemampuan Komandan Grafalt dalam memanipulasi api sangat tidak biasa.


Terdapat keunikan tersendiri dalam kemampuan manipulasi api miliknya, bukan hanya sekedar membentuk dan melontarkan api belaka.


"Dia hebat, kalau tidak salah Drake dulu punya sihir semacam ini," batin Darius.


"Aku hanya bisa memadamkan api saja, sekarang kita tunggu pihak K.A.O datang kemari untuk mengatasi kolam lahar yang kau buat itu," ucap Komandan seraya menunjuk ke arah kolam lahar yang meluap-luap.


Tak lama setelah Komandan selesai berkata, Darius langsung mendekat ke kolam lahar, ia memasukkan tangannya ke dalam kolam tersebut.


Komandan Grafalt kini tahu mengapa Darius dapat lulus dari ujian tingkat beginner dengan cepat setelah menyaksikan hal ini, ia bertopang dagu meskipun dalam hati ia cukup terkejut.


"Kurasa aku pernah bertemu dengan orang yang memiliki kemampuan seperti ini sebelumnya," batin Komandan Grafalt.


Darius selesai membereskan kolam lahar, lalu ia menghampiri Komandan Grafalt, ia meminta maaf atas tindakannya yang sangat merusak. Komandan pun juga memiliki banyak pertanyaan untuk ditanyakan kepadanya.


Diawal perbincangan, komandan langsung menanyakan dari mana dan dari Darius mempelajari kekuatan penyerapan itu, disinilah Darius kebingungan untuk menjawab.


"Sejujurnya aku sendiri mempertanyakan itu juga, entah darimana asal kekuatan ini," balas Darius.


"Apa?" tanya Komandan.


"Kekuatan ini muncul tanpa diduga, aku tidak tahu dari mana asalnya," balas Darius.


Jawaban yang tidak sesuai ekspektasi, timbul sedikit kecurigaan terhadap Darius. Sangat mengherankan jika si pengguna kekuatan tidak mengetahui asal kekuatannya sendiri.


Komandan Grafalt kurang percaya dengan jawaban yang ia dapat, tapi ia berpikir panjang setelah melihat ekspresi Darius yang bersungguh-sungguh mengatakan itu.


"Aneh, tapi...., ya sudahlah, carilah tempat latihan yang lain. Kau akan menggangguku jika berlatih disini," ucap Komandan Grafalt.


Darius mengangguk dan hendak melangkah pergi, akan tetapi......


Dari kejauhan, terlihat banyak kendaraan berdatangan ke arahnya, mulai dari motor, mobil hingga helicopter. Masing-masing kendaraan itu memiliki logo studio berita yang berbeda-beda, mereka berbondong-bondong mendatangi tempat yang menjadi sumber suara ledakan beberapa puluh menit lalu.


"Kenapa malah wartawan yang datang kemari?"


Komandan Grafalt menepuk dahi.


Sementara Darius merasa acuh akan kendaraan-kendaraan aneh (menurut dia) yang datang ke arahnya, ia berjalan santai meninggalkan area latihannya seraya melambaikannya tangan ke arah Komandan Grafalt.


"Sampai jumpa di hari latihan, komandan," ucap Darius seraya melangkah pergi.


Dalam beberapa menit, Darius menghilang dari pandangan Komandan Grafalt dan sekarang ia harus mengurus para wartawan haus berita yang datang agar mereka tidak sembarangan meliput berita di area tempat tinggalnya itu.


"Haduh, dasar," keluh Komandan Grafalt.


Tanpa disadari, dari balik pohon yang berjarak sekitar 200 meter darinya, sosok wanita berbaju hitam nampak memata-matai. Ia itu sudah berada di sana sebelum Komandan Grafalt menghampiri Darius, wanita ini nampak tersenyum lebar dengan mata yang menyala merah.


"Kau lihat pria bertanduk yang membawa pedang tadi? kekuatannya luar biasa," ucap wanita itu, ia sedang berbicara dengan makhluk yang berada didalam tubuhnya.


"Iya, auranya terasa familiar, apa mungkin ini hanya feeling ku saja?"


"Feeling mu tidak salah, ini memang auranya. Akhirnya kita menemukannya," ucap si wanita, menanggapi aura hitam yang muncul pada diri Darius saat latihan tadi.


"Sejujurnya aku belum yakin sepenuhnya kalau pria itu yang selama ini kita cari, tapi kita harus tetap melaporkan hal ini, setelah itu kita selidiki lebih lanjut tentang pria tadi."


"Baiklah, ayo kita laporkan ini," ujar Si wanita.


Ia pun enyah dari tempat pengintaian nya dan pergi entah kemana, meskipun hanya sebentar kehadiran mereka sempat dirasakan oleh Komandan Grafalt.


Komandan pun langsung menatap tajam ke arah tempat dimana wanita itu mengintai, ia begitu fokus hingga kedua alisnya bertemu.


Semakin lama, kehadiran sosok tak dikenal yang dirasakan oleh Komandan Grafalt semakin menghilang, menandakan bahwa orang yang mengintai sudah melangkah jauh darinya.


Bersambung.....