He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Kafe



Aku duduk di sebuah kafe terkenal bersama arka dan juga kevin, kau ingat kevin? Dia adalah cinta pertama di masa SMA mungkin terdengar sangat aneh karena tiba tiba aku menjadi dekat dengan pria lain ah tidak.. Aku tidak dekat dengan pria lain aku hanya sedang duduk dan ngobrol itu saja, dalam hatiku masih saja ada tristan dan tristan.. Entah kenapa masih saja tristan yang ada di otakku, aku bahkan berusaha susah payah agar aku bisa melupakan tristan tapi ternyata aku tak bisa melupakannya, aku masih mencintainya... Apa kau tau itu? Aku masih sangat mencintainya..


Aku bahkan menjadi uring uringan karena tak bisa bertemu dengannya, bagaimana pun.. Dialah satu satunya pria yang sangat dekat denganku...


" Kak.. Minggu depan adalah hari ulang tahun Rio, kakak juga di undang kesana " kata Arka,


Ahh.. Aku paling tak suka sebuah pesta, tapi bagaimana pun aku harus datang ke pesta itu, karena aku yakin aku pasti akan bertemu dengan tristan disana.


" tenang aja.. Kakak pasti ketemu dia " kata arka yang sudah menyadari perubahanku, sejak kejadian di apartemen tristan itu aku benar benar sudah tak bisa bertemu tristan lagi, dan arka sudah cerita semuanya kalau wanita itu sebenarnya adalah sahabat tristan, dan aku yakin tristan sengaja melakukan semua itu agar aku cemburu, dan itu sangat berhasil, entah kenapa tristan malah melakukan hal yang kekanakan seperti itu, bagaimana pun aku sudah cinta dan tak akan berubah, dan kali ini aku yang akan mengejarmu tan, kemanapun kau pergi aku akan tetap mencarimu...


Huaah.. Kenapa aku malah bertekad menjadi wanita murahan, padahal sebelumnya aku tak seperti ini, hanya karena cinta.. Ya cinta yang sudah membodohi aku.


" Baiklah.. Kau sudah melupakan aku " kata kevin, dia tertawa meskipun sebenarnya mungkin dia sudah kecewa, dulu aku memang sangat menyukai kevin karena dia sangat ganteng dan juga pintar tapi karena dia harus pindah sekolah aku jadi belum sempat menyatakan cinta hingga akhirnya benar benar sudah terlambat.. Hatiku sudah milik orang lain sekarang.


" haha.. Bisa aja kamu " candaku dan di sambut tawa arka juga.


" kakak udah gak berhubungan sama hannah lagi? " tanya arka dengan senyuman yang aneh lagi, aah. Kenapa arka selalu saja membahas hannah dan hannah


" bocah.. Jangan pernah deketin hannah, oke!! "


Sumpah.. Aku kessel kalau sudah bahas hannah, entah kenapa aku sangat iri karena wanita ini bisa merampas kertha begitu saja mskipun dia hanya seorang penjual diri.


" aah.. Kakak.. Dia itu cewek yang tarifnya super mahal, mahsiswa kayak gue gak bisa beli dia " kata arka,


Ya.. Aku tau itu, hanya pengusaha seperti kertha lah yang bisa membeli seorang hannah.


Setelah menghabiskan makanan kami bertiga langsung pulang,


Sampai dirumah aku langsung masuk kedalam kamar lalu kuraih ponselku yang masih di dalam tas yang aku bawa tadi, kulihat nama hannah di deretan beberapa nama lainnya lalu ke telepon wanita penggoda itu.


" hallo.. Apa elo udah ingat punya temen kayak gue? " kata hannah setelah mengangkat teleponku, aku langsung tertawa mendengarnya.


" maaf.. Gue terlanjur bahagia karena sudah pulang kerumah " jawabku sambil tertawa.


" gila.. Gue di tinggal sendiri, dan elo harus tanggung jawab dengan keadaan rafa sekarang "


" Rafa..? Emang kenapa? "


" haha dia jadi stress karena elo pergi tanpa pamit " kata hannah,


Rafa.. Apakah dia benar benar seperti itu?


" kok diem sih, gue becanda nyet.. Hahaha.. Dia udah deket sama si jessy tuh " goda hannah...


Sial.. Kampret banget gak sih ni orang, gue sempet ge er karena fia bilang rafa gak bisa move on dari gue sialan...


" Kampret lo " umpatku


Sedangkan hannah masih tertawa di sebrang sana, kami bercanda dan kembali saling curhat, lalu aku mengundang dia untuk datang kerumah malam ini, dan hannah setuju.