He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Pacar sebagian



Pagi yang cerah, tapi tak secerah keadaaanku, kau tau... Sekarang aku demam, kepalaku sakit banget rasanya mau meleledak, suhu badanku suka panas... Semua ini karena hujan kemarin kan?


Kuraih hape di sampingku kulihat jam, ternyata sudah jam 10.. Sepertinya mama sudah tau kalau aku sakit.


Di meja sudah ada bubur dan juga segelas susu,


Sekuat tenaga, aku mencoba untuk duduk meskipun masih sangat pusing,


Aku sudah meneguk habis susu yang ada di meja, dan Aku melirik kearah pintu yang sudah terbuka,


Dan ternyata tristan sedang tersenyum melihatku.


" kayaknya kakak haus banget, pasti semalem belum sempat minum kan? "


Entah kenapa aku merasa malu dengan perkataan bocah ini, dia mengingatkan kembali kejadian semalam, ciuman panas itu membuat tenggorokanku kering sekarang.


" aku juga haus banget semalem kak, rasanya kering banget tenggorokanku " katanya lagi, dan aku sudah melotot padanya.


" apa itu termasuk pelajaran lagi? " tanyaku, aku mengingatkannya saat pertama kali dia menciumku,


Dan kini dia sudah tertawa.


" tentu saja kak, bang kertha pasti akan melakukan hal yang sama nanti " katanya,


" benarkah? Bukannya elo cari kesempatan dalam kesempitan? Jangan bilang itu sebuah pelajaran lagi, gue gak se tolol itu.. Gue udah dewasa.. " kataku..


Ya tentu saja aku paham betul, bagaimanapun pria tak akan membiarkan makanan enak di anggurin.


" kakak juga sudah tau, kalau ciuman di lakukan tak harus dengan orang kakak suka? " tanya nya.. Dan aku terdiam..


Tentu saja, semalam kita melakukannya tanpa ada rasa suka kan? Hanya nafsu itu saja.


" ya.. Gue tau, makanya dengan mudahnya elo nyium cewek cewek kan. "


Kataku, lalu kembali menarik selimutku.


" kakak sakit beneran? "


Tristan menyentuh dahiku lalu membandingjan dengan dahinya.


" kakak panas banget, aku kompresin ya " katanya langsung beranjak dari ranjangku


" gak usah, " cegahku. Tristan terdiam.


Dan kini tristan sudah duduk lagi, dia sudah menarik daguku,


" kakak mau usir aku? " tanyanya dan dia sudah mengecup bibirku,


Aku langsung mendorongnya, aku lupa kalau aku sudah tak punya tenaga, tentu saja tubuh tristan tak bergerak sedikitpun.


" tan.. Penyakit gue bisa nular kalo elo masih nyium gue " kataku,


Tapi dia masih mengecup bibirku lagi dan lagi,


" tan.. Mama bakal liat kalo elo masih gak berhenti " kataku, entah kenapa aku lebih takut kalau dia tertular demamku,


" kak.. Sepertinya aku harus jadi pacar kakak deh " katanya,


Dan aku semakin kaget dibutanya.


" elo ngomong apaan barusan hah? " aku pura pira marah, sebenarnya aku masih sangat lemas, tapi sikapnya memakss aku untuk terus melawannya, sepertinya anak ini semakin jail


" kak.. Kakak bisa anggap aku sebagian pacar kakak, sebagian lagi adik ipar kakak.. " katanya, entah kenapa anak ini menjadi sangat aneh sekarang.


" elo ngomong apa? Gak lucu tan " kataku sambil menarik selimutku lagi, tapi kali ini tristan menarik selimutku lagi.


" aku akan buat bang kertha jatuh cinta sama kakak, tapi kakak harus jadi setengah pacarku, setengah lagi milik abang "


Ya ampun.. Anak ini semakin tidak masuk akal omongannya.


" mana bisa begitu..? " tanyaku, ya tuhan dia ngesellin banget kan,?


" bisa kak, bagaimanapun.. Kakak harus membayar apa yang sudah aku ajarin ke kakak "


" dan aku harus bayar dengan menjadi pacar setengahmu giiu..? "


Tanyaku, dan kini dia sudah tersenyum puas, ya. Aku peka banget kan?


" baiklah, separuh kertha, separuh elo.. Ya Tuhan.. Bagaimana bisa aku harus punya dua pacar sekaligus.. " kataku dan menutup tubuhku lagi,


" ya udah kak. Aku pulang "


Pamitnya, dan sekali lagi... Dia mencium bibirku dan kali ini sangat lamaaa..


Huaaah.... Apa lagi ini sekarang..?