He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Mama



Aku masih menangis, aku tak terima dengan sikap tristan yang marah begitu saja, kita baik baik saja kan selama ini? Tapi kenapa dia marah hanya karena hal sepele? Menurutku ini sangat sepele, aku hanya ingin bercanda tapi kenapa dia malah menganggap semua ini serius?


Pintu kamarku terbuka dan kulihat hannah tersenyum melihat aku yang masih menangis karena tristan.


" ya ampun... Sekarang apalagi yang elo yang tangisin? Orang jatuh cinta itu emang ribet banget ya.. Kayaknya cuman elo aja yang gak bahagia " katanya, aku tak tau apakah dia sedang menenangkan aku atau berusaha semakin membuatku terpuruk, dasar hannah, dia memang bermulut pedas.


" gue kasih tau nih ya.. Jangan lanjutin kalo cowok itu gak bisa bikin elo seneng " katanya lagi,


Aah hannah sok tau banget, dia gak tau cerita aslinya malah ngoceh kayak beo. Aku hanya diam mendengarkan ocehan hannah.


" cari lagi cowok, dan si choi siwoon kasih aja sama si jessy " katanya dengan sangat santai, dan kini aku sudah melotot padanya.


Hannah malah tertawa melihat ekspresiku.


" hahaa... Wooy.. Mata elo udah mau keluar, haha gila jadi kayak setan elo, jadi elo beneran sayang banget sama choi siwoon? " kata hannah lagi, dan kink aku sudah duduk dan menghadap padanya.


" sumpah demi apapun.. Aku sayang banget sama dia "


" jadi elo nangis bombay gitu gara gara apa coba? "


" huaah.. Itu han.. Kemaren gue cuman becanda doang kok, tapi dia malah anggap semua itu serius, gue cuman bilang kalo gue itu gak cemburu kalo dia sama cewek lain "


" haha elo bego sih, cowok itu harus di turutin apa maunya, bilang aja kalo lo cemburu buay nyenengin hati dia, "


Aku terdiam, masak sih harus gitu..? Lagian kenapa coba si tristan jadi sangat sensitiv sekarang..?


Aku kembali membaringkan tubuhku, aku masih tak habis pikir dengan sifat tristan sekarang.


Aku duduk dan menikmati kopiku, sepertinya hannah memang benar, hanya hidupku yang sangat rumit, mungkin memang sudah takdirnya seperti ini, mau apalagi kalau sudah begini alurnya.. Aku takut kalau aku harus kehilangan tristan karena aku tau tak akan ada orang yang mencintaiku seperti itu, tapi entah kenapa tristan menjadi seperti itu hanya karena sebuah hal yang sangat sepele.


" drrrttt drrrtttt drrrrtt.. "


Lamunanku di buyarkan karena hapeku berdering, kulihat tak ada nama dari penelpon, agaka ragu aku memencet tombol dan kudengar suara seorang wanita di sebrang sana.


" apakah kamu tak merindukan ibumu? "


Deg.


Suara itu


Air mataku sudah mengalir tepat setelah mendengar suara mama ku, aku tau mama sangat menyebalkan dan terkesan sangat pilih kasih, tapi bagaimanapun.. Aku sangat merindukan mama...


" mama " kataku yang kini sudah terisak dengan tangisanku.


" kapan kamu akan pulang hah? Dasar anak nakal " kata mama, namun suaranya terdengar bergetar, dan aku yakin mama sudah menangis sekarang.


" mama.. Aku pasti pulang "


" tidak.. Kamu harus pulang sekarang juga, kalau tidak mama mau lapor polisi" ancam mama, dan aku merasa geli dengan sikap mama, dan aku sudah tak sabar lagi ingin memeluk mamaku ini.


" cepet pulang ya sayang.. Mama sangat merindukanmu " katanya.. Aku pun semakin menangis sejadi jadinya mendengar apa yang mama katakan barusan.


Mama.. Aku akan pulang sekarang juga.