
Seminggu..
yaa.. ini sudah satu minggu aku tidak bertemu dengan tristan, aaah rasanya aku ingin kabur dan menemui tristan .
aaah.. bodohnya aku yang membuat perjanjian konyol dengannya.
sebenarnya kalau boleh jujur, aku sangat tidak kuat untuk berjauhan dengannya, aku tidak mampu sedetik saja tak melihat wajah gantengnya.
kau tau... memang benar aku tak bertemu dengan tristan, tapi aku terus saja menghubunginya tanpa henti.
aku bahkan bisa meneleponnya atau video calling dengannya dalam satu jam satu kali.
aku bahkan menertawakan diriku sendiri, betapa bodohnya aku ini....
huaaah aku ***** kan..? aku bahkan mempersulit diriku sendiri.
setiap kali aku berbicara dengannya, selalu saja ada fantasi aneh yang menjalar begitu saja.
Oh ya Tuhan....
bolehkah aku menyalahkan pria bocah itu karena otak mesumku ini..?
bolehkah aku menyalahkannya?
dialah yang membuatku seperti ini, dialah yang membuatku berfantasi hal aneh yang uuuukkhh... tak boleh ku ceritakan.
itu sangat memalukan.
Hari ini adalah hari sabtu, dan pagi ini aku sudah meraih handphoneku saat baru saja membuka mata,
lalu ku chat pria sialan ini dengan kata selamat pagi.
aku tersenyum setelah menekan tombol send, tapi aku jadi bad mood saat melihat tanda centang satu di aplikasi chat WhatsUp. dan itu tandanya handphone pria itu sedang di matikan.
aku yakin ia tidak tidur semaleman, mungkin saja dirinya sibuk semalaman.
baiklah..aku tidak akan menghubungimu dulu.
dengan malas aku melempar handphoneku dan kembali menutup mataku.
satu kata menyesal yang terus saja ku ucapkan.
Nyessel... nyessel ..
aku menyesal menolak bertemu dengannya selama 6 hari, bayangkan... terlalu banyak hari yang kulewati tanpanya.
aaaah... *****.
aku pun kembali melanjutkan tidurku.
-
-
-
" wooi.. bangun kebo.. elo tuh perawan bangunnya siang kayak gini " omelnya sambil terus menggoyangkan badanku.
" humm.... jam berapa sih.? gue udah bangun tadi monyet "jawabku tak terima, tadi aku beneran udah bangun tapi tidur lagi.
" Oh ya..?? yakin elo udah bangun tadi..? gak ada tanda tanda elo bangun tuh mulai tadi pagi " kata arka yang tak percaya kali aku beneran udah tadi banget bangunnya.
Lagian tumben banget sih jam segini dia udah ada dirumah.
" elo nginep disini semalem? " tanyaku dan
Arka mengangguk meng iyakan.
" bagus... rajin rajinlah pulang kerumah, biar.gue ada temen ngobrol " kataku dan langsung mengikat rambutku.
" Kak....hannah gak pernah hubungi kakak lagi?" tanya arka
" hmmm.. semalem aku video call an kok sama hannah, emang kenapa?" tanyaku yang sebenarnya sudah merasa aneh dengan arka yang tiba tiba nanyain sahabatku.
" jangan bilang... lo mulai suka sama hannah" tebakku yang membuat wajah arka terlihat grogi seketika, arka beneran salah tingkah saat aku menebaknya dengan tiba tiba.
oh tidak... kau tal bisa berbohong padaku nak.
" serius elo suka si hannah??" tanyaku lagi dan arka pun menunduk.
" gue.. gak suka dia... cuman ada salah paham sedikit antara gue dan hannah" jawab arka yang memalingkan.wajahnya, bocah ini beneran takut ketahuan kalo lagi suka cewek.
tapi aku sedikit khawatir, kenapa harus hannah??
kenapa harus wanitanya kertha?
Aku sudah lelah berhubungan dengan kertha lagi, dan aku yakin kertha tidak menerima jika salah satu mainannya di rebut orang lain.
Aku masih ingat dengan jelas bagaimana kertha saat merasa di hianati.
aku takut hal buruk akan terjadi pada adikku ini.
" gue harap... elo gak usah ada hubungan apapun.dengan hannah, gue gak mau ada masalah lagi antara gue dan kertha.. gue mohon... jangan membuat masalah dengan pria seperti kertha.. "kataku pelan.
sebenarnya aku tak tega sangat mengatakan hal ini, tapi aku tak mau berhubungan.dengan kertha,sudah cukup kedamaian ini.
" kakak apaan sih... gak ada apapun antara aku dan hannah oke... gue cuman nanyak doang.. selesai " kata arka meyakinkan.
aku pun merasa sedikit tenang mendengarnya.
yah.. semoga saja tak ada hubungan apapun antara mereka berdua.