He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Dua mangkok Bakso



Al mondar mandir merasa bingung karena sekarang dia sudah ketahuan, apalagi tristan juga sudah tau kalau dirinya sedang hamil..


" gila lo han.. Elo bilang kalo gue hamil " kata Al yang sudah merasa tak tenang sekarang.


" Elo kenapa sih, biasa aja coba.. Lagian dia itu bapaknya " jawab hannah santai, tapi membuat al semakin kesal.


" elo gak ijin dulu sama gue " kata al lagi, sambil meremas tangannya, entah kenapa dia merasa gugup dan mulai berkeringat dingin, satu hal yang al takut... Yaitu bertemu tristan, dia benar benar belum siap bertemu dengan tristan.


" kenapa gue harus ijin, lagian gue cuman ngetes doang nanyain elo, dan ternyata mereka semua kenal sama elo, kayaknya elo itu orang paling penting dalam hidup mereka, baik bener elo di masa lalu ya Al.. " kata hannah, entah itu sebuah pujian atau ejekan, al merasa lucu dengan perkataan hannah barusan, tentu saja al sangat baik pada mereka bahkan mereka sudah menganggap al sebagai kakak kandung mereka sendiri, kecuali tristan, entah kenapa al malah terjebak dalam cinta.


" jangan kasih tau kalo gue disini " ancam Al pada hannah yang santai saja sejak tadi.


" elo telat Al... Gue udah bilang alamat elo kemaren, " jawab hannah santai, dan sekarang bantal guling berhasil mengenai wajah cantik hannah.


" woy... Bisa bonyok mukak gue " teriak hannah yang tak terima dengan lemparan bantal dari Al


" elo nyebellin jadi temen tau gak..!! " teriak al kesal.


" terus sampek kapan elo mau sembunyi dari semua ini al..? Masalah itu di hadapi bukan di diemin " kata hannah, dan itu benar... Al selalu menunda waktu untuk melawan masalah..


" kalo masalah di diemin, gak akan pernah selesai, elo gak akan tenang, hadapi semua ini Al... " kata hannah lagi, kali ini al sudah menangis.. Al juga tau sejauh apapun dia menghindar tetap akan di pertemukan kembali dengannya, karena ini memang belum selesai.


" Setidaknya.. Beri penjelasan untuknya, " kata hannah, dan kini al mengangguk, sepertinya al sudah siap bertemu dengan tristan sekarang.


-


-


-


" gue minta satu porsi lagi dong, tadi kan bayi gue yang makan, sekarang giliran emaknya yang makan " kata Al, dan itu membuat rafa tersenyum, rafa juga sudah tau kalau Al hamil semua itu juga gara gara si mulut ember bocor.. Hannah mengancam Rafa supaya gak ganggu al lagi, karena al sedang mengandung anak tristan, waktu itu rafa agak gak terima, secara Al itu adalah cewek yang pernah dia suka. Tapi lama lama rafa kembali seperti biasanya dan sekarang kembali mentraktir al bakso,


" iih.. Gak tau malu lo nyeti " maki hannah setelah mendengar Al meminta semangkok lagi, Al tak peduli kini al sudah memakan bakso lagi.


" kesempatan elo ya.. Mentang mentang di traktir jadi hilang rasa gengsi elo " kata hanna lagi, kali ini rafa membela.


" gak papa.. Kalo mau nambah dua mangkok lagi gak masalah kok " kata rafa dan itu membuat al semakin senang,


Setelah makan dua porsi kini Al merasa tak kuat berjalan karena kekenyangan, hannah ngomel ngomel sepanjang perjalanan pulang,


" amit amit.. Punya temen rakus gak punya urat malu " omel hannah yang sudah berjalan lebih dulu dari Al, Al hanya tertawa mendengar omelan sahabatnya ini.


" mumpung gue enak makan, biasanya kan gue gak bisa makan, tumben nih enak banget makan bakso " jawab Al, tapi bener juga sih Al sudah lama gak merasa enak makan gara gara ngidam.


Sampai di Rumah susun hannah langsung masuk ke kamarnya, haha dia pura pura marah lagi batin Al dan kini juga sudah masuk kedalam kamarnya.


Merasa sangat kenyang Al membuka semua jaketnya dan juga celana yang dia pakek tadi lalu menggantinya dengan dress rumahan sepaha, dilihatnya perut yang belum ada perubahan sama sekali, masih sama dan rata meskipun sering terasa nyeri di bagian perut bawahnya.


Kapan kamu bisa bergerak..?


Tanya Al dalam hatinya, dia sudah berharap bisa merasakan gerakan janin di dalam perutnya ini.