He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
78



" Segelas lagi.." pinta Arka


malam ini ia kembali menghabiskan waktunya di klub malam , entah kenapa otaknya merasa sangat lelah setelah untuk pertama kalinya merasa kasihan pada seorang wanita, ya.. dia tak habis pikir bagaimana bisa wanita seperti hannah terus saja memenuhi otaknya.


" Shit..! " umpat Arka sambil meletakkan gelas mungil itu di meja dengan sangat kasar.


" woy.. gue khawatir meja kaca ini yang pecah" kata Rio yang juga menemaninya.


Arka menyandarkan bahunya ke sofa empuk Itu, entah kenapa rasanya ia sangat ingin menemui hannah saat ini juga, tak ada yang tau dengan perasaannya ini karena sepertinya perasaan ini baru saja hadir, resah gelisah yang ia rasakan... akkh rasanya dia ingin berontak denga otaknya yang sudah bermasalah.


" elo kenapa sih? tumben banget bad mood gini?" tanya Rio yang sudah merasa tak nyaman dengan wajah kusut arka, namun arka tak menjawab apapun, dia lebih memilih terus menegak beberapa minuman di hadapannya.


" hei Bro.. cewek itu kan punyanya bang kertha ." kata rio yang sudah menunjukkan tangannya kearah seorang wanita yang minum 1 botol bir sendirian .


" yoi men.. gue inget cewek itu kan bareng elo pas ulang tahun Rio kemaren" kata martin meyakinkan,


Arka langsung mengalihkan pandangannya , dan saat itulah.. tiba tiba jantungnya berdetak tak karuan, seperti ada sesuatu yang sangat ingin ia ungkapkan.


tanpa sadar , arka sudah berjalan mendekati hannah yang sepertinya sudah hampir mabuk.


" hannah.. " Arka menyentuh bahu hannah , karena sepertinya hannah tidak sadar kalau ada orang di hadapannya.


hannah mendongakkan kepalanya, ia tersenyum melihat arka yang masih berdiri disana.


lama mereka terdiam, sesekali hannah menuangkan minuman ke gelasnya lalu meminumnya sendiri, satu hal yang pasti, hidupnya sedang kacau sekarang.


Arka terus menatap wanita cantik di hadapannya, semakin ia memandang semakin ia ingin memeluk lebih erat, entah kenapa kali ini ia sangat ingin melindungi seorang hannah.


" elo udah liat kan? gimana dia memperlakukan gue? selama ini gue selalu ada untuk dia, selama ini gue gak pernah meminta apapun dari dia, gue capek.. gue gak suka terus terusan di rendahin kayak gini." kali ini hannah sudah menangis, yang bahkan seorang Al pun tak pernah melihat setetespun air mata hannah.


" gue memang *******, ya.. gue memang cewek bayaran, gue selalu nerima uang yang mereka setelah gue berhasil memuaskan mereka, tapi setelah gue ketemu kertha lagi.. gue benar benar berhenti berhubungan dengan pria lain, sudah 2 tahun.. gue hanya fokus berhubungan dengan pria brengsek itu, tapi dia terus saja memperlakukan aku seperti sampah rendahan, " kata hannah, lalu kemudian ia tersenyum mengerikan.


" tapi.. gue memang sampah kan .. hahaha.. gue memang sampah"


hannah kembali meneguk minumannya, Arka hanya diam saja dan mendengarkan, biar saja wanita itu melakukan apa saja yang ingin dia lakukan, arka bisa merasakan bagaimana penderitaan hannah selama ini, Arka tau betul sifat kasar bang kertha dan itu mampu membuat arka semakin ingin melindungi wanita ini.


Sepertinya hannah sudah sangat mabuk, Arka pun mengangkat tubuh hannah dan membawanya pergi.


" gue cabut duluan " kata arka setelah menelpon ketiga sahabatnya.


" yah.. mentang udah dapet cewek, hati hati men.. dia wanitanya bang kertha " kata martin mencoba mengingatkan.


" kali ini , gue gak peduli dia milik siapa, bagaimana pun caranya gue harus dapetin wanita ini " kata Arka, entah kenapa jadi terkesan mengibarkan bendera perang.


" jangan gila lo begok ..! " teriak martin, namun arka sudah mematikan handphonenya dan menghidupkan mesin mobilnya.