He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Flashback



Tiba tiba keluarga Al datang kerumah keluarga kertha dan meminta maaf atas apa yang telah terjadi, Al yang tiba tiba menghilang di detik detik pernikahan yang akan mereka gelar secara besar besaran.


" Ya Tuhan.. Kenapa Al kabur? Kertha.. Apa yang kamu katakan pada wanita itu? Cepat katakan!!! " teriak mama kertha yang sudah merasa sangat kehilangan dengan kepergian Al yang tanpa penjelasan apapun, mama kertha sangat menyayangi gadis yang pandai memasak itu,


" kertha gak bilang apa apa ma, malah kertha mengatakan yang sebenarnya kalau kertha sudah mulai menyukainya. " jawab kertha yang kini sudah bingung, kertha merasa semakin kacau saat melihat mama Al yang menangis tiada henti.


" tolong cari anak perempuanku sekarang, Al tak pernah keluar rumah sebelumnya, dia tak akan bisa hidup mandiri... Dia sangat polos, sesuatu buruk akan terjadi padanya " ucap mama Al yang masih saja menangis,


Kertha merasa semakin kalut, lalu dia ingat kalau tristan sangat akrab dengan wanita itu.


Lalu dengan cepat dia pergi ke apartemen tristan untuk menanyakan keberadaan Al.


Sampai disana kertha melihat tristan berada dalam keadaan seperti beberapa tahun yang lalu.. Dimana tristan sangat kacau setelah tasya lebih memilih dirinya dari pada tristan, tapi kali ini sepertinya keadaan tristan lebih kacau dari sebelumnya.


Kertha berjalan mendekati tristan yang sudah mabuk seperti orang tak bernyawa, sama samar kertha mendengar tristan memanggil nama Al.


" Al.. Maaf.. Maaf.. Maaf... Al.. Maaf aku minta maaf "


Kertha menjadi sangat emosi mendengar ucapan lirih tristan, dan kali ini dia yakin kalau tristan lah yang membuat Al pergi meninggalkannya.


Ingin rasanya kertha memberi bogem mentah pada wajah adiknya ini, namun dia sadar kalau adiknya juga sedang kacau, kertha memilih diam disana.


" apa yang kau lakukan pada calon istriku? " tanya kertha, dia tau dalam keadaan mabuk tristan tak akan berbohong.


" gue.. Tidur dengannya " jawab tristan,


" bugh..!!!,"


Satu bogem mentah mendarar di wajah mulus tristan, bagaimana bisa adiknya menjadi sangat kejam pada wanita sepolos Al, bahkan kertha sangat tau pasti kalau Al bukan wanita murahan seperti wanita yang pernah mereka temui.


" Aku mencintaimu Al... Aku mencintaimu " ucap tristan lagi tanpa sadar, dan itu membuat kertha semakin geram, ingin rasanya dia memukul adiknya lagi, namun dia sadar itu hanya akan menyakiti adiknya.


Lalu kertha membawa tristan pulang kerumah bersamanya.


-


-


-


-


Seminggu berlalu...


" katakan yang sebenarnya.. " desak kertha yang kini sudah menarik kerah baju tristan dengan kasar.


" apalagi? Aku mencintai Al " jawab tristan.


" kau akan merebut wanita yang aku cinta lagi." tanya kertha yang semakin geram dengan sikap acuh dari adiknya ini,


" aku tidak merebut siapapun.. Aku hanya mencintai dia itu saja " jawab tristan lagi, dan sekali lagi bogeman mentah mendarat di wajah tristan.


" dia akan hamil.. Lo tau itu!! Sejak kapan lo jadi **** hah?? Lo perkosa cewek kayak dia.. Brengsek lo.!! "


Tristan menerima semua bogeman yang kertha berikan padanya, bahkan sepertinya sebuah bogeman saja tak cukup untuk menebus kesalahannya, dia sadar dia salah sudah memaksa Al itu tidur dengannya, bahkan dengan teganya dia melakukan berkali kali tanpa berfikir kesakitan yang Al rasakan.


Tapi.. Itu caranya mencintai kan? Apakah itu salah..???