
...Perhatian bagi para pembaca!...
...Silahkan beri saran apabila ada kesalahan pada cerita ini, supaya kepuasan pembaca terjaga dan saya sebagai Author mendapat pengetahuan baru dari saran kalian....
...Maaf, karena jarang update. Ini dikarenakan urusan kuliah yang melilit....
...Selamat membaca 😁😁😁...
...*****************...
Kantor pusat K.A.O, Tideo, 2030
Raven menyuguhkan secangkir teh kepada tuannya. Ia baru saja menjelaskan tentang Unborn yang bernasib kelam.
"Zaman berubah begitu drastis," ucap Darius.
"Anda telah terkurung selama 400 tahun, tuan. Manusia begitu hebat dalam membangun kemajuan zaman," sahut Raven.
Sejarah tentang keruntuhan kerajaan Ezius telah Raven ceritakan. Darius tersedu mendengar jerih payah adiknya dari sejarah itu. Terjadi konflik yang menimbulkan permusuhan antar kerajaan Ezius dengan kerajaan lain disekitarnya.
Ditambah lagi, masalah kedatangan ras baru yang bernama Mulagial. Ras ini ingin menguasai Invandara sendiri dan menyingkirkan ras yang lain. Sungguh sebuah masalah yang besar.
"Seharusnya aku berada disampingnya ketika itu," ucap Darius.
"Saya mohon, anda jangan menyalahkan diri anda sendiri, tuan. Ini semua sangat tidak terduga, tidak ada yang menyangka bahwa anda akan terkurung di dalam dimensi gelap," ujar Raven.
lebih dari 200 tahun, Raven mencoba untuk membuka portal menuju dimensi gelap untuk mengeluarkan Darius, karena dirinya adalah seorang Unborn, ia pun berhasil membukanya namun anehnya, ia tidak dapat memasuki portal itu. Seolah ada yang mencegahnya masuk. Ini persis seperti saat Darius berusaha melewati portal 400 tahun yang lalu.
"Saya sendiri tidak tahu, apa yang menyebabkan hal itu terjadi," ucap Raven.
"Aku sungguh terkejut mengetahui bahwa kau adalah ras non human dan aku senang melihat kau baik-baik saja."
Ingatan saat peperangan melawan panglima Dark Lord masih sangat melekat di ingatan Darius. Ketika peperangan itu terjadi, Raven menerima luka parah yang mengenai jantung nya, terakhir kali Darius melihat nya yaitu saat Raven terkapar lemas di ruang medis.
"Luka parah itu membuat saya harus tertidur selama 120 tahun. Disaat saya terbangun, Yang Mulia Drake sudah lansia," ujar Raven.
Begitu banyak masalah yang terjadi ketika adiknya Drake menjabat sebagai raja, mulai dari pemberontak dari ras yang memiliki eksklusifitas dan tidak mau hidup berdampingan dengan ras lain, sampai permusuhan antar kerajaan yang disebabkan oleh keserakahan dari para penerus tahta dari kerajaan tetangga.
Berkat kebijaksanaan Drake sebagai penguasa kerajaan Ezius semua masalah ini berhasil diatasi, meski dalam kurun waktu yang lama. Seluruh Invandara berhasil disatukan oleh Drake ketika usia 150 tahun. Seluruh kerajaan yang memusuhi Ezius berhasil ditaklukkan dan pemberontakan sudah tidak ada lagi.
Seiring berkembangnya zaman, sistem pemerintahan berbentuk kerajaan semakin pudar dan tergantikan oleh sistem pemerintahan yang baru. Kini yang memimpin Invandara bukan lagi sosok raja melainkan presiden serta sistem pemerintahan menjadi demokratis. Disinilah perdamaian antar ras dapat dipertahankan dan kedamaian itu bertahan hingga masa kini.
Darius begitu bangga dengan adiknya yang menciptakannya kedamaian ini dan ia merasa sangat tidak berguna lantaran tidak dapat membantu adiknya.
"Saat ini, monster yang masih tidak diketahui asal-usulnya terus bermunculan. Kami berusaha untuk mencari tahu dari mana mereka berasal dan menghentikannya, tapi kami tidak dapat menemukan sumber kedatangan dari para monster itu," ucap Raven.
"Kami?" tanya Darius.
"Saat ini, saya adalah seorang direktur utama Knight Academy Organization. Penduduk menyebutnya dengan singkatan K.A.O, disini kami melatih para calon ksatria agar menjadi sosok ksatria yang memiliki kemampuan yang cukup untuk melawan monster," jelas Raven.
Jika diingat-ingat, Darius sempat bertemu dengan dua orang pemuda ketika melawan Hydra yang menyerang kota ini.
"Jadi mereka ksatria hasil didikan tempat ini," gumam Darius.
Darius memberitahu Raven bahwa ia masih belum memahami segala sesuatu yang di era modern ini. Tentu, Raven sangat mengerti. Sepenuh hati, Raven siap untuk membantu tuanya untuk memahami segala hal di era ini.
Sementara itu, Mona sedang asyik memotret Darius dengan girangnya. Meski belum sepenuhnya percaya bahwa Darius adalah kakak dari Master sihir tertinggi, Drake Hunt. Namun ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk mengambil gambar dari ksatria yang mengalahkan monster Hydra dengan satu kali tebasan. Ia juga tidak menyangka bahwa dirinya sedang berada di kantor pusat K.A.O yang terkenal di Invandara.
"Hentikan, kau membuat mataku silau," risih Darius, sinar lampu kamera membuatnya tak nyaman.
"Ayolah, jangan pelit. Aku harus mengambil foto ksatria yang mengalahkan monster Hydra hanya dengan satu serangan. Aku sangat kagum padamu, kak."
Mona terus memotret..., Ckrek! Ckrek!
"Benda apa yang dipegangnya ini?" tanya Darius pada Raven.
"Hebat sekali, dengan alat ini pengintaian akan jauh lebih mudah dan efisien," ujar Darius. Tapi ia masih belum tahu cara menggunakan kamera.
Ditengah nuansa ini, seorang wanita berpakaian rapi memasuki ruangan dengan selembar kertas ditangannya. Wanita itu terfokus pada Darius saat masuk ke dalam ruangan.
"Pak Direktur, ini adalah surat pengesahan untuk pelatih ksatria sihir elemen panas. Mohon ditandatangani," ucap wanita itu.
Raven menandatangani surat itu, Si wanita yang baru datang ini terus terfokus pada Darius. Tapi Darius tidak menghiraukannya. Entah ini hanya perasaan Darius saja, atau memang mata wanita ini berbinar saat menatapnya. Sungguh aneh.
Raven selesai menandatangani surat pengesahan...
"Pak Direktur, apakah dia sosok yang viral di televisi baru-baru ini?" tanya Si wanita.
"ehm.., iya," jawab Raven.
Wanita itu kembali memandang Darius...
"Dia tampan, tubuhnya juga tinggi dan ideal. Aku belum pernah melihat pria seindah ini, dia punya tanduk? apa mungkin dia berasal dari ras Minoan atau Naga?" batin si wanita.
Dengan langkah yang anggun, wanita itu mendekati Darius. Tidak disangka, seorang wanita berambut pirang, tinggi, dengan keelokan tubuh yang sempurna akan menghampirinya. Tapi Darius tetap bersikap biasa didepan wanita itu.
"Permisi, tuan. Bolehkah aku mengenal nama mu?" tanya Si wanita dengan tutur halus.
"Boleh saja, namaku Darius Hunt."
"Aku adalah pemimpin kelompok Sabertooth, Catherine Magnera. Senang bertemu dengan mu," Catherine memperkenalkan diri.
"Ada perlu apa dengan ku?" tanya Darius.
"Aku mengundang mu untuk bergabung dengan kelompok kami, kami akan sangat berterima kasih jika dapat merekrut orang berbakat seperti mu," Catherine menyerahkan kartu namanya.
Darius tidak tahu kertas apa yang ia terima dari wanita itu. Di kertas itu tertera nama dan susunan angka yang tidak jelas (bagi Darius).
"Kau tidak perlu memutuskannya sekarang, aku harus pergi karena ada hal yang harus ku kerjakan. Sampai jumpa lagi, tuan Darius."
Catherine meninggalkan ruangan, sementara itu Darius tidak tahu apa yang harus ia lakukan dengan kertas ditangannya.
"Harus ku apakan kertas ini?" tanya Darius pada Raven.
"Itu kartu nama, tuan. Kartu itu berisikan informasi tentang identitas seseorang dan kontak yang dapat anda hubungi, untuk lebih lanjutnya akan saya jelaskan nanti."
Karena masih belum mengerti, Darius menyerahkan kartu itu kepada Raven.
Setelah beberapa lama, Darius menyadari bahwa Mona tengah mematung. Ia menepuk pundaknya sehingga Mona tersadar dari lamunannya.
"Kau kenapa?" tanya Darius.
"T..tadi itu Catherine Magnera?" Mona malah balas bertanya.
"Dia memang bilang kalau itu namanya," jawab Darius.
Seketika, Mona langsung histeris. Sangat keheranan Darius dengan tingkah laku Mona.
"Badoh nya aku, kenapa aku tidak meminta tanda tangannya! bodoh! bodoh! bodoh!" Mona sampai berguling-guling di lantai.
"Hey, tenanglah. Memangnya siapa wanita itu?" Darius kebingungan.
"Dia adalah pemimpin kelompok ksatria Sabertooth. Kelompok itu adalah salah satu dari kelompok ksatria terhebat disini, kakak harus menerima tawaran itu," jawab Mona, dengan histeris.
"Kelompok ksatria terhebat?" gumam Darius.
Ada sebuah ide terlintas di benak Darius. Raven pun juga merasakan itu, dari raut wajah tuanya. Nampaknya, Darius akan melakukan sesuatu dengan tawaran tersebut.
Bersambung.....