
Aku harus bergerak cepat sekarang, dengan meminta antar pak supir keluarga kertha, aku pergi menemui tristan di apartemennya, haha tentu saja pak supir setuju.
Setelah beberapa menit kemudian, aku sudah sampai di apartemen tristan, aku juga masih ingat dengan kamar tristan.
Aku sudah masuk kedalam lift, menunggu beberapa menit hingga akhirnya pintu lift terbuka,
Kupencet tombol bel apartemen tristan, agak lama.. Kudengar hari kamis ini tristan sedang libur kuliah, aku sudah sempat bertanya pada arka dan ternyata semenjak aku pulang ke rumah, tristan sudah jarang nginep ke apartemen arka.
Pintu apartemen tristan terbuka, aku kaget melihat wanita yang hanya memakai kemeja putih itu, dan aku bisa melihat dengan jelas benda bulat kecil di bagian dadanya.
Wanita itu melihatku dengan tatapan tak suka, dia juga memperhatikan aku dari atas hingga bawah..
Hei.. Maksud elo apa hah..?
" siapa sayang? "
Itu suara tristan, dan kini tristan sudah berdiri di pintu, wanita itu langsung memeluk tubuh tristan dengan eratnya,
Yaelah neng..
Tenang saja, aku gak akan curi tristan.. Dasar cewek murahan..
" Kak Al.? "
Tristan langsung mendorong tubuh gadis yang menggelayut manja di tubuhnya, sepertinya dia sagat kaget karena aku yang datang sekarang,
Kenapa ekspresinya seakan dia sudah ketahuan selingkuh sih? Gak papalah kuy. Aku sudah biasa melihat keadaan seperti ini, dari arka, mama, dan juga sahabat kalian semua itu, aku sudah terbiasa.
" apa gue ganggu? " tanyaku,
" enggak kok kak.. Ayo masuk, ada perlu apa sih kak.. Kok sampek kesini " tanyanya..
Aku tau.. Kau sangat kaget dengan kehadiranku, sepertinya lain kali aku akan menghubungimu lebih dulu.
" maaf.. Aku sudah menganggu " kataku dan langsung duduk di sofa, awalnya aku ingin langsung pergi, tapi entah kenapa aku malah suka melihat ekspresi wajah tak suka wanita itu, dia bersikap seakan dialah wanita yang paling cantik kan? Aku yakiin Dia sudah tau pasti kalau dirinya sudah di permainkan oleh tristan, aku tau tak hanya satu wanita yang sudah dia tiduri.
" sayang.. Siapa sih dia? "
Wanita itu kembali memeluk tristan, entah kenapa aku merasa jijik dengan wanita ini.
" dia.. Kak AL.. Tunangan bang kertha " jawab tristan, dan tristan kembali melihatku
Dan aku hanya tersenyum kecut.
" ooh.. Kakak ipar.. Kenalin aku isabel.. "
Aku heran dengan wanita ini, dengan mudahnya dia merubah ekspresinya menjadi sangat manis, dia juga sudah berlari kecil sambil berkata..
" maaf yaa kak.. Pakaianku gak sopan, tristan tak sabaran, jadi dia sudah merobek bajuku.. "
Lihat dia... Wajahnya saja sudah penuh dengan make up tebal, itu tidak alami..
Tapi.. Tubuhnya lumayan seksi sih
Aku tak sadar kalau tristan memperhatikanku, dia sudah berdehem menghentikan lamunanku, haha.. Aku sudah memperhatikan wanita itu.
" apa kakak lesbi? " tanyanya, dan aku sudah melotot sekarang.
" Abang elo mau di kemana in? " jawabku sambil melotot.
" hahaha lalu kakak ngapain kesini? Apa kakak sudah gak tahan pengen ketemu aku? " tanyanya
Aku sudah kesal.. Memangnya siapa yang akan merindukanmu hah? Aku ini sedang butuh bantuanmu.
" iih.. Enggak.. Gue tuh kesini pengen minta bantuan elo lagi "
" bantuan apa? "
" buat kertha jatuh cinta sama gue "
Tristan langsung tertawa,
" kenapa ketawa? " tanyaku, aku jadi bingung dengan sikapnya yang tiba tiba sudah tertawa.
" kakak lucu banget, bang kertha itu susah banget di rayu " katanya.
" bukannya dulu elo yang nawarin diri pengen bantuin gue? "
" iya sih "
Jawabnya sambil menggaruk kepalanya, dan aku yakin banget kepalanya gak gatel.
" ya udah.. Cepet bantuin gue.. "
" oke oke.. Tapi kakak mau bayar pakek apa? "Tanya nya..
Aku berfikir, aku mau bayar pake apa? Duit? Ah. Mama bakal marah kalau aku minta duit banyak..
" gue, gue mau bayar elo pakek gue deh, asal kertha bisa jatuh cinta sama gue " kataku, aku memelankan suaraku agar tak terdengar oleh wanita yang masih diruangan ini.
Tristan tersenyum mengerikan, entah apa yang sudah dia fikirkan
" kakak yakin? " tanyanya.
Aku mengangguk dengan mantap, dan aku tak pernah menyadari kalau semua itu adalah awal dari sebuah kesalahanku.