He Is Cha Siwon.!

He Is Cha Siwon.!
Aku hanya pura pura



Beberapa minggu berlalu saat aku harus kehilangan bayi yang baru saja bisa aku terima, aku baru merasakan ke indahan saat hamil meskipun awalnya aku sangat menyesal karena harus hamil, tapi aku benar benar merasa sangat kehilangan karena kejadian ini, maafkan aku yang tak bisa menjaga dirimu..


Hampir setiap hari tristan menunggu aku pulang dari resto, aku juga menjadi tren topik di resto ini karena seorang choi siwoon menjemput aku, hahaha aku paling suka kalau mereka kepo dengan si siwoon, apalagi kalau tristan marah marah karena aku gak langsung naik ke mobilnya, malah aku sering ngerjain dia supaya dia keluar dari mobilnya lalu membiarkan semua karyawan berfoto gartis dengan tristan, semua itu karena request dari para karyawan yang pengen ngeliat choi siwoon.


Aku berjalan menuju mobil tristan dan kulihat tristan bermain hape di dalam sana, dia sudah menungguku di dalam sana.


" udah lama nunggu? " tanyaku, dan tristan mengangguk sambil meletakkan hapenya, sepertinya dia sedikit bosan.


" tidak ada drama lagi kan? Aku capek harus berfoto dengan semua karyawan resto kamu " katanya yang kini sudah menghidupkan mobilnya, aku tertawa mendengar perkataan tristan dan aku memang paling suka ngerjain dia.


" kan enak di kerumunin cewek cewek " kataku masih dengan tawaku.


" kamu gak cemburu? " tanya nya yang masih menyetir. Aku menggeleng. Kulihat tristan sedikit kesal dengan jawabanku.


" kamu serius? Ada banyak wanita yang akan menjadi lawanmu " kata tristan lagi, aku tau dia ingin membuatku cemburu sekarang.


" aku gak peduli, " kataku lagi, dan kini tristan memilih untuk diam.


Sampai di Rumah susun aku berjalan lebih dulu darinya, dan sepertinya tristan masih terlihat sangat kesal.


Saat aku masuk kedalam rumah kulihat tristan masih berdiri disana.


" kamu gak mau masuk.? " tanyaku penasaran dengan sikap tristan.


" aku langsung pulang aja " jawabnya yang kini sudah mulai beranjak ingin pergi, ada rasa kecewa di dalam hatiku, entah kenapa aku menjadi sangat menyesal karena tadi mengatakan kalau aku sebenarnya cemburu kalau dia dengan wanita lain.


" aku bukan siapa siapa untuk kamu " jawabnya, dan perkataannya itu langsung menusuk ke dalam hatiku, rasanya ada yang nyeri di dadaku.


" tan.. Maksud aku bukan kayak gitu, masak cuman gitu doang kamu marah " kataku, ya.. Itu sangat sepele dan aku tak tau kalau semua ini membuatnya sangat kesal.


Kini tristan maju mendekat padaku, dan ekspresinya masih sama sangat datar.


" maaf kalau aku mengganggu hidup kamu selama ini " katanya, dan aku sangat kaget mendengarnya


" maksud kamu apa sih tan..?? "


" selama ini aku sudah mengganggu hidupmu, dan aku tau hanya aku yang menganggap kalau ini spesial dalam hidup kamu, aku bahkan tak pernah tau apa yang kamu rasakan sebenarnya padaku, aku minta maaf, tapi kali ini aku janji aku gak akan pernah ganggu kamu lagi, maaf karena aku hidupmu menjadi sangat rumit " katanya lagi, dan aku masih di selimuti rasa tak karuan, entah kenapa tristan menjadi seperti ini hanya karena aku pura pura tak peduli.


" aku minta maaf tan.. Tapi bukan itu yang sebenarnya "


" kamu gak perlu minta maaf, semua ini salahku karena aku berharap lebih padamu, aku juga terlalu yakin kalau kamu juga sangat mencintaiku walaupun sebenarnya hanya aku saja yang mencintaimu sedangkan kamu tidak pernah. "


Aku sangat kaget mendengar apa yang tristan katakan barusan, rasanya aku ingin menangis saaf ini juga


Siapa bilang aku tidak mencintaimu hah.? Aku sangat mencintaimu, yang tadi hanya pura pura..


Ingin rasanya aku mengatakan hal itu, namun tristan sudah pergi setelah mengucapkan semua itu tadi.


Dia tak memberiku kesempatan sedetikpun.