
"Anda yakin dengan keputusan ini?" tanya Raven. Setelah mendengar Darius yang ingin memasuki dua Divisi sekaligus.
"Aku yakin, tapi aku ingin memastikan dua hal. Apakah pada umumnya setiap ksatria bisa mengambil dua Divisi? lalu apakah Divisi sihir hanya menerima orang yang sudah berbakat saja?" tanya balik Darius.
Raven mendekati tuannya, sambil membawa secangkir teh.
"Setiap ksatria di K.A.O boleh mengambil lebih dari satu Divisi, asalkan dia bisa membagi waktu. Untuk semua Divisi, mereka akan memberikan bimbingan serta pelatihan tersendiri bagi para pemula maupun yang sudah mahir. Karena bagaimanapun juga, K.A.O adalah Academy sekaligus tempat melatih bibit muda agar menjadi seorang ksatria atau ahli sihir sejati yang dapat melindungi kota dan negeri ini," jawab Raven.
Terdapat dua tahapan di seluruh Divisi. Yang pertama adalah tahap tingkatan dan yang kedua adalah tahap Rank.
Raven menjelaskan. Dalam tahap tingkatan di semua Divisi, setiap ksatria akan terbagi menjadi beberapa golongan. Bagi yang pemula, akan mendapat tingkatan Beginner, yaitu tingkatan dimana mereka akan dibimbing mulai dari nol. Lalu untuk tingkat menengah akan menempati tingkat Reguler dan mulai menjalani tugas serta misi outdoor yang ringan. Sedangkan untuk tingkatan paling tinggi adalah Expert.
Setelah berhasil melalui semua tingkatan itu, maka ksatria diperkenankan untuk mengambil job dan masuk tahap Rank.
"Singkat kata, tahap tingkatan adalah tahap dimana ksatria akan menjalani pelatihan dan bimbingan. Sedangkan tahap Rank adalah tahap puncak, dimana ksatria akan menjalani misi-misi berat," jelas Raven.
Darius pun paham, sistem pelatihan disini tidaklah buruk baginya. Raven mengambil sebuah iPad, lalu memasukkan data Darius kedalam Divisi sihir dan Sword Master. Tinggal menunggu keputusan dari pihak Divisi saja.
"Tuan sudah saya daftarkan, sesuai dengan permintaan. Saya pun akan membantu tuan untuk mengungkap kekuatan misterius yang ada pada diri tuan," ucap Raven.
"Aku senang mendengarnya, semoga saja aku bisa mendapatkan jawaban untuk rasa penasaran ini."
Semakin hari, kekuatan misterius itu makin terasa. Darius tidak mengerti apa yang terjadi pada kekuatan didalam tubuhnya. Ia pun juga tidak tahu pasti cara untuk mengembalikan atau menggunakannya.
Sejenak, ia teringat kembali kepada Drake. Ia teringat kembali dengan perkataan yang adiknya ucapkan dalam mimpinya kemarin.
"Raven, apakah di negeri ini ada suatu kaum atau golongan yang masih belum merasakan kedamaian? bukankah era ini damai?" tanya Darius.
"Hmmmm..., saya rasa tidak ada. Memang era ini damai dari peperangan. Tapi masih ada saja konflik yang terjadi, penyebabnya pun beragam. Mulai dari perbedaan pendapat hingga keyakinan. Yang Mulia Drake pernah berkata kepada saya, bahwa kedamaian sejati bagai impian yang berada diantara kenyataan dan angan-angan," jawab Raven.
Raven meminum sedikit teh yang ia genggam.
"Ucapan beliau benar," lanjut Raven.
"Begitu rupanya. Drake sangat pandai merangkai kata, dia menghabiskan buku di perpustakaan seumur hidupnya. Aku takkan mampu menyaingi kepandaian nya," tukas Darius.
Darius meminum teh yang Raven suguhkan. Seketika, pikirannya menjadi lebih tenang. Meski bayangan akan sosok Drake dalam mimpinya, masih terngiang-ngiang dalam pikirannya.
"Andai kata, mimpi itu memang sebuah pesan untukku. Pasti akan kutemukan kebenarannya."
...*************...
Sementara itu, dikediaman bangsawan Hunt.
Evoryo Hunt mendapatkan hukuman atas kecerobohan yang dilakukannya saat uji tanding.
"Argh! ampun...., sakit.."
Tubuhnya dicampur dengan sihir api milik salah satu dari pimpinan pasukan sihir Hunt, atas perintah Ratu. Kulitnya seketika meleleh terkelupas karena panasnya cambuk api itu. Evo merintih kesakitan, berulang kali ia meminta ampun kepada Ratu. Sayangnya, sang Ratu tidak menghiraukan.
"Dasar bodoh! karena ulah mu, bangsawan Hunt mendapatkan banyak kecaman dari berbagai pihak. Kau nyaris membahayakan nyawa banyak orang!"
"Hunt merasa sangat malu karena mu. Meski aku sudah meminta maaf kepada publik lewat berbagai media, tapi tetap saja. Kecaman serta hinaan yang terlontarkan kepada kita!"
Ratu memerintahkan si pencambuk untuk memperkuat cambukan nya. Evo semakin tersiksa. Darah serta luka bakar meliputi seluruh tubuhnya. Ia terkulai lemas tak berdaya. Para Hunt yang menyaksikan itupun ketakutan. Mereka gemetar melihat amarah besar sang Ratu.
Atas perintah Ratu. Evo dibawa ke kurungan bawah tanah. Ia akan dikurung disana selama 6 bulan. Tanpa adanya penerangan. Ratu menepuk dahi, ia sangat frustasi atas masalah yang ia terima. Beberapa pelayan membawakan anggur untuk Ratu, guna agar pikiran Ratu merasa lebih baik setelah meminumnya.
"Evo bodoh, ia gagal menjalankan tugas dan mempermalukan nama Hunt. Sungguh tidak berguna," ucap Ratu sembari meneguk anggur ditangannya.
Arnoldi Veu Hunt, mengangkat tangannya. Untuk bertanya kepada Ratu.
"Lalu, bagaimana langkah kita selanjutnya?" tanya Arnold.
"Untuk saat ini, kita kesampingkan soal Darius Hunt. Fokus untuk memperbaiki nama baik kita. Karena ulah Evo, nama kita jadi ternoda dimata publik," jawab Ratu.
Arnold mengangguk, paham. Seluruh anggota bangsawan mulai bergerak untuk memperbaiki citra Hunt dengan berbagai cara. Baik itu lewat tindakan nyata ataupun media. Demi memurnikan kembali citra dari bangsawan Hunt yang terhormat.
Setelah beberapa lama, amarah serta rasa frustasi Ratu pun mereda. Kini pikirannya kembali dingin dan terbuka. Ratu merasa kalau hukuman Evo terlalu berat, apalagi Evo sudah menerima 400 cambukan. Ia pun mengubah keputusannya.
Evo yang awalnya dikurung didalam kurungan bawah tanah, kini dipindahkan ke kamarnya atas perintah Ratu. Ratu mengubah hukuman Evo, kini Evo dihukum untuk berkerja di pusat pengembangan senjata sihir milik bangsawan Hunt. Selama 4 bulan, tanpa gaji. Hukuman yang jauh lebih ringan.
Kini, di berbagai acara berita di televisi. Semuanya membahas tentang ulah ceroboh Evoryo Hunt saat uji tanding. Perbuatannya sangat membahayakan seluruh penduduk yang menyaksikan uji tanding di stadion. Seluruh pun media mempertanyakan kepemimpinan Ratu Oriery Hunt. Mereka merasa ragu dan menganggap bahwa Ratu tidak dapat memimpin bawahannya dengan baik.
Disamping itu, media membuat nama Darius Hunt menjadi populer. Kehebatan Darius, seketika viral. Darius dianggap sebagai seorang penyelamat, ia berhasil memantulkan serangan Evo ke langit sehingga ledakannya tidak membahayakan masyarakat yang berada di dalam stadion.
Masyarakat Invandara begitu terpelanga setelah menyaksikan rekaman pertarungan Darius pada saat uji tanding. Rekaman itu sudah tersebar cepat di berbagai situs dan mendapat banyak view serta tanggapan. Banyak orang yang terkagum-kagum dengan ketangguhan Darius dalam pertarungan itu. Hal ini sama sekali tidak diketahui oleh Darius sendiri.
Ratu sudah mendengar berita kepopuleran Darius. Itu menimbulkan rasa kesal dihatinya. Ia tidak menyangka, keadaannya akan berakhir seperti ini. Salah seorang pimpinan pasukan yang berdiri tepat disampingnya, mengangkat tangan.
"Izinkan aku untuk menghukum dia (Darius), Ratu."
Ratu agak terkejut, yang mengatakan itu adalah Tiamara Hunt. Pimpinan pasukan utama Hunt, sekaligus adik kandungnya.
"Mara, aku tidak bisa mengizinkan mu. Saat ini, kita harus fokus untuk mengembalikan nama baik kita," balas Ratu.
"Saya sudah memiliki rencana. Dengan rencana saya, saya pastikan orang itu (Darius) akan mendapatkan ganjaran. Tanpa ada hal mencoreng nama baik kita."
Ratu bertopang dagu. Mara mendekat pada kakaknya, lalu membisikkan rencana yang ia buat. Sang Ratu tersenyum mendengarnya. Ia pun mengizinkan adiknya untuk melakukan rencana nya itu.
"Pergilah, lakukan rencana mu itu," ucap Ratu.
"Terima kasih atas kesempatan yang Ratu berikan. Saya permisi."
Mara undur diri dari hadapan Ratu. Terlihat senyuman licik yang terukir di wajah Mara setelah keluar dari ruang singgasana. Ia pun memulai langkah untuk rencana busuknya.
"Orang yang telah menyakiti hati kakakku, takkan ku ampuni," batin Mara.
Bersambung.....