He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Makan malam



Tristan menggandeng tanganku, setelah sampai di sebuah restoran,


lalu tristan menarik kursi untukku,


" makasih.. " kataku sambil tersenyum, lalu tristan duduk di dekatku.


" nanti biar enak.. Pas abang udah dateng " katanya.


Aku hanya mengangguk saja,


Kami juga belum memesan apapun, karena masih menunggu si kertha,


Dan tak lama kemudian, kertha datang dan menghampiri kami.


" hai.. alberia... " sapanya, aku agak risih saat dia langsung mencium pipi kanan dan kiriku, mungkin aku sangat grogi.


Kertha ganteng banget,


Entah kenapa aku menjadi sangat malu, mungkin sudah terlihat sangat jelas kalau aku sedang ada maunya.


" kamu cantik banget malam ini.. " katanya.


Dia sudah memujiku sekarang, pipiku rasanya sudah panas.


Tiba tiba kaki tristan menyenggol kakiku, aku langsung melihat kearahnya..


Aku sadar pasti ada yang salah dengan sikapku.


Aku menaikkan alis, memberi isyarat.. Apa yang salah..?


Lalu dia berbisik.


" kakak norak.. "


Bisiknya, dan aku langsung diam..


Selama makan malam, aku tak bisa bicara sama sekali, setiap aku ingin menjawab pertanyaan kertha si tristan selalu aja menyenggol aku, malah seakan akan.. Dia ituu bikin kertha ilfeel sama aku..


Huaaah.. Kalo kayak gini mana bisa berhasil?


Dasar tristan nyebeellin...


tristan sudah mengantarku pulang, sepanjang perjalanan aku tak memperdulikannya.. Terserah.. Aku sudah gak mau di bantu lagi, aku gak mau punya guru yang tolol kayak dia..


Dia itu bukan ngajarin aku..


Malah dia bikin aku itu kayak orang gagu, cuman disuruh angguk angguk geleng geleng..


Parah kan..?


" kakak marah..? " tanyanya sambil menyenderkan tubuh jangkungnya di tembok, kami menunggu pintu lift terbuka,


Aku sudah males untuk menjawab perkataannya.


" kalo pertama memang gitu dulu kak.. Pura pura pemalu.. Kak kertha gak suka sama cewek ceroboh dan ngomongnya ceplas ceplos.. " katanya.


Ih.. Lu pikir gue itu cewek apaan sih..? Aku bisa jaga sikap kalo ketemu sama orang yang aku suka..


" kak.. Ka AL ngambekan ah. Gak seru.. " katanya lagi.


Dan aku sudah berada di batas kesabaranku, aku sudah sadar.. Kalau aku sudah permainkan disini..


" oke.. Makasih untuk penampilan gue hari ini, dan untuk selanjutnya.. Gue gak butuh guru kayak elo.. Oke.. " kataku.


Dan akhirnya pintu lift terbuka.


Betapa menyesalnya aku melakukan semua ini.


Aku sudah masuk kedalam apartemen, aku kaget saat melihat rio menjatuhkan minuman kaleng yang dia pegang..


Dan entah kenapa semua pria ini menjadi bengong saat melihatku sekarang..


" kalian kenapa..? " tanyaku..


Rio langsung berlari kearahku, ada apa..? Apa yang aneh dariku..??


" apakah ini benar benar kak AL..?" tanyanya.


Wah.. Aneh.. Memangnya kau pikir aku ini siapa..?


" kak aL.. Lo cantik bangeet..!! "


Kali ini leo sudah mengahampiriku,


Apakah aku jadi secantik itu.. Hingga membuat mereka sangat aneh hari ini.


Sunguh.. Hari yang sangat melelahkan, aku sudah mengganti gaun yang kupakai, dan aku juga sudah memakai baju tidurku.


Aku sudah tertidur,


"Tok tok.. "


Lagi lagi.. Pintu ini di ketuk saat jam seperti ini, dengan malas aku membuka pintu kamarku,


" ada apa.? "


Ternyata tristan, entah kenapa dia jadi nyengir kuda kayak gini saat melihatku.


" apalagi..? "


Aku sudah tak tahan dengan sikap sok imutnya.. Yah.. Meskipun aku tau.. Dia memang sangat imut.


Dia bahkan dengan sengaja tak memakai baju saat menemuiku, berani kau menggodaku sekarang haah..??


Kau pikir aku akan tergoda dengan tubuh seksimu itu..??


Huaaaah.. Sebenarnya aku sudah tergoda..


Tunggu..


Dia mabuk kan..?


Aku bisa mencium bau alkohol dari tubuhnya.


Dengan cepat aku menutup pintu kamar ku kembali.


Satu hal yang aku takut..


Aku takut dia bertindak mesum padaku ini.