He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Apartemen Tristan



Aku masih berdiri mematung berharap seseroang keluar dari dalam sana, tapi sampai detik ini pintu apartemen tristan masih belum terbuka dan aku juga melupakan handphone aku yang masih di dalam mobil arka, entah kenapa menjadi sangat sulit untuk bertemu tristan saja.


Mungkin sudah satu jam aku duduk di depan pintu apartemen tristan, dan sedetik berikutnya aku kaget melihat seseorang yang kini sudah berdiri di hadapanku.


" ngapain elo disini? Nunggu tristan? " tanya wanita itu dengan ekspresi tak suka. Dan aku langsung berdiri setelah mendengar ucapan wanita itu, aku memang tak kenal dia tapi aku ingat wajah wajah wanita yang pernah tidur dengan tristan dulu.


Lalu wanita itu membuka pintu apartemen tristan dengan mudahnya, dia bahkan sudah hafal passcode apartemen tristan.


" ayo masuk "


Ada rasa nyeri saat aku melihat wanita itu dengan santainya masuk kedalam apartemen ini, aku tak tau kalau ternyata tristan masih saja seperti yang dulu dan aku sudah salah berfikir tentang tristan selama ini, aku pikir tristan benar benar hanya mencintai aku seorang, tapi ternyata tidak, aku tau aku wanita polos yang sangat mudah untuk di permainkan, tapi tidakkah dia memiliki perasaan kasihan padaku ini? Aku bahkan tak tau apapun sebelumnya... Aku tak mengerti apapun kalau bukan karena aku bertemu dengan tristan sebelumnya, ah.. Sepertinya cinta sudah membuat aku begitu bodoh ya.. Aku sangat bodoh karena berusaha mencari pria seperti dia.


Aku sudah menahan air mataku yang sejak tadi hampir keluar, sekuat hati aku menahan agar air ini tidak tumpah.


" elo mantan tunangan kertha kan? Haha cocok lah elo di tinggal nikah sama kertha, body elo gak ada yang menarik sama sekali " katanya, wanita itu menuang minuman anggur di gelas lalu meminumnya. Dan aku sudah muak melihat tingkah wanita ini.


" gue cabut sekarang " kataku yang sudah beranjak dari sofa ini, aku muak.. Aku benci melihat setiap tingkah wanita ini, apakah kau tak tau betapa penuh kenangan tempat ini? aku masih ingat saat pertama kali berciuman dengan tristan.. Sofa ini adalah saksi kebodohanku selama ini.


" tidak.. Terima kasih " jawabku dan langsung melangkah pergi, namun saat aku sudah berada di depan pintu, tiba tiba pintu itu terbuka dan lihat lah siapa dia..? Dia adalah pria yang sudah membodohiku selama ini.


Tatapannya datar saat melihatku dan dia juga terlihat tak peduli dengan kehadiranku.


" sudah mau pergi? " tanyanya datar dan langsung duduk di sofa, lalu wanita itu duduk di pangkuan tristan tanpa merasa malu sedikitpun.


Dan entah kenapa air mata sialan ini sudah tumpah begitu saja.


Tanpa berkata apapun, aku langsung keluar dari apartemen sialan itu aku menangis sepanjang langkah kakiku, dan aku sangat menyesal karena aku pernah mencinta pria seperti dirinya. Dia memang tak berperasaan sedikitpun aku bahkan sudah membuka hatiku hanya untuk dirinya dan aku sudah mulai menerima tentang apa yang akan terjadi saat semua orang tau kalau aku mempunyai hubungan dengan adik iparku sendiri.. Ini tidak adil ya ini sangat tidak adil, aku baru pertama kali merasakan apa itu cinta dan aku sudah menikmatinya...


Tapi kenapa cinta menjadi sesakit ini? Apakah ini benar benar cinta? Aku bahkan hanya bisa merasakan sakit saat aku pertama mengenalnya..


Ini sangat tidak adil untukku.