
Lagi lagi... Kebingungan menghampiri Alberia, dia memang sangat polos.. Ya sangat polos hingga dia tak bisa menyadari siapa sebenarnya yang dia sukai.
Dia bahkan membuka hati lagi saat bertemu dengan cinta pertamanya, sedangkan dia masih saja berambisi ingin mendapatkan cinta seorang kertha..
Bisa di bilang dia mulai plin plan dengan perasaannya, dia masih belum bisa memahami perasaannya sendiri, setelah menyadari sebuah kesalahannya bersama tristan, Al berlari keluar meninggalkan apartemen tristan, dia menangis padahal dia tak tau yang mana yang harus dia tangisi,
Cinta...
Sejak dirinya mencoba mendekati cinta, dia merasa menjadi sangat bodoh dan juga egois, ya dia bodoh karena masih mengejar kertha yang sudah jelas tak pernah mengiginkannya, egois karena dia masih ingin kertha padahal yang sebenarnya dia memiliki hubungan yang lebih intim bersama adiknya...
Al.. Dia sangat plin plan bukan.?
Al berhenti di sebuah kafe yang dulu pernah dia datangi bersama tristan, lalu dia melanjutkan tangisannya, dia tak tau apa yang harus dia lakukan selanjutnya,
Kertha sudah akan memutuskan hubungan dengannya, lalu sekarang.. Dia juga mengahiri hubungan yang sudah jelas tak akan pernah bisa di satukan,
Kenapa dia terjebak dalam sebuah percintaan yang sangat rumit? Padahal ini adalah yang pertama kali untuk dirinya.
Al sudah menangis hampir satu lebih, sebenarnya dia juga tak mengerti dengan perasaanya sendiri,
Tiba tiba handphone AL berdering, ternyata itu sebuah telpfon dari kertha, dan kertha ingin bertemu dengan dirinya lalu AL mengirim alamat kafe yang dia datangi saat ini.
Tak lama kumudian kertha sudah sampai dan duduk di samping AL, kertha merasa sangat bersalah saat melihat keadaan AL yang sepertinya sangat kacau.
" apa aku sangat menyakitimu..? " tanya kertha yang mulai merasa sangat bersalah sekarang.
AL menggelengkan kepalanya agar kertha percaya kalau memang tak terjadi apapun pada dirinya.
" AL... Aku minta maaf... Aku benar benar tidak bisa mencintaimu " katanya dan itu kembali membuat perasaan AL tercabik cabik.
" aku sudah tau itu, bisakah kau tak perlu mengatakannya lagi..? "
" maafkan aku AL. " sesal kertha
Sedangkan AL sudah merasa tak nyaman dengan semua ini.
" jadi hanya ini yang ingin kau katakan? Semua sudah berahir kan? Ayo pergilah.. Aku sudah memafkanmu, kau tak perlu bicara apapun lagi, jadi kalau hanya ini yang ingin kau katakan aku sudah bisa paham dengan sangat baik, pergi saja dari sini "
Kali ini AL benar benar sudah sangat emosi, ya.. Dia sangat marah saat melihat kertha, perasaannya semakin kacau sekarang.
" AL.. Sebenarnya, aku belum bilang apapun kepada mama... Dan aku juga masih takut mama akan menolak keputusan ini.. " kata kertha.
Dan sekarang apalagi? Bukankah dirinya yang bersikeras ingin meninggalkannya, jadi dia lah yang harus menyelesaikan semuanya, dia bahkan juga sudah di butakan cinta kan? Ya.. Padahal dia juga sudah tau kalau tasya juga tak pernah mencintainya atau mungkin dia tak pernah tau? Sepertinya dia tidak sadar kalau dirinya sedang di bodohi oleh wanita cantik itu.
" AL.. Tak bisakah kau saja yang bicara dengan mamaku..? " pinta kertha, dan itu sudah membuat mata AL ingin keluar dari tempatnya,
Apakah kertha sudah bodoh? Dia bahkan meminta AL yang harus mengatakan kepada mamanya, ooh tidak bisa.. Aku bahkan membunuh diriku sendiri kalau aku beranj meminta putuskan hubungan ini, apalagi mama AL sangat benci penolakan yang AL lakukan.
" aku tidak bisa.. Semua ini keinginanmu kan? Lakukanlah atas kehendakmu sendiri.. " kata AL, Al sudah merasa muak dengan semua ini.
" Al.. Tolong bantu aku.. Aku sangat mencintai tasya AL.. Sudah bertahun tahun aku ingin bersamanya "
" ya.. Aku tau itu.. Kau tak perlu mengatakan seberapa besar cintamu pada wanita itu, kau lakukan saja sendiri... Aku capek... Aku gaj mau berurusan dengan semua ini " tolak AL.
Kali ini ekspresi kertha sudah berubah, sepertinya kali ini dia juga merasa sangat marah.
" apa kau sangat mencintaiku? "
Deg.
Pertanyaan apa ini..???