Hero From The Dark Dimension

Hero From The Dark Dimension
Chapter 43: Data yang mengejutkan



"Ini benar-benar data Komandan Deri? ini tidak mungkin benar, kan?"


Khain tidak dapat menerima isi dari data tersebut, menurutnya itu mustahil. Tidak sedikit pun ia menyangka bahwa Komandan Deri yang cantik jelita adalah seorang laki-laki.


"Ini pasti kesalahan pengambilan data," kata Torre dengan sangat yakin, meski tidak terbukti.


"Lihat, data ini sudah ditandatangani oleh pak Direktur, jadi data ini tidak mungkin salah."


Yufon melihat data itu dengan jeli dan pastinya data yang sudah ditandatangani oleh Direktur adalah data yang akurat, setiap data yang masuk akan diperiksa ketat dan ada proses scanning khusus untuk setiap data yang masuk.


Proses pemeriksaan data ini berlangsung cukup lama guna memastikan keaslian dari data itu sendiri, sebelum pada akhirnya data itu sampai ke tangan Direktur. Data yang salah akan langsung ketahuan dalam proses pemeriksaan.


"Dengan proses pemeriksaan data yang sedemikian detail, mustahil jika ini salah," jelas Yufon.


Perkataan Yufon sepenuhnya benar, data yang sudah ditandatangani tidak mungkin salah. Mereka semua pada akhirnya bingung, data yang tercatat disini berbeda dengan orang aslinya.


Khain dan Torre masih belum bisa mempercayai isi data ini meskipun ucapan Yufon tadi sepenuhnya benar.


"Tunggu dulu, bukankah Komandan pertama divisi sihir adalah Grafalt Heizer? lalu kenapa di data ini tertulis dia menjabat sebagai Komandan kedua?" tanya bingung Darius setelah membaca ulang data tersebut.


"Eh? sungguh?" tanya Yufon, kemudian ia mendekat dan melihat jeli data itu.


Khain dan Torre pun juga ikut melihatnya, dalam kolom jabatan Komandan Grafalt tertulis Komandan kedua Divisi Sihir.


"Kau benar, coba kita lihat ulang data Komandan Deri dan Seirus," usul Yufon.


Darius membalik kembali halaman buku data itu dan kembali ke halaman sebelumnya, ternyata dalam data yang dipegangnya Komandan Seirus adalah Komandan ketiga dan Komandan Deri menjabat sebagai Komandan keempat.


Jabatan mereka 10 tahun lalu sangat berbeda dari yang sekarang, hal ini membuat mereka penasaran dengan siapa sosok Komandan pertama sebelum Komandan Grafalt.


"Ada yang mendahului Komandan Grafalt dalam jabatan Komandan pertama, tapi siapa?" tanya Yufon.


"Mungkin kita bisa mengetahui jawabannya di halaman selanjutnya, coba kau balik lagi halamannya," usul Torre.


Darius pun membalik halaman selanjutnya, tapi tidak ada data apapun, ia pun kembali membalik halaman buku data itu hingga pada akhirnya data yang dicari ketemu. Data orang yang menjabat sebagai Komandan pertama sebelum Grafalt.


Nama: Tiamara Hunt


Umur: 18 tahun


Gender: female


Ras: Human


Bakat: Sihir elemen dan non elemen serta penguasaan sihir yang cepat.


Prestasi: menciptakan pertahanan dan sihir penyerang yang langka dan belum pernah ada.


"Mara? jadi dia yang menjabat sebagai Komandan pertama sebelum Grafalt, pantas dia saling kenal dengan para Komandan lainnya," ucap Darius.


"Kalo tidak salah dia yang melatih kita bersama dengan Komandan Deri waktu itu," ujar Yufon.


"Jadi dia mantan Komandan pertama," lanjut Yufon.


Mereka membaca data itu cukup lama, sehingga tidak terasa waktu telah lama berlalu.


Torre kembali teringat akan tujuan mereka kemari, sebelumnya ia melupakan hal itu.


"Kita terlalu asyik membaca buku ini, ayo segera taruh arsip-arsip itu dan keluar dari sini. Jika kita terlalu lama, petugas akan curiga."


"Sebaiknya kita bergegas."


Darius menutup buku itu dan mengembalikannya pada tempatnya, sedangkan teman-temannya yang lain mengangkat arsip-arsip lama yang sebelumnya mereka bawa.


Secepatnya mereka meletakkan semua arsip itu sesuai tempatnya lalu bergegas keluar dari ruang pustaka, sempat ada rasa curiga dalam hati petugas penjaga terhadap mereka lantaran mereka terlalu lama didalam.


Untungnya mereka tidak menerima teguran atas kelalaian mereka itu.


"Selanjutnya kita kemana?" tanya Khain.


"Kita ke lapangan saja, kita lanjutkan perbincangan kita disana," usul Darius.


...***********...


Diruang pertemuan....


"Menteri, ini bukan lagi senapan tapi meriam," ucap Komandan Seirus.


"Ini senapan, hanya ukurannya saja yang besar. Senjata ini belum diuji pada Hydra tapi menurut penciptanya senjata ini bisa menghentikan regenerasi monster Hydra yang menjadi kemampuan utama monster itu sendiri," tukas Menteri Ouma.


"Terbuat dari apakah senjata ini?" tanya Komandan Deri.


"Sky Steel, logam terkuat di Invandara," jawab Menteri Ouma.


"Lalu apakah ada peluru khusus untuk senjata ini?" lanjut tanya Komandan Deri.


"Peluru senjata ini adalah bukan benda nyata yang dapat disentuh, melainkan energi tingkat atas," jawab Menteri Ouma.


"Apa?"


"Senjata ini dapat melipat gandakan setiap energi sihir yang masuk kedalamnya dan melesatkan nya dalam satu serangan fatal berdaya hancur besar, ini sangat cocok digunakan untuk melawan monster ukuran massive seperti Hydra," jelas Menteri Ouma.


"Senjata ini belum diuji pada monster Hydra kelas atas, jadi belum dijamin senjata ini bisa menembus kulit semua jenis Hydra. Kuharap kalian semua selaku Komandan dapat menjadi orang pertama yang menguji nya," lanjut Menteri Ouma.


"Apakah senjata ini sinkron terhadap semua elemen sihir?" tanya Komandan Seirus.


"Sejauh yang kami tahu, senjata ini baru sinkron terhadap elemen angin dan es saja. Itupun elemen es yang bukan berupa benda pada melainkan sinar pembeku yang wujudnya tak tersentuh oleh tangan dan butuh delay yang cukup lama bagi senjata ini untuk menembak," jawab Menteri Ouma.


"Jadi begitu, untuk pengujian senjata ini akan kami diskusikan bersama Direktur. Kami tidak bisa menguji apapun tanpa izin dari beliau, juga kami akan butuh penjelasan detail tentang tata cara penggunaan senjata ini. Karena dilihat dari segi manapun, senjata ini terlihat sangat rumit," ucap Komandan pertama.


"Terima kasih, kutunggu keputusan dari kalian," balas Menteri Ouma.


Sesuai dengan permintaan dari Komandan Grafalt, menteri Ouma memberikan buku panduan tata cara penggunaan senjata sihir itu. Karena tidak bisa berlama-lama lantaran ada urusan penting lainnya, menteri pun undur diri dari ruang pertemuan.


Diambang pintu keluar, menteri menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang sejenak.


"Oh iya, hampir saja aku lupa. NGB berikutnya akan dilaksanakan bulan depan, jadi pastikan para ksatria K.A.O yang berasal dari kaum bangsawan mendapatkan cuti guna persiapan acara itu," ucap Menteri Ouma sebelum akhirnya keluar dari ruangan.


Bersambung.....