He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Menghindar



Setelah sampai, Aku memilih untuk pulang kerumahku sendiri, aku tak setuju kalau aku harus dalam satu mobil dengan mereka dan aku pergi secara sembunyi sembunyi, aku sadar kalau di sifatku ini sangat kekanakan, tapi aku tak ingin melihat mereka semua sekarang, menghindar lebih baik sekarang.


Setelah sampai dirumah, mama menyambutku dan aku langsung memberikan hadiah yang aku beli di Bali, mama terlihat sangat senang, aku langsung masuk kedalam kamar setelah menjawab beberapa pertanyaan mama yang membuatku pusing.


Kurebahkan tubuh di kasur kesayanganku, disini lebih nyaman daripada tempat mewah seperti yang mereka punya, aku bahkan tak terbiasa hidup mewah.


Dan entah kenapa aku jadi ingin menangis, aku tak tau apa yang aku tangisi sekarang, sepertinya ada perasaan yang sangat menyesakkan dalam hatiku, aku selalu saja menerima perlakuan Tristan yang semaunya sendiri dan aku tak bisa menolak, aku bahkan semakin bingung dengan perjalanan hidupku ini, aku menyukai kertha bukan tristan, tapi kenapa di dalam otakku hanya ada tristan dan tristan, aku bahkan hampir merasa cemburu karena melihat dia bermesraan dengan wanita lain, padahal sebelumnya aku biasa saja saat melihat dia tidur dengan wanita lain, tapi kenapa sekarang perasaanku sangat aneh, bahkan jantungku berdetak lebih kencang saat tak sengaja mataku bertemu dengannya.


Ya Tuhan.. Sepertinya sejak awal ini sudah salah, aku terus saja menerima semua ini. Bagaimanapun aku harus menjauh sebelum aku benar benar masuk kedalam perangkap yang kubuat sendiri.


Aku tak boleh jatuh cinta kepada tristan, hanya kertha dan harus kertha.


---------------


Sudah seminggu lebih, aku tak menghubungi mereka semua, dan aku tak mengaktifkan hapeku, juga tinggak dirumahku dan aku memilih tinggal bersama arka, aku juga sudah bilang sama mama kalau aku tak ingin di ganggu, lagian tristan sudah jarang main ke apartemen Arka.


Dan entah kenapa semakin aku menjauh dari tristan semakin membuatku hidup tak tenang, aku malah semakin memikirnya dan aku selalu memutar ulang memori saat aku bersamanya, bahkan apartemen ini terlalu banyak kenangan aku dengannya, bagaimana bisa aku melupakan perasaan ini kalau aku masih saja memikirkannya..


Sadarlah AL.. Ini tidak benar, kau harus bisa melupakan perasaanmu sekarang juga, kau akan menikah dengan kertha bukan tristan.


" Kakak ini sebenarnya kenapa sih? Siapa sebenarnya yang kakak hindari..? " tanya, aku sedikit kaget dengan pertanyaannya, dan aku jamin dia sudah tau sesuatu.


" gue cuman pengen tenang, itu saja. " jawabku


'" tapi kenapa gue harus ikut kak? Temen temen gue larang main kesini cuman gara gara kakak.. " katanya lagi,


Ya.. Aku sudah melarang semua orang kesini, termasuk rio, dan yang lainnya.


Entah kenapa aku menjadi sangat aneh, aku tak ingin di ganggu tapi aku mengganggu kehidupan adikku.


Semua itu karena aku tak punya teman, aku tak punya teman untuk becerita, aku tak punya teman untuk curhat, aku tak punya seorang sahabat seperti yang lainnya, aku hanya selalu menyendiri dan hiduo dengan fantasiku sendiri, aku ini sangat bodoh hingga aku tak punya siapa siapa, aku tak pernah menjadi diriku sendiri, aku hanya menyendiri menikmati hidupku yang membosankan.


" sepertinya kakak harus mencari teman, yuk.. Ikut gue sekarang "


Arka sudah menarik tanganku dan membawaku pergi keluar, aku tau hidupku memang sangat membosankan.