Hero From The Dark Dimension

Hero From The Dark Dimension
Chapter 40: Kemunculan Sang bintang



"Buka mata dan pikiran mu, pikirkan dampak dari kekuatan mu terhadap para penduduk sekitar, jangan asal mengamuk. Lagi pula yang kau serang itu adalah bangsawan Clascof bukan Chariot Seis," tegur Raven pada Ratu, lalu ia melepaskan lilitan rantainya.


Seluruh Hunt lekas menghampiri Ratu mereka.


"Kak, tenanglah. Kau tidak boleh gegabah seperti ini," ucap Mara.


"Maafkan aku, hari ini aku terlalu emosional. Aku hanya tidak ingin ada yang menyakitimu lagi, Mara," balas Ratu.


Baltov yang sudah bisa bergerak pun datang menghampiri Ratu dan memohon maaf atas kesalahan adik iparnya, ia juga menceritakan apa yang membuat Iraken begitu ingin menghabisi Mara.


"Iraken masih belum bisa menerima kekalahan kakaknya di Nobility Grand Battle 3 tahun lalu dan kakaknya masih dalam keadaan koma," ucap jelas Baltov.


Nobility Grand Battle atau disingkat NGB adalah sebuah kompetisi bertarung tingkat dunia yang dihadiri dan di pesertai oleh seluruh bangsawan Invandara maupun dari negara luar, kompetisi ini dilaksanakan 2 atau 3 tahun sekali dan pastinya bertempat di Mega Colosseum yang terletak di kota Desius, jaraknya sekitar 15 kilometer dari kota Tideo.


Dalam NGB 3 tahun lalu, kakak kandung Iraken yaitu Irana, mengalami kekalahan telak dari lawannya, yakni Tiamara Hunt. Irana mengalami banyak luka fatal akibat pertarungan melawan Mara dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit.


Irana mengalami koma berkepanjangan, bahkan sampai saat ini ia belum siuman. Iraken menyaksikan kekalahan kakaknya tepat didepan matanya, kejadian yang ia saksikan itu seketika menuai rasa dendam terhadap Mara. Karena itulah ia ingin mencelakai Mara.


"Hari itu adalah hari ke-15 setelah pernikahan kami, aku tidak hadir dalam NGB kala itu, jadi aku tidak tahu siapa yang telah membuat Irana terluka parah. Aku sama sekali tidak menyangka bahwa yang menjadi lawan Irana saat itu adalah adik Ratu Hunt, pantas saja Irana kalah dengan puluhan luka ditubuhnya," jelas Baltov.


Kini semuanya menjadi jelas, penyebab dari penyerangan Mara pun diketahui. Ratu agak sedikit kecewa terhadap adiknya yang tidak memberitahu dirinya bahwa ada seseorang yang menaruh dendam terhadap adiknya itu.


"Mengapa kau tidak memberitahukan hal ini padaku? kau tidak sadar perbuatan mu ini membuatku khawatir," tanya Ratu.


"Maafkan aku, aku hanya berusaha untuk menyelesaikan masalahku sendiri dan tidak bergantung kepadamu terus-menerus, kak. Karena selama ini kaulah yang menyelesaikan semua masalah yang ku perbuat, aku tidak ingin menjadi wanita yang tidak bisa mandiri," jawab jelas Mara.


"Aku disini berdiri sebagai kakak untuk melindungi adikku, kau tidak perlu merasa seperti itu saat aku membantumu. Aku tidak ingin kau di celakai," tukas Ratu.


Mara tertunduk diam, menuruti perkataan kakaknya. Ratu kembali berfokus pada Baltov, ia memohon maaf atas tindakan gegabah nya tadi, disamping itu Baltov ingin bertanggung jawab untuk kesalahan Iraken.


Dari mobil yang tempat Baltov memasukkan adik iparnya yang pingsan, keluar seorang wanita berambut perak yang terlihat pusing sambil memegangi kepalanya. Wanita itu keluar dari mobil mewah yang sebelumnya terjungkir beberapa kali akibat badai yang Ratu Oriery ciptakan.


Mobil mewah itu nampak tidak lecet sama sekali meski sempat terjungkir, entah terbuat dari apa mobil itu.


"Aduh...., kepala ku sakit," keluh wanita itu.


Wanita itu merapikan rambutnya yang berantakan dan melihat ke arah Baltov dan yang lainnya.


"Apa yang terjadi barusan? kenapa tiba-tiba ada badai?" tanya wanita itu pada Baltov.


"Eh..., i... itu hanya ketidaknormalan cuaca saja, nona," jawab Baltov menyembunyikan kebenaran.


Semua orang yang berada di sana terkejut termasuk Ratu Oriery, wanita yang keluar dari mobil mewah itu, tidak lain adalah Sang bintang penyanyi, bidadari panggung musik yang terkenal. Rina Clascof (Chapter 8).


"Rina Clascof ada disini? bagaimana mungkin?" batin Arnoldi dengan rasa tak percaya.


Rina merasa kaget lantaran kehadirannya disambut oleh tatapan lebar orang-orang yang tidak ia kenal, hingga pada akhirnya ia melihat kehadiran Ratu Oriery disitu.


"Eh...! salam hormat Ratu, aku tidak menyangka Ratu berada disini," ucap hormat Rina, sedari tadi ia sibuk bermain ponsel didalam mobil, hingga ia tidak tahu Ratu Oriery sudah berada disana sejak 13 menit yang lalu.


Ratu sendiri juga tidak menyangka kalau dirinya akan bertemu penyanyi terkenal dalam nuansa seperti ini. Ratu berusaha menjaga image nya didepan bintang panggung musik tersebut.


"Ehmmm..., sungguh sebuah kejutan bisa bertemu dengan mu disini, apa yang membuat seorang Rina Clascof datang kemari?" tanya Ratu.


"Aku hanya ingin menjemput saudaraku yang bernama Iraken, kudengar dia sudah membuat masalah besar dan melukai seseorang," jawab Rina.


Ratu menghela nafas sesaat....


Rina tersentak saat mengetahui itu, rasa kesal terhadap Iraken terpatri dalam hatinya.


"Dasar tolol, bisa-bisanya dia melukai adik Ratu Hunt, apa dia tidak memikirkan akibat dari tindakannya ini? sungguh saudara yang merepotkan," gerutu Rina dalam hati, lalu kemudian ia memandang Ratu.


"Aku turut sesal atas perlakuan saudara ku yang ceroboh, aku tahu kata "maaf" takkan cukup untuk menebus perbuatan saudaraku yang ceroboh ini, apalagi dia sudah mencelakai adik dari seorang pimpinan bangsawan. Karena itulah aku akan melakukan sesuatu untuk adik Ratu sebagai perwujudan maaf ku yang terdalam," ucap Rina, sambil menundukkan kepala.


Ratu bertopang dagu, setelah mendengar perkataan Rina.


"Melakukan sesuatu? seperti apa?" tanya Ratu.


Rina mengangkat kembali kepalanya.


"Izinkan aku menyembuhkan adik Ratu, ini adalah wujud dari permintaan maaf ku," jawab Rina.


Ungkapan tak terduga keluar dari mulut Sang bintang panggung, pada awalnya Ratu mengira kalau permohonan maaf Rina berupa biaya pengobatan untuk adiknya atau hal lainnya. Tak disangka ekspetasinya melenceng jauh, idola panggung ini menawarkan dirinya sendiri untuk mengobati Mara.


"Aku menjamin kesembuhan adik anda," sambung Rina.


Para Hunt saling berbisik satu sama lain, mereka sama sekali tidak tahu kalau penyanyi terkenal di Invandara memiliki kemampuan medis. Mereka hanya mengenal Rina yang menari anggun dan bernyanyi merdu diatas panggung.


"Selain berbakat dalam dunia tarik suara, dia juga punya kemampuan medis. Sungguh luar biasa," gumam Ratu.


Sementara Arnoldi yang berada disampingnya terus memandangi Rina tanpa berkedip selama 3 menit.


Setelah beberapa lama mempertimbangkan ucapan dari Rina, pada akhirnya Ratu mengizinkan Rina untuk mengobati adiknya. Rina merasa senang karena Ratu mau berbaik hati, dia amat khawatir jika Ratu sampai membawa masalah ini ke pengadilan. Citra bangsawan Clascof dan Chariot Seis akan tercoreng nantinya.


"Terima kasih atas kebaikan hati anda, aku tidak akan mengecewakan anda, Ratu," ucap Rina.


Kemudian ia menyuruh Baltov untuk segera mengambilkan microphone kesayangannya, lekas Baltov menurutinya dan mengambilkan microphone itu.


Disini, semuanya merasa sangat bingung. Bukankah Rina bilang kalau dia ingin menyembuhkan Mara dengan kemampuan medisnya, lalu kenapa dia malah menyuruh Baltov untuk mengambilkan microphone? bukankah ini terlalu ganjal?


"Baltov, bawa sound dan biola mu juga, kita akan mempersembahkan lagu itu untuk adik Ratu," titah Rina.


"Baik, nona."


Baltov mengangguk paham.


"Apa dia akan bernyanyi disini? tapi bukankah dia bilang, kalau dia ingin menyembuhkan nona Mara?" batin Arnoldi, heran.


Baltov sudah menyiapkan sound beserta microphone kesayangan Rina, ia juga sudah siap dengan biola mahalnya. Seluruh orang yang hadir disana terkesan bingung akan hal ini., mereka menanyakan pertanyaan yang sama di kepala mereka. Kenapa Rina malah mempersembahkan lagu?


Semua sistem suara sudah oke dan Rina sudah siap untuk bernyanyi, ini akan menjadi konser dadakan pertama dalam hidupnya.


"Lagu ini akan menjadi sebuah keajaiban bagi dia yang terluka," ucap Rina.


Sesuai aba-aba dari Rina, Baltov memainkan biolanya, dengan nada sedang yang begitu tenang. Rina menarik nafas dalam, lalu perlahan membuka mulut manisnya yang mempesona. Semua orang terhipnotis akan pesona kecantikannya.


..."Song of Healing, the tears of the goddess of string."...


...🎼🎼🎼🎼🎢...


Bersambung.....