Hero From The Dark Dimension

Hero From The Dark Dimension
Chapter 60: 7 hari menjelang NGB part 2



"Anak kecil itu rupanya, dia benar-benar berusaha keras sampai dapat membangun kebangsawanan sendiri."


Merasa senang Darius mengetahuinya, ia tersenyum setelah tahu Si kecil telah tumbuh sesuai dengan doa yang ia berikan.


Eruna melambaikan tangan didepan Darius yang terlamun, tanpa butuh waktu lama ia pun tersadar dan merasa agak malu.


"Maaf, aku terlamun sesaat," ucap Darius.


"Kau nampak sangat menghayati lamunan itu," tukas Eruna.


Darius pun tersenyum malu.


Ada hal yang membuat Eruna akan tamunya yang mengaku bangsawan ini, dari kemampuan bertarung dan etiket dia sangat baik, tetapi...


"Kau memiliki nama bangsawan tapi kau tak mengerti sistem hukum dalam bangsawan itu sendiri, cukup mengherankan."


Ini karena Darius bukan bangsawan era modern.


"Aku memiliki jalan ku sendiri, jadi aku tidak membutuhkan pengakuan dari hukum seperti itu," balas Darius berusaha mengelak.


"Hmm..., begitu ya.*


Eruna menatap serius, ia kembali membahas tawaran yang ia berikan.


"Aku sudah menawarkan posisi Petinggi Divisi kepadamu dan itu tanpa syarat, aku menerima mu dengan sukarela tanpa memikirkan nama margamu, jadi apa kau berubah pikiran?"


Tawaran sudah diubah, kini Darius tidak perlu khawatir akan syarat untuk membuang nama belakangnya.


Namun tetap saja ia ragu untuk menerimanya, ia tidak bisa menyetujui kesepakatan dari orang asing.


Meskipun itu adalah seorang pimpinan Seis yang terkenal dermawan, ia memutuskan untuk meminta waktu dalam mengambil keputusan.


"Saya hanya ingin memastikan kalau saya membuat kesepakatan dengan orang yang tepat," ucap Darius.


"Kau sangat berhati-hati, aku menyukai sifat seperti itu."


"Bagaimana jika aku mengajakmu berkeliling? agar kau dapat mengenal Seis," ujar Eruna.


"Terima kasih, sungguh sebuah kehormatan bagi saya," balas santun Darius.


Eruna pun mengajaknya keluar ruangan, diluar sudah ada Nova yang siap mengawal mereka.


Mereka berdua berkeliling lingkungan istana perak, dimulai dari lingkungan istana ksatria yang menjadi tempat tinggal bagi para pria.


Dihalaman belakang istana, terlihat para ksatria Seis yang gagah tengah berlatih di pagi buta.


Mereka bangun sepagi ini untuk melatih raga mereka, masing-masing dari mereka melakukan latihan yang berbeda-beda.


Ada yang berlatih dengan tombak dan ada pula yang berlatih dengan panah, berbagai macam jenis senjata mereka pelajari guna mencari pada senjata mana bakat mereka berada.


Seluruh ksatria yang berlatih di sana nampak kekar dan bersemangat.


"Hebat sekali, apa semua ksatria berlatih disini?" tanya Darius.


"Tidak semuanya, yang berada disini adalah para ksatria pengguna tombak, kapak, panah dan pedang berat saja, ada ruang latihan lain di belakang istana ksatria yang dikhususkan untuk para ksatria bersenjata ringan," jawab Eruna.


Para ksatria yang berlatih mendapati kehadiran pimpinan mereka, lekas mereka menghentikan latihan dan berbaris rapi guna memberi hormat.


"Selamat pagi, ratu Eruna."


Mereka memberi salam dengan kompak.


"Selamat pagi, aku senang melihat semangat kalian masih tetap sama," balas Eruna.


"Perkenalkan, dia adalah Darius dari K.A.O dan aku berencana merekrutnya untuk bergabung dengan kita," ujar Eruna.


"Aku sedang mengajaknya berkeliling agar dia lebih mengenal lingkungan kita," lanjutnya.


"Ratu, apakah dia berasal dari ras naga? atau minotaurus?" tanya salah seorang dari mereka.


Eruna menoleh ke arah Darius.


"Kau berasal dari ras mana? aku lupa menanyakan itu."


"Aku manusia," jawab Darius.


Jawaban yang sangat meragukan jika dibandingkan dengan fisiknya, para ksatria mulai berbisik satu sama lain dan yang pasti mereka meragukan jawaban itu.


"Kalian boleh melanjutkan latihan kalian, aku harus mengajak tamuku berkeliling," ujar Eruna mengalihkan pembicaraan.


"Baik."


Mereka semua pun undur diri dan melanjutkan latihan mereka masing-masing dan Eruna kembali mengajak tamunya berkeliling.


Mereka berdua tengah menuju lingkungan istana wanita, lingkup yang hanya dihuni para wanita Seis.


Lingkungan istana wanita sangat nyaman dengan wangi bebungaan yang semerbak, aroma wanginya pun ringan dan tidak menyengat.


Darius menarik nafas panjang, menikmati aroma wangi bebungaan disekitarnya.


"Ini adalah tempat tinggal khusus para wanita yang belum menikah, disini lingkungan tempat tinggal antara pria dan wanita dipisah, tetapi untuk pergaulan mereka tidak dilarang untuk saling berbaur," jelas Eruna sambil menunjukkan betapa megahnya istana itu.


Setelah beberapa lama, mereka sampai di area paling ujung istana itu, disana rupanya para wanita demikian sama seperti para pria di istana ksatria, mereka juga berlatih dengan giat pagi ini.


Mereka melatih kemampuan fisik mereka tanpa kenal lelah, namun tempat latihan mereka berada di sebuah halaman luas yang berada didekat istana bunga.


"Aku hanya bisa membawamu berkeliling area sekitar istana ini saja, bagian dalam istana ini tak bisa kutunjukan karena pria dilarang masuk ke dalam," jelas Eruna.


"Memang begitulah seharusnya," balas Darius.


Ia berusaha untuk tidak menarik pandang ke arah para wanita yang sedari tadi memperhatikannya.


Darius merasakan tatapan para wanita itu sangatlah aneh, mereka sedari tadi tersenyum sambil terus memperhatikan dirinya.


Mereka bahkan tidak berkedip sama sekali, ada pula seorang wanita yang terus memandangi Darius tanpa menyadari kakinya yang sudah tertimpa barbel akibat kecerobohannya.


Sungguh Darius merasa canggung dengan nuansa seperti ini...


"Mengapa mereka terus saja menatapku? apa karena aku aneh? atau memang tidak ada objek lain untuk dipandang?" batin Darius sambil menghindari kontak mata dengan wanita-wanita yang tengah memandangi nya.


Meski hanya lewat saja, kini Darius menjadi buah bibir para wanita.


Entah apa yang mereka gosipkan terhadap Darius yang hanya numpang lewat, dari ekspresi mereka yang tersenyum nampaknya mereka senang akan kehadiran Darius disini.


Sekelompok wanita berpakaian olahraga putih nampak sedang berbisik, membicarakan tamu yang sedang Eruna ajak berkeliling.


Diantara mereka ada seorang wanita berambut ungu dengan tato ular di wajah kirinya, terlihat tengah tersenyum menyeringai ke arah Darius.


Wanita itu menjilat bagian atas bibirnya perlahan lalu ia berkata dalam hatinya...


"Akhirnya ketemu."


Bersambung....