
Dan benar saja, mereka sudah mencuci piring masing masing, dan salah satu dari mereka ada yang membereskan meja makan, dan menyimpan sisa makanan di kulkas, dan itu lumayan rapi,
Aku hanya bisa tersenyum melihat mereka semua, dan kini.. Si leo sudah mendekatiku..
" kaak.. Mintak nomer hapenya dong.. " katanya sambil tersenyum menggodaku.
" Enggak.. Gue gak mau " tolakku,
dan itu membuat yang lain tertawa,
" ah.. Kakak gak seru.. Nolaknya cepet banget " kata leo lagi " nanti aku ajarin kakak main game bareng kita.. Ayo dong kak biar seru.. Kan kakak jadi gak bosen tinggal disini " katanya,
Anak ini sangat memaksa. Tapi aku jadi penasaran juga dengan game yang mereka mainin
Dan sekarang aku sudah setuju.
Choi siwon, martin, dan juga Rio.. Mereka sudah pamit berangkat kuliah sedang si Leo malah membolos hanya karena ingin ngajarin aku main mobile legend,
Setelah proses mengirim game, dan sekarang aku sudah membuka game ini..
Ahh.. Apa ini.? Aku tak paham sama sekali.
" sini deh kak. Aku mainin dulu sampek dapet hero ya.. " katanya sambil mengambil hapeku.Leo sudah bermain, aku hanya menonton saja,
Arka duduk di sampingku, dan dia berbisik..
" kakak jangan deket2 dia.. Dia modus pengen deketin kakak. " bisiknya.
Dan itu membuatku tertawa,
Hahaha. Aku juga sudah sadar kalau dia modus, soalnya udah keliatan banget,
Aku memang tak punya pengalaman pacaran, tapi aku sudah agak terbiasa hidup bersama laki laki, karena aku dan Arka sangat akrab, jadi setiap arka main sama temen2nya pas SMA dulu, aku selalu ikut.
Dan tentu saja aku juga pernah suka salah satu temen arka dulu.. Sayangnya dia udah pergi gak tau kemana.
Aku jadi ketiduran menunggu si leo ini main game, dan ternyata leo juga udah tidur.
Ini sangat membosankan, kini aku sudah berjalan menuju kamarku, aku ingin melanjutkan tidurku, tapi aku mendengar suara aneh dari kamar arka,
Aku ini memang orang yang sangat penasaran, kalau ada suara kek gini.. Aku harus mencari tahu kan..?
Dan sekarang aku sudah mengintip ke dalam kamar arka, dan ternyata arka bersama seorang wanita.. Tapi kali ini beda dengan yang kemarin.. Yang ini jauh lebih cantik.
" Ayo dong arka.. Kita keluar saja.. " rengek cewek itu, dan arka masih saja diam tak menggubris cewek ini,
Wah wah.. Sok jual mahal.. Padahal dia suka bawa cewek2 ke sini cuman buat di tidurin aja.. Lah sekarang dia malah sok gak mau sama ni cewek.
Kayaknya udah gatel deh ni cewek..
Cewek itu sudah naik ke pangkuan arka, dan kini cewek itu sudah mencium bibir arka..
Whaat..? Dia nyosor duluan kan..? Aah.. Kenapa cewek ini sangat murah sekali, aku sudah geram, aku takut arka akan meniduri cewek ini disini... Aku gak mau adik aku membuang spermanya sembarangan.
Tapi tiba tiba saja rasanya tubuhku susah di gerakkan..
Seperti ada sesuatu yang menghimpitku..
Dan aku juga bisa merasakan aroma wangi dari belakangku...
Hei... siapa ini..?
Dan aku sudah melihat beberapa pria di belakangku..
Mereka juga sedang mengintip arka di dalam sana...
Ooh tidaak.. Kenapa aku dalam posisi seperti ini..??
Dan aku menurut saja..
Tapi aku sudah tidak tahan dengan posisi ini, dan kini aku tak bisa menahan tubuhku lagi..
Dan tentu saja.
Kami bertiga sudah terjatuh. Dan pintu kamar Arka sudah terbuka sekarang.
Ah betapa memalukannya ini....
Seorang kakak mengintip adiknya yang sedang bermesraan, gak lucuuuu...
" Bruuukk...!! "
Kau tau bagaimana posisiku sekarang..?
Tiga pria **** tubuhku,
Sumpah berat banget, dan rasanya tubuhku sudah remuk semua... Tulangku sudah patah maaa....
" kaliaan. " itu suara arka.. Dan sepertinya dia sudah kaget dengan keadaan ini..
Tapi ternyata kudengar arka malah tertawa ngakak dengan kerasnya.
Dan kini mereka sudah bangkit, sedangkan aku masih dengan posisi tengkurep..
Aku gak bisa bangun.. Badanku rasanya sudah remuk semua.
Dan Rio sudah mengangkat aku, dan membawa aku ke sofa..
" hahaha. Itu pasti sakit banget.. " goda Rio.
Tentu sajaa.. Itu sangat sakit.
Kenapa juga mereka datang dan tidak mengeluarkan suara,
Apa karena aku terlalu fokus mengintip adikku bermesraan?
" hahahaha.,.. Makanya jadi orang jangan kepo.. " kali ini suara arka ini sangat menjengkelkan.
"Hahaahahaha... Kakak... " arka masih saja tertawa sambil memegang perutnya.
Ini tidak lucu tolol..
Ini memalukan.
" pasti kakak udah siap siap neriakin gue kan.. Tapi ternyata... Hahahaha"
Arka masih tertawa lagi, dan aku sudah melotot sekarang.
Aku sangat menyedihkan.
Kalau bukan karena aku penasaran dengan suara tadi, aku gak akan mengintip.
Dan mereka..
Kenapa mereka malah ikut ngintip juga.
Tak sengaja aku melihat siwoon, dia juga masih tertawa.. Tapi kenapa aku malah sangat suka melihat dia tertawa... Lesung pipi itu sangat imut... Dan wajahnya semakin ganteng kulihat.
Dan tiba tiba dia melihatku, dan aku sudah memalingkan wajahku secepatnya.
Entah kenapa jantungku seperti berhenti berdetak saat mataku bertemu dengannya.