He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
81



Aku sudah berada di dalam rumah ini lagi, rumah yang dulu pernah aku kunjungi beberapa kali, dan dulu aku juga sering menginap disini hanya karena sebuah misi.


Dulu aku sangat berusaha agar kertha menyukaiku , bahkan aku dengan bodohnya menerima apa saja yang tristan lakukan saat itu, tapi malah aku yang terjebak dalam perasaanku sendiri, andai saja waktu itu aku dengan cepat menyadari kalau sebenarnya tristanlah yang aku suka, mungkin keadaannya tak akan secanggung ini.


Saat aku masuk kerumah ini, memang tak ada yang berubah,hanya saja penghuninya yang bertambah.


Wanita cantik itu melihatku dengan sinis dan penampilannya masih saja mencolok dan sangat modis, sepertinya kehidupannya lebih baik setelah menikah dengan kertha.


Lalu dia tersenyum kearah tristan, dan berjalan dengan anggunnya menuju tristan.


" lama sekali kita gak bertemu, kenapa kamu gak pulang pulang semenjak aku menikah dengan Kertha..? apa kamu masih cemburu?" katanya dan tangannya sudah meraba kewajah ganteng tristanku.


rasanya darahku sudah mendidih dan aku ingin marah, kenapa rasanya aku ingin menjambak rambut halus Itu.. huaah.. kenapa sih Tasya ini harus secantik ini? aku bahkan tak tega ingin merusak wajah cantiknya itu, dia bahkan semakin cantik setelah menikah dengan kertha, dan aku menjadi tak ingin merusak wajah cantiknya itu meskipun sebenarnya aku sangat ingin.


" tolong jaga sikap kamu tasya, apa kau tak bisa melihat aku bersama siapa sekarang?" kata tristan, dan aku sedikit lega karena tristan sadar kalau ada aku di sampingnya.


dan kulihat tasya melirik kearahku dengan sinisnya.


Ya Tuhan... wajah cantik itu sangat tak cocok untuknya, kenapa kau anugerahkan wajah cantik pada seorang tasya .


" Dia yang sudah merusak segalanya, Aku tak ingin melihatnya" kata tasya, dan aku bisa melihat kalau dia memang sangat membenciku.


" Sudahlah.. aku harus bertemu mama sekarang," kata tristan dan meraih tanganku, Tristan meninggalkan tasya begitu saja.


" untuk apa bertemu mama bersama wanita itu? jangan bilang kau juga menyukai wanita sok polos Itu juga!! " teriak tasya , dan itu membuat langkah kaki tristan berhenti, dan ia pun membalikkan tubuhnya.


dan aku merasa senang mendengar ucapan tristan sekarang, entah kenapa sepertinya aku adalah wanita yang sangat baik hingga harus di perebutkan kedua pria tampan.


" Apa yang kau lihat darinya? kenapa kau harus memilih dia? karena dia, aku harus menikah dengan kertha, karena dia aku harus menderita, Kertha menjadi berubah setelah dia pergi begitu saja, kertha sudah tak mencintaiku lagi karena wanita sok polos ini!!"


teriak tasya,


dan aku baru sadar kalau sudah banyak hal yang terjadi setelah aku pergi tanpa penjelasan apapun.


Aku merasa sangat bersalah, dan aku juga tak tau apa yang harus aku lakukan sekarang, sepertinya tasya sangat tersiksa karena aku.


" aku minta maaf " kataku sambil menundukkan kepalaku, dan sepertinya kata maaf saja tidak cukup untuk kejadian 3 bulan yang tidak aku ketahui.


" apa kata maafmu bisa merubah keadaan? aku sudah lelah dengan semua ini, kau penghancur segalanya !!"


kali ini tasya menangis, aku semakin merasa bersalah.


" ada apa? kenapa ribut ribut seperti ini?"


Jantungku seperti berhenti berdetak saat mendengar suara tante yang juga sudah keluar dari kamarnya, dan aku menjadi semakin terpojok sekarang. kakiku seperti melayang tak kuat untuk berdiri, aku menjadi sangat lemas, mungkin karena takut.


Tristan meraih tubuhku agar lebih dekat dengannya, dan sepertinya dia sadar kalau aku sedang takut sekarang.